Berita Acara forum Pemuda Bicara PPIUM

  •   
  •   

Kuala Lumpur-  Persatuan Pelajar Indonesia di Universiti Malaya (PPI-UM) kembali mengadakan forum Pemuda Bicara pada hari Jumat (18/11/2016) dimulai pukul 16:00 – 18.30 waktu Malaysia. Pemuda Bicara kali ini membahas tentang “Kursi Jakarta 1: Tensi Tinggi Kehidupan Berdemokrasi”  bersama 3 orang panel pembicara: Bapak Lalu Nurul Yaqin (Koordinator LPDP Awardee Malaysia, Mahasiswa Program Doktoral UM), Bapak Ahmad Maulidizen (Mahasiswa Program Doktoral UM), Bapak Zulfadli (Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia) serta Muhammad Fathi Rayyan (Mahasiswa S1 UM) sebagai moderator.

 

Diskusi ini diawalai oleh para panelis yang membahas tentang tahap kematangan demokrasi di Indonesia, kekurangan serta kelebihannya. Demokrasi di Indonesia diharapkan kedepannya lebih bermakna dan bermanfaat bagi masayarakat Indonesia dan dapat menjadi wadah penyalur ide dan gagasan masyarakat Indonesia. Salah satu panelis dalam diskusi tersebut, Pak Nurul Yaqin juga berbicara tentang peran mahasiswa dalam kehidupan berdemokrasi juga posisi mahasiswa yang berada ditengah tengah kurva, berada diantara pemerintah – kalangan elit (kurva atas) dan mayarakat umum (kurva bawah). Forum Pemuda Bicara sesi ini dihadiri oleh mahasiswa Indonesia di UM, mahasiswa Indonesia yang sedang melakukan pertukaran pelajar ke UM dan beberapa kampus lain di Malaysia, serta beberapa mahasiswa Malaysia yang sedang belajar di UM.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan tayangan cuplikan video-video kampanye tiap tiap calon gubernur yang kemudian diikuti dengan tanggapan dari penelis. Diskusi juga membahas bagaimana kita menanggapi isu SARA serta bagaimana isu tersebut bisa memacu perpecahan NKRI. Pak Maulidizen juga sempat memberikan pendapat beliau tentang kasus dugaan penistaan agama dan reaksi masyarakat, serta bagaimana kita menyikapi hal tersebut.

Pada sesi tanya jawab, diskusi membahas seputar bagaimana kita menanggapi media & informasi yang negatif. Pak Zulfadli menyarankan untuk tidak mengindahkan hal tersebut dan lebih fokus ke informasi yang positif dan bermanfaat. Sesi tanya jawab ini juga melihat pembahasan tentang taktik pembunuhan karakter yang dilakukan oleh oknum oknum tertentu. Di akhir sesi tanya jawab, sekali lagi ditekankan akan pentingnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Dalam pernyataan penutup, ditekankan kembali akan pentingnya peran yang dimainkan setiap orang, khususnya mahasiswa dalam mematangkan demokrasi dan menjaga kesatuan bangsa. Merefleksi perjuangan meraih kemerdekaan dilakukan dengan cara yang beragam dan oleh berbagai golongan. Begitu juga dalam mejaga kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan NKRI dan menaikkan kualitas demokrasi di Indonesia. Diharapkan, Pemuda Bicara kali ini dapat menambah wawasan dan menginspirasi para hadirin untuk terus berbakti dan berkontribusi terhadap bangsa. (Red: Kominfo/ Ed: Amir)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *