Australian Day: Perayaan yang Selalu dalam Perdebatan

  •   
  •   

Australian Day merupakan perayaan yang terkait dengan identitas negara Australia. Secara umum perayaan ini mirip dengan perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus di Indonesia. Perayaan ini didasarkan pada kedatangan pertama kali koloni Inggris di daratan Australia pada tanggal 26 Januari 1788. Hal yang membuat hari raya ini cukup memicu perdebatan karena menurut sebagian warga negara Australia, terutama dari ras Aborigin, merayakan hari tersebut sama dengan perayaan terhadap kolonialisasi sebuah negara. Tetapi, pada kenyataannya, perayaan ini tetap dilakukan setiap tahunnya.

Australian Day biasa dilakukan dengan berbagai perayaan meriah seperti berbagai perlombaan, konser musik, dan parade di seluruh Australia. Acara seperti lomba melempar sepatu boot, perlombaan footies yang merupakan khas Australia, serta perlombaan seperti balap lari dipraktikan di seluruh negara bagian Australia. Untuk meramaikan acara ini, biasanya warga berkumpul di pusat kota dan pantai dengan membawa makanan serta spanduk-spanduk yang terkait dengan Australia. Di samping itu tentunya perayaan dengan kembang api dan penampilan dari artis lokal juga dilakukan untuk menghibur warga.

Keseruan parade di Melbourne

Di samping aksi perayaan, terdapat pula aksi protes yang dilakukan berbarengan dengan perayaan tersebut. Aksi protes terhadap Australian Day biasanya dilakukan di pusat kota dengan mambawa atribut dan bendera Aborigin diikuti dengan spanduk dan kata-kata protes oleh pesertanya. Para pengunjuk rasa biasanya juga meyuarakan pendapat mereka satu persatu terkait dengan penolakan terhadap Australian Day yang dianggap sebagai perayaan terhadap invasi yang dilakukan oleh Koloni Inggris. Mareka beranggapan bahwa tidak selayaknya sebuah kejahatan itu dirayakan, mengingat penderitaan yang ditimbulkan oleh invasi tersebut masih dirasakan oleh suku Aborigin hingga saat ini. Pada kenyataannya, suku Aborigin masih mendapat banyak diskriminasi, kesulitan mengakses pendidikan dan kesehatan, serta banyak perilaku buruk yang mereka terima.

Terlepas dari perdebatan masing-masing pihak, secara resmi Pemerintah Australia tetap merayakan Australian Day sebagai hari raya resmi secara keseluruhan di seluruh negara bagian sejak tahun 1994. Di masing-masing kota perayaannya disesuaikan dengan kondisi dari negara bagian. Di tempat yang cenderung sepi seperti Adelaide dan Canberra, perayaan lebih banyak dilakukan secara santai dengan berpiknik sekeluarga di taman-taman kota dengan menggunakan atribut Australia. Di kota yang terkenal dengan pantainya seperti Gold Coast, perayaan meriah dipusatkan di pantai dan Surfers Paradise dengan mengadakan berbagai pertunjukan dan perlombaan. 

Bagi kalian yang ingin menyaksikan dan berpartisipasi secara langsung dalam acara Australian Day, mengetahui informasi jenis perayaan pilihan di tiap-tiap negara bagian merupakan keharusan. Pilihan akomodasi dengan haga terjangkau dapat ditemukan secara mudah menggunakan booking.com, airbnb.com, dan lain-lain.  Akses jalan selama perayaan Australian Day akan menjadi terbatas karena terjadi penutupan di beberapa daerah dan perubahan rute dan jadwal transportasi umum. Jadi, pastikan perjalanan kalian terencana dengan baik ketika mengunjungi Australia saat perayaan Australian Day.

Di Melbourne sendiri, tempat saya tinggal, kegiatan lebih difokuskan di Federation Square dan sekitaran Melbourne Central Station. Perayaan lebih difokuskan pada parade keliling kota dengan memakai dan membagikan atribut terkait dengan Australia. Selain itu juga ada beberapa pertunjukan musik yang disertai panggung dilakukan untuk memeriahkan parade tersebut. Beberapa arus jalan dan kendaraan umum ditutup untuk mendukung perayaan tersebut. Berbagai pakaian kedinasan dan atribut terkait Australia bermunculan di seluruh kota. Selain itu juga ada pidato resmi dari pemerintah kota terkait dengan perayaan Australian Day yang diharapkan dapat meningkatkan rasa persatuan negara Australia yang menjunjung tinggi demokrasi dan penghargaan terhadap perbedaan. Sungguh pengalaman yang menarik jika melihat perayaan Australian Day yang di satu sisi mengagungkan Australia sebagai sebuah bangsa dan di sisi lain memprotes invasi Inggris yang dulu dilakukan di Australia. Dua hal tersebut dilakukan pada hari dan tempat yang sama, namun tetap dilakukan secara damai dan saling menghormati. Semoga bisa menjadi pelajaran juga bagi bangsa Indonesia untuk mengerti pentingnya saling menghargai walaupun berbeda.

 

 

Profil Penulis:

Randy Taufik (Master of Laws in the University of Melbourne & Director of External Relations PPI Australia).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *