Khartoum International Holy Quran Awards 2018

  •   
  •   

Asosiasi Quran Sudan menyelenggarakan Khartoum International Holy Quran Awards pada 9-13 Januari 2018 di Khartoum. Acara bergengsi tahunan ini mempertemukan 75 peserta dari 50 negara untuk bersaing dalam Musabaqoh Hifdzil Quran  (MHQ) atau lomba hafalan Al Quran. Tidak hanya dituntut untuk dapat meneruskan ayat yang dibacakan dewan juri, peserta pun dituntut untuk dapat menjelaskan tafsirnya secara singkat.

Pada tahun ini, Indonesia ikut mengirimkan delegasi terbaiknya. Ialah Ustadz Muhammad Saihul Bashir. Mahasiswa semester 5 pada salah satu universitas di Jakarta ini juga merupakan juara 1 MHQ tingkat Nasional di Kalimantan Utara pada 2017 silam. Menurut pemuda yang telah hafal Quran sejak usia 11 tahun ini, lomba kali ini sangatlah berat karena banyak sekali unggulan-unggulan yang ikut serta. “Cukup berat sih, apalagi mereka semuanya merupakan delegasi terbaik dari negaranya. Bahkan ada yang sudah menguasai beberapa ilmu qiroat. Senang bisa berada ditengah orang-orang luar biasa” ujarnya saat berbincang dengan perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan.

Tidak seperti pada MHQ biasanya, sebelum berlomba peserta akan diuji hafalannya oleh para syaikh untuk menguji kelayakan hafalan mereka. “Jadi sebelum lomba kita diuji terlebih dahulu mengenai hafalan kita. Kalau nilainya di bawah 80, maka kita tidak akan diberi kesempatan untuk tampil dalam perlombaan.” Pada perlombaan kali ini, panitia mendatangkan 4 orang dewan juri yaitu dari Qatar, Saudi Arabia, Sudan dan Uni Emirat Arab.

Perlombaan dibuka secara resmi pada 9 Januari 2018. Para peserta dipanggil secara bergiliran sesuai urutan abjad nama para peserta. Delegasi Indonesia baru mendapat kesempatan tampil pada tanggal 11 Januari 2018. Apiknya penampilan delegasi Indonesia, cukup mengundang berbagai media terkemuka di Timur Tengah tertarik untuk mewawancarainya. Bahkan Bashir pun mendapatkan atensi dan apresiasi luar biasa dari hadirin yang turut menyaksikan di arena perlombaan.

Kegiatan Khartoum International Holy Quran Awards pun ditutup secara resmi oleh Presiden Republik Sudan, Jendral Omar Hasan Ahmad Al Basyir di Gedung Persahabatan Sudan pada tanggal 13 Januari 2018 sekaligus pengumuman para pemenang dalam perlombaan tahun ini. Sayangnya pada tahun ini Indonesia belum bisa menjadi juara pada kegiatan tahunan ini. Berikut daftar pemenang Khartoum International Quran Awards: Juara 1 dengan hadiah US$ 40.000 diraih oleh Maroko dengan nilai 99,32, Juara 2 dengan hadiah US$ 30.000 diraih oleh Sudan dengan nilai 99,12, Juara 3 dengan hadiah US$ 25.000 diraih oleh Libya dengan nilai 98,74, Juara 4 dengan hadiah US$15.000  diraih oleh Nigeria dengan nilai 98,55, Juara 5 dengan hadiah US$ 10.000 diraih oleh Kenya dengan nilai 98,21.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *