Battle of Surabaya: Film Animasi Terbaik dalam Ajang Milan International Filmmaker Festival 2017

  •   
  •   

Bicara tentang film animasi, pikiran kita akan langsung tertuju pada Jepang atau Amerika Serikat yang sudah memproduksi berbagai macam film animasi kelas dunia. Mungkin masih belum banyak yang menyadari geliat perfilman animasi Indonesia yang mulai mendunia.

Pada perhelatan festival film bertajuk Milan International Filmmaker Festival 2017 yang diselenggarakan di Milan, Italia 2 Desember 2017 lalu, sineas muda Indonesia menorehkan prestasi dengan dinobatkannya Battle of Surabaya sebagai film animasi terbaik.

Film Battle of Surabaya yang diproduksi oleh MSV Pictures bercerita tentang seorang anak yang bertugas mengantar pesan antar gerilyawan. Latar belakang film animasi ini adalah pertempuran 10 November di Surabaya pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

Mungkin nama MSV Pictures atau MSV Studio belum begitu melekat di benak mayoritas masyarakat Indonesia. Padahal, studio animasi yang berbasis di Yogyakarta  ini telah berdiri sejak tahun 2002. MSV Studio juga merupakan salah satu perusahaan animasi terbesar di Indonesia yang telah memproduksi berbagai macam film dan serial televisi di antaranya Battle of Surabaya, Ajisaka, BOS the Series, Lembah Halilintar dan masih banyak lagi.

Ketua PPI Italia menjadi delegasi dalam penerimaan penghargaan mewakili pihak MSV Pictures yang berhalangan hadir.

Penghargaan atas film Battle of Surabaya diterima oleh ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Italia yang mewakili pihak produser film Battle of Surabaya, MSV Pictures, yang berhalangan hadir. Dipaparkan oleh Bashofi, mahasiswa S3 bidang teknik struktur dan gempa yang mewakili penerimaan penghargaan film terbaik, Milan International Filmmaker Festival 2017 adalah ajang internasional untuk seluruh sineas-sineas di dunia yang meperebutkan trofi di berbagai kategori termasuk di dalamnya animasi, dokumenter film pendek dan lain-lain. Dalam satu tahun, ada 4 kali perhelatan festival film yang diselenggarakan.

Ditambahkan Bashofi, perhelatan festival film diselenggarakan selama 1 minggu di kota Milan.  Festival dimulai dengan pemutaran   film-film yang masuk dalam nominasi dan diakhiri  dengan pengumuman juara dan pemberian penghargaan terhadap masing-masing kategori pada hari terakhir yang merupakan malam puncak  dari Milan International Filmmaker Festival 2017.

Dalam perhelatan ini, KBRI Roma mendukung penuh dengan megirimkan delegasi untuk acara penghargaan . Selain itu, diungkapkan oleh Bashofi, KBRI Roma juga mendukung anak muda Indonesia untuk terus berpartisipasi dan berprestasi dalam seluruh ajang internasional. “Pencapaian ini membuktikan bahwa karya-karya anak Indonesia mampu bersaing dan menorehkan prestasi di kancah internasional,” tutur Bashofi yang juga merupakan ketua PPI Italia. Di bidang perfilman, Bashofi berharap dengan diraihnya prestasi membanggakan ini, akan lebih banyak sineas-sineas muda yang termotivasi untuk melahirkan karya-karya berkualitas yang mampu menorehkan lebih banyak penghargaan di masa yang akan datang. “Saya harap, akan lebih banyak sineas muda Indonesia yang tergerak untuk melahirkan film-film berkualitas di masa yang akan datang.” Tutupnya.

 

Penulis: Fajar Riyantika (Tim Editor PPI Dunia)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *