Sambut Mahasiswa Baru, PPMI Madinah Layani Dengan Totalitas

  •   
  •   

Universitas Islam Madinah merupakan sebuah kampus yang tak diragukan lagi perannya di kancah dunia islam saat ini. Merupakan sebuah kebanggaan bagi Indonesia ketika 323 putra bangsanya diterima sebagai mahasiswa di kampus ini. Semenjak kampus ini berdiri, jumlah ini merupakan angka terbesar.

Menyambut mahasiswa baru (maba) dengan jumlah yang begitu besar, PPMI Madinah sebagai wadah resmi persatuan pelajar Indonesia di Madinah membentuk panitia khusus untuk penyambutan maba yang beranggotakan 32 mahasiswa.

Guna mensukseskan acara penyambutan, panitia yang dikordinatori Adam Nur Fikri membagi panitia ke beberapa divisi. Divisi tersebut meliputi divisi pendataan, divisi penjemputan, divisi humas serta divisi logistik dan perlengkapan.

Dalam prakteknya, divisi pendataan telah mulai bekerja terlebih lebih dahulu. Divisi ini bekerja sejak dipublikasikannya nama-nama mahasiswa baru di website kampus.

Setelah para mahasiswa baru menunggu selama kurang lebih 7 bulan dari dipublikasikannya nama-nama mereka di website kampus, akhirnya pada Senin, 09 Oktober 2017 tiket dan visa mereka selesai diurus. Itu semua berkat pertolongan Allah, kemudian juga atas hasil usaha para panitia melobi Biro Penerimaan Mahasiswa Baru UIM dan Idaroh Safar.

Berikut ini rincian kedatangan mahasiswa baru 2017:

Kloter 1 (10/10/2017) dengan jumlah 29 mahasiswa.

Kloter 2 (11/10/2017) dengan jumlah 33 mahasiswa.

Kloter 3 (12/10/2017) dengan jumlah 46 mahasiswa.

Kloter 4 (13/10/2017) dengan jumlah 55 mahasiswa.

Kloter 5 (14/10/2017) dengan jumlah 62 mahasiswa.

Kloter 6 (14/10/2017) dengan jumlah 22 mahasiswa.

Kloter 7 (15/10/2017) dengan jumlah 6 mahasiswa.

Kloter 8 (16/10/2017) dengan jumlah 6 mahasiwa.

Kloter 9 (19/10/2017) dengan jumlah 18 mahasiswa.

Kloter 10 (20/10/2017) dengan jumlah 8 mahasiswa, dengan total keseluruhan 285 mahasiswa.

Jalannya Pengurusan

Setelah para mahasiswa baru mendarat di badara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, divisi penjemputan yang diketuai oleh Affan Hamzah menyambut mereka dan mengantarkan mereka menuju kampus.

Sesampainya di kampus, divisi pendataan yang dikomandoi oleh Zusuf Afandi mendata dan mengumpulkan berkas-berkas yang diperlukan untuk administrasi kampus sembari maba menikmati makanan kecil yang disediakan oleh divisi logistik dan perlengkapan.

Di hari pertama kedatangan, divisi humas yang dikoordinatori oleh Aslam Umar Bamajbur mengantarkan para maba untuk mengambil kunci kamar dan juga kupon makan. Di hari berikutnya, mereka mengantarkan para maba untuk mengambil pinjaman uang, medical check up dan muqobalah.

Pada tahun ini, divisi humas membuat program baru, yaitu tour harom, dimana panitia menemani para maba untuk mengunjungi Masjid Nabawi, halqoh mutun, halaqoh Alquran dan juga majelis para masyaikh.

Penyambutan maba tahun ini medapat apresiasi yang luar biasa dari para mahasiswa, terutama para senior yang berada di jajaran Majelis Syuro. Bahkan, mereka menilai kinerja panitia tahun ini dianggap paling profesional dibanding tahun-tahun sebelumnya, seperti yang diungkapkan oleh Haris Hermawan.

”Kinerja tim kemanduban (PPMI Madinah) dibawah pimpinan Muhammad Sidqi dalam menyambut mahasiswa baru patut diapresiasi dan diacungi jempol. Proses pengurusan administrasi kegiatan lain dari A sampai Z sangat rapi dan profesional. Semoga Allah membalas kebaikan mereka,” ungkap mahasiswa pascasarjana manajemen pendidikan itu.

Hal senada diungkapkan juga oleh pengisi kajian berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Dr. Abdullah Roy.

”Alhamdulillah yang telah memberikan taufik dan kemudahan kepada mandub (PPMI Madinah) dan segenap jajarannya sehingga kita bisa menyambut dengan baik mahasiswa baru tahun ini yang jumlahnya cukup banyak.”

Tak hanya mahasiswa senior, mahasiswa baru yang merasakan langsung pelayanan panitia pun turut mengapresiasi. Hal itu diakui langsung oleh salah satu mahasiswa baru, M. Harits Luthfi.

“PPMI Madinah sudah melakukan yang terbaik dalam rangka membantu dan mengarahkan kami selaku mahasiswa baru, dan mereka juga bisa menjadi qudwah bagi kami. Semoga kedepannya kami bisa meneruskan langkah mandub saat ini,” aku mahasiswa asal Tangerang itu.

 

Penulis: Hemzaa, PPMI Madinah

Editor: Altifani Rizky Hayyu

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *