Thank You Dr. Surin Pitsuwan for Your Dedication

  •   
  •   

Pada tanggal 30 November 2017 lalu, ASEAN telah kehilangan sosok yang telah berdedikasi melayani negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Dr. Surin Pitsuwan pada hari Kamis lalu telah menutup mata selamanya karena serangan jantung di usia 68 tahun. Beliau adalah mantan Sekretaris Jenderal ASEAN yang juga merupakan Menteri Luar Negeri Thailand.

Lahir pada tanggal 28 Oktober 1949, Dr. Surin Pitsuwan adalah seorang siswa yang cerdas saat beliau mengenyam pendidikannya di bidang politik. Beliau adalah penerima beasiswa American Field Service (AFS) exchange student di Minnesota, Amerika Serikat, pada tahun 1967-1968. Dr. Surin kembali ke Bangkok dan berkuliah di Thammasat University selama dua tahun sebelum akhirnya memenangkan beasiswa dari Claremont Men’s College (sekarang Claremont McKenna College) di Claremont, California, untuk menyelesaikan B.A. in Political Science (cum laude) pada tahun 1972. Di tahun 1974 beliau lulus dari Harvard University dengan gelar Master of Arts. Penelitiannya dilakukan di American University di Kairo sebagai pelajar Institute of Higher Council for Islamic Affairs of Egypt dalam kurun waktu 1975-1977 sebelum kembali ke Harvard, di mana dia meraih gelar doktornya pada tahun 1982.

 

Karir politiknya dimulai pada tahun 1986 sebagai anggota parlemen di Thailand sekaligus bekerja sebagai dosen di Thammasat University. Di tahun 1992, Dr. Surin menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sampai tahun 1995. Beliau kemudian menjadi Menteri Luar Negeri Thailand di bawah Perdana Menteri Chuan Leekpai dari tahun 1997-2001. Selama masa ketika menghadapi kepemimpinan ASEAN di Thailand (1999), Dr. Surin memimpin usaha Asia Tenggara untuk membantu memulihkan hukum dan ketertiban dalam Krisis Timor Timur.

Minatnya di bidang keamanan membuat dia aktif di banyak institusi. Beliau bekerja sebagai penasihat International Commision on Intervention and State pada tahun 1999-2001 dan kemudian diangkat sebagai anggota Commission on Human Security PBB sampai tahun 2003. Dr. Surin juga merupakan anggota “Wise Men Group” di bawah naungan Henri Dunant Center for Humanitarian Dialogue (HDC) di Jenewa, menasihati perundingan perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia.

 

Dr. Surin dikenal sebagai politisi veteran. Beliau adalah Wakil Pemimpin Partai Demokrat sekaligus menjabat di National Reconciliation Commission (NRC) di mana tugasnya adalah membawa perdamaian dan keamanan ke pedalaman selatan Thailand. Dr. Surin dinominasikan oleh Royal Thai Government dan disahkan oleh ASEAN Leaders untuk menjadi Sekretaris Jenderal ASEAN periode 2008-2012.

 

Dr. Surin dilaporkan meninggal dunia sebelum berpidato di Bangkok dan dilarikan ke Ramkhamhaeng Hospital, di mana dia dinyatakan meninggal dunia pada Kamis sore karena serangan jantung. Akun resmi ASEAN menyampaikan rasa duka cita mereka “Kami sangat sedih mengetahui bahwa Dr. Surin Pitsuwan, mantan Sekretaris Jenderal ASEAN berpulang hari ini. Ini adalah kehilangan besar bagi Thailand dan ASEAN Community. Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarganya”, demikian dalam akun Twitter resmi ASEAN.

 

Kementrian Luar Negeri Thailand juga menyampaikan belasungkawa mereka kepada keluarga Dr. Surin dengan tweet “Kementrian Luar Negeri Thailand sangat berduka atas meninggalnya H.E. Surin Pitsuwan, mantan Sekretaris Jendral ASEAN. Kementrian ingin mengucapkan belasungkawa yang paling tulus kepada keluarga Dr. Surin”.

Dr. Surin rencananya akan menjadi keynote speaker di event ICOAS bulan Maret tahun depan tetapi Tuhan sepertinya punya rencana lain. Beristirahatlah dalam damai Dr. Surin, dan terima kasih atas dedikasinya.

 

Profil Penulis:

Adli Hazmi adalah mahasiswa Necmettin Erbakan University, Turki dan penerima beasiswa beasiswa pemerintah Turki.

Editor: Fajar R

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *