Cerita Cinta Dari Verona

  •   
  •   

“What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.”

William Shakespeare, Romeo and Juliet

 

Adalah Verona, suatu kota di utara Italia, tepatnya di Region Venneto.  Satu kota  kecil nan cantik yang menyimpan cerita cinta dari abad pertengahan yang di tuliskan kembali  dalam bentuk tragedi teatrikal oleh William Shakespeare dengan judul Romeo and Juliet atau Romeo e Giulietta dalam bahasa Italia.

Verona dari atas bukit

Kisah cinta dua remaja yang berasal dari dua keluarga yang bertikai di Verona pada zamannya  harus berakhir tragis karena keduanya tewas dengan meminum racun. Dari cerita cinta klasik yang di-endorse oleh Shakespeare inilah kota Verona didatangi banyak pengunjung. Seandainya kejadian yang sama terjadi saat ini di Italia mungkin akan langsung dilakukan penyelidikan dugaan keterlibatan keluarga mafia. Sementara kalau kejadian itu terjadi di Jakarta pada saat ini, paling–paling hanya akan masuk koran Poskota atau Lampu Hijau lengkap dengan jenis racunnya, apakah itu insektisida jenis obat nyamuk, cairan pembersih lantai ataupun cukrik.

Untuk mendatangi kota asal cerita Romeo dan Julliete ini bisa di tempuh dari Milan ataupun Bologna dengan menggunakan kereta regional (semacam kereta KRL)  dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 20 menit, tiket dan jadwal kereta bisa dilihat di sini www.trenitalia.com, pilih tujuan Verona Porta Nuova.  Teman-teman tidak perlu membeli tiket bus lagi untuk berkeliling kota, siapkan saja kaki yang kuat dan koyo untuk mengobati kaki pegal atau kram setelah keliling kota.  

Arena

Masuk ke kota Verona akan di sambut oleh Arena, sebuah amphitheater yang dibangun zaman Romawi dan masih digunakan sampai sekarang untuk pertunjukan opera dan musik dengan harga tiket opera mulai dari 25 EUR. Seperti halnya kota-kota Italia dengan tata kota berbentuk lingkaran dengan alun-alun sebagai pusat kota (centro), maka Verona juga demikian. Pusat kotanya ada di Piazza Delle Erbe yang biasanya ada macam-macam festival dan pasar  dadakan tergantung musimnya. Di Piazza Delle Erbe ini ada Torre Dei Lamberti, sebuah menara  yang terbuat dari bata merah yang di atasnya terdapat jam dinding ukuran raksasa.

Di Piazza delle Erbe ini banyak terdapat restoran, pizzeria dan kafe. Ada pula toilet umum yang cukup besar dan bersih. Mungkin karena banyaknya turis pemerintah setempat  berinisiatif membangun fasilitas toilet umum. Dari Piazza delle Erbe ini  sudah terlihat  tanda-tanda petunjuk arah untuk menuju ke rumahnya Juliet (Casa di Giulieta) dan rumahnya Romeo (Casa di Romeo).

Rumah Juliet

Di rumah Juliet akan ditemui dinding yang penuh coretan nama–nama pasangan, selain coretan ada juga yang menempelkan stiker dan post-it note.  Di sebelah dinding coretan ada pagar  dengan gembok warna–warni yang tertulis nama-nama pasangan, ceritanya biar cintanya abadi, layaknya cinta Romeo dan Juliet.

Atraksi utama dari rumah Juliete adalah patung Juliet yang terletak di halaman.  Entah mengadopsi kepercayaan pagan dari mana, tradisi pengunjung  yang ke sini adalah foto sambil memegang payudara patung Juliet. Sungguh bukan objek wisata yg baik untuk anak-anak di bawah umur.

Kalau ada duit berlebih bisalah masuk ke dalam rumah Juliet dengan membayar sekitar 6 EUR.  Di dalam rumah Juliet bisa masuk ke kamar tidur Juliet sambil foto-foto di balkon biar lebih menghayati romansa cinta mereka, karenanya banyak pasangan yang foto–foto di balkon ini. Jadi untuk para jomblo atau yang habis di tinggal pacar, saya sarankan jangan masuk ke rumah Juliet, berat kamu tidak akan sanggup, daripada memancing huru–hara karena hati yang merana lebih baik cari spot-spot foto yang instagramable  saja di seantero Verona.

Patung Juliet

Tidak sampai 500 meter dari rumah Juliete ada rumah Romeo. Ternyata si Romeo dan Juliet hidup satu RT, tidak heran mereka bisa bertemu dan saling jatuh cinta, satu kegiatan karang taruna ternyata dulunya. Rumahnya Romeo tidak sedramatis rumah Juliet, hanya sebuah gedung ala medieval yang terbuat dari batu bata  dan tidak ada patung Romeo juga. Suatu bukti bahwa wanita lebih laris untuk dikomersilkan daripada laki-laki.   

Kalau mau lebih menghayati  cerita Romeo dan Juliet perjalanan bisa di lanjutkan ke makamnya Juliete (Tomba di Giulieta)  yang berjarak satu kilometer lebih dari rumah Romeo, mungkin teman-teman ada yang ingin ziarah kubur ke makamnya Juliete dan mendoakan agar arwah almarhumah diterima di sisi Tuhan.

Untuk mendapatkan foto–foto yang Instagramable bisa melipir ke Castelvechio (jembatan tua) dan menyeberangi sungai menyusuri bagian kota yang lain lalu foto–foto di atas bukit atau pinggiran sungai. Datanglah saat musim semi, saat bunga-bunga mawar bermekaran maka akan terasa romantisme medieval-nya.

Sebelum ke Verona jangan lupa cek ramalan cuaca dulu, karena sewaktu saya ke Verona ternyata hujan seharian, foto-fotonya jadi kurang maksimal. Terakhir saya sarankan dandan yang cakep karena orang–orang di Verona banyak yang good looking dengan gaya fesyen yang clean, elegan dan tidak flashy.  Siapa tahu pas lagi jalan bisa kenalan sama yang good looking di Verona, mungkin seseorang dari keturunan keluarga Capulete atau dari keluarga Montague.   

 

Profil Penulis:

Primaditya Riesta, atau Ita adalah MBA candidate di Bologna Business School. Anggota PPI Emilia Romagna. Tulisannya terdapat di Kompasiana dan juga blog pribadinya itaitay.blogspot.it. Berniat jadi entrepreneur dan penulis full-time. Bisa disapa di Instagram @ita_itay.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *