Are You a Fan of Lord of the Rings? Welcome to Hobbiton Village, Middle Earth!

  •   
  •   

“It’s a dangerous business, Frodo, going out your door”

“Home is behind, the world ahead, and there are many paths to tread through shadows to the edge of night, until the stars are all alight.”
― J.R.R. Tolkien, The Lord of the Rings

Bagi kalian para penggemar trilogy Lord of The Rings atau The Hobbit, kalian pasti akan menyukai kunjungan ke Hobbiton Village, Matamata, New Zealand. Hobitton Village terletak di kota Matamata kawasan Waikato.

Pasti seru berkunjung ke New Zealand, bagaimana tidak? Seluruh film Lord of The Rings dan The Hobbit difilmkan di seluruh New Zealand, apalagi kalian para penggemar film Lord of The Rings. Semuanya tersebar dari North Island hingga ke South Island. Peter Jackson sendiri yang memilih New Zealand sebagai tempat lokasi syuting film Lord of The Rings, karena dia percaya New Zealand menyerupai imajinasi fiksinya J.R.R Tolkien.

 

Hobbiton, Where the Journey Begins

Rumahnya sang jagoan Samwise Gamgee

Awalnya rumah para Hobbit atau Hobbiton Village dibuat untuk kepentingan syuting film, namun pihak studio membeli lokasi tersebut dan dibuka untuk tempat umum dan akhirnya dijadikan tempat wisata. Tempat wisata ini dapat dijangkau hanya sekitar 20 menit dengan mobil dari Matamata Information Centre. Bad news, kalian harus mengikuti tur yang disediakan untuk dapat mengakses ke Hobbiton Village bersama rombongan lainnya. Harga untuk tour tersebut diperkirakan sekitar 70NZD seorang. Good news, kalian dapat mengakses sendiri kafe Hobbiton dan souvenir shop-nya.

Penunjuk arah di dalam Hobbiton

Walaupun harga untuk ikut tour guide agak sedikit menguras kantong, but, trust me, it’s really worth it. Ada juga paket Family Pass bagi kalian yang ingin kesana bersama keluarga, tapi itu hanya untuk 2 orang dewasa dan 2 anak-anak, dan pasti ada juga paket lainnya yang bisa kalian searching di Google. Tentu sang tour guide akan menjelaskan semua hal yang kalian lihat di Hobbiton Village, dari rumah hingga arah matahari terbit dan terbenam. Kalian juga jangan khawatir bila tertinggal dengan rombongan tur karena ada penunjuk arah di dalam Hobbiton Village.

Begitu kalian menginjakan kaki di Hobitton Village, kalian terasa berada di dalam film Lord of The Rings. Walaupun sebagian besar gambar yang kita lihat di desa Hobbit tidak 100% serupa dengan film yang kita tonton dan hanya hasil CGI, tapi excitement-nya tetap ada. Rumah mungil berpintu bulat ini sangat merepresentasikan rumah jagoan kita seperti Frodo Baggins dan Samwise Gamgee. Desa Hobbiton sangat dikelola dengan baik, mulai dari rumah-rumah hobbit sampai ke tanaman dan pepohonan.

Souvenir Shop di Hobbiton Village

Kawasan Hobitton Village ini cukup luas, seluruh rumah dan halaman para Hobbit terletak di desa tersebut, termasuk The Green Dragon. The Green Dragon adalah bar yang dihadiri oleh para Hobbit untuk pergi minum dan berdansa, itu juga tempat dimana Samwise bertemu istrinya. Nah, kalian tentu harus mengunjungi The Green Dragon-nya juga ketika di Hobbiton. Jangan khawatir, The Green Dragon juga menyediakan minuman non-alkohol seperti ginger beer. Tentu sangat nikmat menikmati ginger beer di The Green Dragon, apalagi ketika kalian habis kecapean jalan mengikuti turnya. Minuman tersebut tersedia secara gratis bagi yang mengikuti tour guide. Minuman-minuman dari The Green Dragon juga dijual di souvenir shop bagi kalian yang tidak mengikuti tur.

Berfoto didepan rumah Frodo dan Bilbo Baggins. No Admittance, except on party business

Semua rumah Hobbit dapat kalian akses ke dalamnya, kecuali rumahnya Frodo dan Bilbo Baggins, karena ‘no admittance, except on party business’. Jangan terkejut bila saat kalian membuka pintu rumah Hobbit, karena didalamnya tidak ada apa-apa, yang kalian lihat di film saat mereka melakukan take scene di dalam rumah sesungguhnya dilakukan di studio.

Kalau kalian bukan penggemar film Lord of The Rings, bukan berarti tidak bisa menikmati kunjungan ke Hobbiton. Kalian tetap bisa menikmati fasilitas yang disediakan di Hobbiton Village, dan tentunya masih banyak lagi tempat-tempat di New Zealand yang bisa kalian kunjungi, terutama alam New Zealand yang bisa kalian nikmati secara gratis. Walaupun Matamata adalah kota yang dibilang sangat kecil, tentu saja tempat penginapan pasti tersedia. Banyak opsi seperti booking.com, airbnb.com, hostelworld.com atau tempat backpacker lainnya yang harganya sedikit terjangkau. Sayangnya di kota Matamata tidak tersedia public transport, tetapi karena kotanya sangat kecil maka kalian bisa mengeksplore seluruh kota dengan berjalan kaki.

Ukuran rumah Hobbit yang sangat minimalis.

Jika kalian baru mendarat di Auckland, tersedia juga bus intercity atau ‘manabus’ yang siap mengantar dari Auckland ke Matamata. Mencari makanan tentu juga sangat mudah karena banyak tersedia kafe-kafe, fast-food serta Chinese takeaway di pinggir jalan. Menu halal pun tersedia, biasanya restoran Timur Tengah atau India, atau juga banyak opsi vegetarian menu jika kamu kurang yakin atas kehalalan daging yang tersedia.

So, bagi pecinta trilogy Lord of The Rings atau The Hobbit kalian tentu harus memasukkan desa Hobitton ke dalam bucket list. No admittance, except on party business!

 

Profil Penulis

Ghifari Ganefianto, biasa dipanggil Ghifar, mahasiswa yang akan melanjutkan studi Postgraduate Diploma in Environmental Science setelah lulusnya dari Bachelor of Science in Environmental Science and Geography di University of Auckland, yang juga merupakan anggota PPI Auckland. Ghifar bisa dicari di Instagram @ghifar_double.g

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *