Hukum Gadai Syariah Antarkan Pelajar Indonesia ini Lulus Cum Laude

  •   
  •   

Irhamni Rofiun, Wakil Koordinator 1 Kantor Komunikasi PPI Dunia, dalam sidang thesis 1 Maret 2018.

Kamis lalu tepat tanggal 1 Maret 2018, Irhamni Rofiun, salah seorang mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan master di Universitas Ezzitouna, Tunisia baru saja menempuh sidang thesis sebagai syarat akhir untuk menyelesaikan studinya. Irhamni yang mengambil jurusan Syariah dan Hukum dengan konsentrasi Fikih Muamalah, ekonomi Islam mengangkat judul ‘Sekelumit Hukum Gadai dalam Fikih Islam dan Aplikasinya dalam Praktek Bisnis Modern di Indonesia’ untuk tugas akhir (thesis) jenjang master pendidikannya.

Irhamni memilih judul dan tema yang berkaitan dengan hukum gadai syariah bukan tanpa alasan. Ia mempertimbangkan kebutuhan manusia, masyarakat Indonesia khususnya, akan uang yang membuat transaksi gadai marak dilakukan dikalangan masyarakat. Meskipun demikian, mayoritas masyarakat Indonesia melakukan transaksi gadai melalui lembaga konvensional, bukan lembaga syariah. Oleh karenanya, Irhamni tertarik untuk meneliti bagaimana bank serta lembaga pegadaian syariah  beroperasi di Indonesia, apakah sudah sesuai dengan tuntutan fiqh atau belum. Selain itu, menarik untuk mencari tahu strategi yang dipakai untuk menarik minat masyarakat baik oleh lembaga konvensional maupun syariah. Ditambahkan lagi oleh Irhamni, fakta bahwa mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam menjadi daya tarik tersendiri untuk meneliti praktik pegadaian syariah atau al-rahn ini.

Dalam proses pengerjaan thesisnya, Irhamni menemukan perbedaan yang cukup besar antara penulisan karya ilmiah di negara ia menempuh studi dengan di Indonesia ataupun negara-negara lain pada umumnya. Salah satu perbedaan tersebut adalah dari segi literasi. Irhamni mengatakan, bahwa thesis yang ia kerjakan ditulis dalam bahasa Arab namun hal ini tidak mempersulitnya. “Karena thesis saya ditulis dalam bahasa Arab, referensi justru lebih lengkap dan lebih mudah ditemukan di kawasan Timur Tengah. Selain itu, saya tidak hanya menulis di Tunisia tapi juga pergi ke Mesir dan Arab Saudi untuk mencari sumber referensi.” Ujarnya saat diwawancara.

Meski mendapat referensi yang melimpah, Irhamni juga menghadapi berbagai kendala dalam pengerjaan thesisnya. Ia menjabarkan beberapa hambatan seperti sulitnya memperoleh beberapa informasi terkait nasabah dari berbagai lembaga keuangan, proses penggalian informasi seputar praktik pegadaian syariah di berbagai lembaga keuangan yang memakan waktu, serta proses penerjemahan istilah-istilah perbankan dan keuangan di Indonesia ke dalam bahasa Arab yang membutuhkan ahli di bidangnya.

Terlepas dari proses pengerjaan yang berliku, Irhamni telah melaksanakan sidang akhir dengan baik.  Ia menjelaskan bahwa sidang yang dipimpin oleh Prof. Dr. Abdel Basset Gouader selaku ketua sidang itu berjalan dengan lancar. Guru besar Fikih dan Ushul Fiqih itu amat terkesan dengan keseluruhan isi thesis mulai dari tata bahasa yang mudah dipahami, footnote yang rapih dan lengkap serta kesungguhan penulis dalam memperkenalkan wawasan perbankan dan ekonomi syariah di Indonesia yang memberikan warna baru dalam khazanah literasi Tunisia. Adapun Dr. Ahmed Albouhali selaku penguji dalam sidang tersebut hanya menemukan dua kesalahan teknis berupa salah dalam pengetikan atau typo dalam isi risalah. Secara umum, beliau mengapresiasi penulis terlebih untuk penggunaan bahasa Arab yang fasih saat presentasi. Terakhir dari Dr. Mounir Ben Jammour selaku pembimbing memaparkan bahwa sistem gadai syariah atau Ar Rahn sudah ada sejak zaman nabi, namun kajian kontemporer dalam permasalahan gadai merupakan pembeda dalam thesis Irhamni tersebut.

Para dosen penguji dalam sidang thesis 1 Maret 2018.

Penilaian dilakukan setelah para penguji melakukan rapat tertutup yang memutuskan hasil yudisium penulis dengan predikat Hasan Jiddan atau setara dengan Cum Laude. Segera setelah pengumuman hasil sidang, seluruh peserta, tamu undangan serta teman-teman sesama pelajar Indonesia maupun pelajar asing memberi ucapan selamat kepada Irhamni.

Irhamni memaparkan bahwa dukungan sang ibu yang terus mendorong dan memotivasi dirinya untuk terus berusaha keras. “Beliau (Ummi) adalah orang yang paling mendukung saya untuk meneruskan studi ilmu Islam di luar negeri bahkan sejak saya belajar di Al-Azhar, Mesir.” Tuturnya. Ke depannya nanti, Irhamni telah berencana untuk melakukan riset di bidang wakaf di Indonesia. Riset ini tengah dalam persiapan di bawah bimbingan Prof. Dr. Abdel Basset Gouader yang merupakan ketua sidang thesis Irhamni hari Kamis lalu.

Terakhir, Irhamni berpesan bahwa dalam proses belajar, terutama di luar negeri, kita harus saling mengingatkan. “Saya berharap kita dapat peka dan saling mengingatkan jika di antara teman-teman di sekitar kita ada yang mulai ‘keluar’ dari jalur tujuan utamanya. Selalu ingat tujuan awal dan perbaharui niat setiap kali kita lalai.” Tutupnya.

Bersama para mahasiswa Indonesia di Tunisia dan dosen penguji.

Penulis: Fajar R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *