Catatan dari Upacara Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Bapak H. M. Jusuf Kalla oleh Universitas Hiroshima

  •   
  •   

Hiroshima, Rabu, 21 Februari 2018, bertempat di Aula Rektorat Universitas Hiroshima pukul 13.30 JST, Wakil Presiden H. M. Jusuf Kalla menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dalam bidang perdamaian dan pembangunan. Sebelumnya beliau telah mendapatkan sepuluh gelar kehormatan dari berbagai universitas, baik dari universitas di dalam maupun luar negeri. Gelar kehormatan ini merupakan yang ke sebelas bagi beliau, dan merupakan gelar kedua yang diberikan di tahun 2018 ini. Penganugerahan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Hiroshima, Prof. Mitsuo Ochi. Dalam sambutannya Ochi sensei memaparkan jika apa yang telah dilakukan oleh Jusuf Kalla dalam bidang kemanusiaan sejalan dengan visi Universitas Hiroshima, yakni: Semangat yang Mendambakan Perdamaian.

Bapak H. M. Jusuf Kalla bersama Rektor Universitas Hiroshima Mitsuo Ochi sesaat setelah penganugerahan gelar Honoris Causa

Beliau mengatakan bahwa gelar Doktor Kehormatan dianugerahi kepada beliau atas prestasi yang diraihnya dalam mempromosikan berbagai kegiatan dan aksi perdamaian seperti bekerja keras menyelesaikan masalah konflik di Indonesia selama bertahun-tahun. Sudut pandang luas dari berbagai aksi kemanusiaan tersebut juga dapat membantu Universitas Hiroshima untuk lebih maju menuju era globalisasi. Beliau juga berharap agar Jusuf Kalla dapat membantu Universitas Hiroshima untuk kembali masuk dalam daftar perguruan tinggi tujuan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia, mengingat tingginya antusias calon mahasiswa dari Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah mereka di kampus ini.
Upacara penganugerahan gelar kehormatan tersebut dimulai sekitar pukul 13.15 JST dan berlangsung dengan khidmat hingga pukul 13.45. Turut hadir dalam acara ini Ny. Mufidah Kalla, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Arifin Tasrif beserta istri, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo Alinda Medria Zain, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Utusan Khusus Presiden untuk Jepang Rachmat Gobel, dan mantan Dubes RI Muhammad Lutfi beserta rombongan, 30 orang mahasiswa Indonesia, 30 orang staf akademik serta non-akademik Universitas Hiroshima, Rektor dan mantan Rektor serta beberapa staf akademik Universitas Hasanuddin Makassar, Ketua PPI Dunia, Perwakilan PPI Jepang, Ketua PPI Chugoku, Ketua PPI Kansai, Ketua PPI Hiroshima, Ketua PPI Osaka – Nara, beberapa orang pers dari dalam dan luar Jepang, serta beberapa undangan lainnya.

Bapak H. M. Jusuf Kalla menyampaikan sambutan

Acara ini tertutup untuk umum dan bagi mahasiswa yang hadir pun diwajibkan mengisi form pendaftaran terlebih dahulu. Pendaftarannya sendiri dibuka seminggu sejak acara dan ditutup beberapa hari setelahnya dikarenakan banyaknya pendaftar, akan tetapi kuota untuk mahasiswa cukup terbatas. Pendaftaran dibagi untuk dua sesi: upacara penganugerahan gelar serta kuliah umum oleh Jusuf Kalla. Terdapat jeda lima belas menit di antara kedua sesi acara. Sesi kedua rangkaian acara ini dimulai pada pukul 14.00 JST dihadiri oleh 40 orang mahasiswa lainnya di samping para undangan yang sebelumnya ikut menyaksikan acara di sesi pertama. Para mahasiswa Indonesia yang turut hadir berasal dari berbagai daerah, dari Sabang hingga Merauke, serta terdapat pula beberapa mahasiswa asing dari berbagai negara yang juga turut mendaftarkan diri untuk menghadiri acara ini.

Bapak H. M. Jusuf Kalla bersama para Mahasiswa Indonesia yang ada di Jepang

 

Dalam kuliah umumnya yang bertajuk: The Incompatibility Between Conflict and Civilization, Jusuf Kalla menyampaikan rasa simpatinya kepada masyarakat Jepang, khususnya Hiroshima dan Nagasaki, dimana pada tahun 1945 kedua kota ini dijatuhi bom atom nuklir yang memporak-porandakan hampir seluruh wilayahnya. Hal tersebut tentunya menjadi suatu mimpi buruk bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Konflik merupakan hal yang tidak pernah sejalan dengan peradaban manusia karena dapat merusak tatanan hidup manusia, serta melukai harga diri kita sebagai manusia.

“Konflik tidak akan pernah memperlihatkan kepada kita betapa indahnya masa depan”, ungkap beliau dalam kuliah umumnya. Dalam sesi ini juga, dua orang hadirin diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan. Sebelum mengakhiri kuliahnya, beliau mengutip sebuah ungkapan Jepang yang cukup mendalam dan tentu dapat menjadi suatu bahan pelajaran bagi kita semua: “Tiga puluh enam rencana bagaimana memenangkan peperangan tidak akan sebaik sebuah rencana untuk mundur dari pertarungan”. Di akhir seluruh rangkaian acara tersebut, Bapak Jusuf Kalla beserta rombongan menyempatkan untuk berfoto bersama mahasiswa serta masyarakat Indonesia yang hadir dalam acara tersebut, dan beliau juga mengapresiasi permintaan beberapa mahasiswa asing yang ingin mengambil gambar bersama beliau.

Bapak H. M. Jusuf Kalla berfoto bersama para Mahasiswa dan Masyarakat Indonesia di Jepang

Hak asasi manusia dan segala hal yang terkait dengan kemanusiaan tentunya dapat hancur jika kita tidak bisa menyikapi perbedaan dengan baik. Jangan mudah terhasut oleh berbagai isu yang dapat melukai keberagaman kita, dan hargailah segala bentuk perbedaan yang ada dalam lingkungan kita. Berbeda itu indah dan perbedaanlah yang membuat hidup kita berwarna. Tetap harumkan nama Indonesia di mata dunia, tetap dukung segala karya anak bangsa, dan tetap banggalah menjadi Warga Negara Indonesia dimana pun kalian berada.
Salam hangat dari negeri sakura untuk semua anak bangsa di mana pun berada!

Penulis :
Adriani Mutmainnah
Island Biology – Miyajima Natural Botanical Garden of Hiroshima University

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *