Berpetualang ke Negeri Mesir

  •   
  •   

Mesir? Yakin mau traveling ke Mesir? Udah yakinin aja! Langsung caw besok ye…

Eh, tapi tunggu dulu sih. Dulu WNI bisa menggunakan Visa On Arrival, jadi sampai Bandara Internasional Kairo kalian bisa langsung beli visa dan masuk Mesir. Karena situasi politik dan hal lainnya, sekarang kalian harus mengajukan visa terlebih dahulu ke kedutaan Mesir di Indonesia dengan harga visa 30 USD. Proses ini akan lama, tapi kalau mau cepat kalian bisa menggunakan jasa travel.

Nah, sekarang kalian bisa nentuin mau pergi ke mana di Mesir. Di sini ada beberapa saran tempat yang pastinya wokeh buat dikunjungi. Kalau Kairo pasti kalian sudah banyak mendengar tentangnya, kan? Nah, kali ini kami akan membahas tentang Gunung Sinai dan Pantai Dahab.      

 

Gunung Sinai

Gunung Sinai terletak di Semenanjung Sinai, Mesir. Merupakan salah satu tempat bersejarah di mana, disebutkan dalam Alquran, Nabi Musa ‘Alaihissalam menerima wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Gunung Sinai juga menjadi tempat bersejarah bagi kaum Yahudi maupun Nasrani, karena banyak peninggalan-peninggalan kuno yang diperkirakan ada sejak zaman Nabi Musa AS.

Menuju Gunung Sinai membutuhkan waktu sekitar 10 jam dari kota Kairo. Karena tidak ada bus yang menuju ke sana, kalian bisa menyewa mobil atau meminta travel agent untuk menyediakan transportasi dan guide. Banyak juga orang Indonesia dan travel agent Indonesia yang menyewakan mobil untuk berkeliling Mesir.

Mahasiswi Indonesia sukses mendaki Gunung Sinai

Biasanya orang yang akan berangkat ke Sinai dari Kairo akan mulai jam tujuh atau delapan pagi, dan akan sampai sekitar jam enam sore. Ada dua tempat wajib yang harus kalian kunjungi di tengah jalan menuju gunung Sinai, yaitu: 1) Benteng Berlief, yang dulunya adalah benteng bekas Israel ketika hendak menjajah mesir, 2) Uyun Musa atau mata air Musa, yang dulunya merupakan 12 mata air yang berasal dari sebuah batu yang dipecahkan Nabi Musa AS dengan tongkatnya untuk memberi minum 12 suku kaumnya.

Untuk hotel, kalian bisa langsung menuju hotel Wadi Muqaddas dengan biaya 100 le ketika sampai di sana. Untuk makan, kalian bisa mencari makanan khas Sinai yaitu ayam bakar Sinai dengan harga sekitar 80 le seporsinya di sekitar hotel. Atau, kalian bisa membawa bekal makanan Indonesia dari Kairo. Banyak restoran Indonesia yang menyediakan jasa katering.  

Umumnya, para pendaki mulai mendaki sekitar pukul satu malam. Dibutuhkan waktu kurang lebih lima jam untuk mencapai puncak Gunung Sinai, jadi kalian bisa menikmati sunrise ketika sampai di puncak nanti. Harga tiket masuk Gunung Sinai sebesar 5 le untuk student dan 25 le untuk tourist.

Tepat di kaki Gunung Sinai kalian akan mendapati biara Saint Catherine yang konon dibangun pada tahun 530 Masehi. Pada musim dingin kalian harus mempersiapkan pakaian yang cukup tebal karena tak jarang terdapat salju. Untuk musim panas hanya berbekal satu jaket pun tidak masalah.

Tinggi Gunung Sinai kurang lebih 2.285 meter  di atas permukaan laut. Medan yang ditempuh pun terbilang curam karena sepanjang perjalanan kalian hanya akan menjumpai bebatuan, tidak ada pohon ataupun rumput (maklum, Mesir hehe). Di perjalanan terdapat 4 pos yang bisa dijadikan tempat beristirahat untuk sekedar minum shay (teh), ataupun memesan Indomie. Di puncak Gunung Sinai juga terdapat gereja yang bersebelahan dengan masjid.

Setelah kalian puas berfoto dengan sunrise di puncak, kalian akan turun (ya pastilah, yakali naik lagi). Setelah itu kalian bisa saja pulang langsung ke Kairo, cuman sebenarnya kurang mantab kalau kalian tidak pergi ke Pantai Dahab, ya mantab lah masa gak pula, itung itung sekali dayung dua pulau terlampaui. Oh iya, perjalanan dari Sinai ke Dahab itu sekitar dua jam.

 

 

Dahab

Dahab merupakan suatu desa yang terletak di pantai tenggara Semenanjung Sinai di Mesir. Perjalanan menuju Dahab ditempuh sekitar dua jam dari Gunung Sinai. Dahab terkenal dengan banyaknya wisata yang ditawarkan, seperti: safari, diving, snorkeling, glass boat, red canyon, dan lainnya. Kesan pertama yang ditemukan ketika sampai di Dahab ialah tempatnya yang begitu tenang dan jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Dahab juga memiliki pemandangan yang indah karena dikelilingi oleh pantai dan pegunungan.

Untuk hotel di Dahab kalian bisa langsung mencari hotel Octopus atau Yasmin. Keduanya memiliki harga yang sama, yaitu 150 le permalam. Untuk kalian yang ingin safari dengan ATV (quad bike) atau diving, snorkeling, kalian bisa bilang ke resepsinonis hotel.

Untuk makanan, kalian bisa temukan banyak restoran Mesir di dekat hotel atau bisa juga menyewa dapur di hotel dan masak sesuka hati kalian di situ. Umumnya, makanan yang dijual ialah seafood karena Dahab berada di dekat pantai.

 

 

 

LUXOR dan ASWAN

Mau tau apa yang lebih mengagumkan daripada piramida atau museum Tahrir ? Luxor dan Aswan jawabannya. Tidak lengkap rasanya kalau pengagum Mesir kuno tidak pergi ke Luxor dan Aswan.

Luxor, atau Al Aqsar, adalah sebuah kota modern yang terletak di kedua tepi timur dan barat Sungai Nile di Mesir bagian utara. Dibangun di bekas lokasi Thebes, ibu kota Mesir kuno yang terkenal (2052 SM). Raja-raja Firaun memerintah di sini, menciptakan peradaban yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.

Tanah-tanah padang pasir bagian baratnya yang pada masa lalu dikenal sebagai “kota kematian” ialah tempat di mana semua penerus Dewa Amun dimakamkan bersama kekayaan yang dapat dibawa ke kehidupan abadi (menurut kepercayaan mereka). Menyimpan catatan koleksi seni dan catatan arkeologis Mesir purba yang berlimpah, sebagian bahkan dirunut kembali sampai 3000 SM. Penggalian terakhir dilakukan di atas makam Fir’aun kecil, Tutankhamun, yang penuh dengan perhiasan emas, patung dan surat berharga.

Kota Luxor bukan kota yang indah seperti Maldives dengan pantainya atau Indonesia dengan gunung dan hutannya. Namun, ketika kalian menginjakkan kaki di Luxor dan melihat kuil-kuil para raja mesir kuno dari zaman tahun 2000an SM, kalian seakan ditarik kembali ke tahun SM. Dijamin kalian akan merasakan decak kagum yang sangat!

Ada beberapa cara kalian bisa pergi ke Luxor. Yang pertama, dengan kereta api. Karena Mesir masih dalam tahap PDKT dengan teknologi milenial sekarang ini, kalian hanya bisa membeli tiket kereta di stasiun Ramses. Harga kereta mulai dari 57 le sampai dengan 500 le, tergantung kelas kereta api. Kalian bisa lihat harga, kelas kereta, dan jadwalnya dengan cara men-download aplikasi Rail Egypt di Playstore. Jarak yang ditempuh sekitar 11 jam.

Yang kedua, dengan pesawat. Harga tiket pesawat kisaran 500-800 le. Kalian bisa membeli dari kios-kios agen tiket terdekat. Jarak yang ditempuh dengan pesawat ke Luxor hanya satu jam saja.

Yang ketiga yaitu dengan mobil. Kalian bisa menyewanya dari rental mobil terdekat dari hotel. Atau, kalau kalian tidak mau ribet karena mungkin akan diminta berkas bermacam macam jika menyewanya dari orang Mesir, kalian bisa menyewanya dari rental orang Indonesia di kawasan Hay Asyir dan Hay Sabi’. Harganya pun termasuk murah.

Yang terakhir adalah dengan bis. Kalian bisa membeli tiketnya lewat www.go-bus.com atau secara langsung di Ramses Station. Harga yang ditawarkan pun berbeda dari 125-285 le, tergantung dengan kelasnya. Waktu yang dibutuhkan sekitar 10 jam, lebih cepat daripada kereta api.

Disarankan untuk naik transportasi malam hari untuk menghemat biaya. Untuk hotel di Luxor kalian bisa langsung menuju hotel Emalio dengan harga $15 permalam. Atau kalian bisa mencari nya di Google atau ketika sampai Luxor nanti.

Kota Luxor untuk tempat wisata terbagi menjadi dua, Luxor barat dengan Luxor timur. Untuk Luxor timur kalian akan disuguhi dua temple yang sangat indah, yaitu Karnak Temple dengan Luxor Temple.

Apa itu Luxor Temple dan Karnak Temple? Siapa yang membuatnya? Dibina tahun berapa? Kalian bisa cari di Google ya, kalau ditulis di sini kebanyakan nanti, dan kalian pasti males bacanya, haha. Jika kalian ingin pergi ke Luxor Temple dari Karnak Temple atau sebaliknya, kalian bisa naik angkutan umum bentuknya seperti angkot dengan harga 1,5 le.

Luxor Temple

Di sekitar sungai Nile ada semacam perahu layar yang bernama Falluca. Kalian bisa menikmati senja dari atas perahu ditemani dengan sejuknya angin sore. Tempat Falluca ini terletak di belakang Luxor Temple. Biasanya mereka meminta bayaran per jam, sekitar 20 le per jam dan per orang. Pintar-pintar saja nawar, kalian bisa dapat harga yang lebih murah, haha.

Falluca

Oh iya, untuk makanan kalian bisa membeli bahan makanan di pasar Luxor. Kalian bisa tanya resepsionis hotel lokasinya. Lalu kalian bisa memasak di dapur hotel.

Atau kalian males masak? Kalian bisa ke restoran Hati Harif, yang letaknya di depan stasiun kereta api. Harganya murah dan menunya enak-enak. Recommended banget sih.

Untuk Luxor barat, untuk sekedar pindah lokasi kalian bisa naik perahu umum untuk penyebrangan. Tempatnya berdekatan dengan perahu-perahu Falluca. Apabila ingin explore Luxor barat, disarankan untuk menyewa kendaraan karena angkutan umum di Luxor barat tidak sebanyak di Luxot timur. Jika kalian lebih dari lima orang, sewa saja HIACE. Minta saja kepada resepsionis hotel, biasanya kalian akan ditawari sharing dengan turis atau pribadi saja. Atau jika kalian kurang dari lima orang, maka lebih baik kalian stop salah satu taksi dan deal harga dengan mereka.

Di Luxor barat ada empat tempat. Valley of The King (bukan Via Vallen ya), Hatsepsut Temple, Madinet Habu, dan Colossi of Memnon. Ada juga tempat naik balon udara di Luxor barat, dekat dengan Colossi of Memnon. Biasa balon udara naik pukul 5 pagi, jadi kalian harus berada di lokasi sebelum pukul 5 pagi. Dan pesannya harus minimal satu hari sebelum hari H. Harganya pun berbeda-beda. Paling mahal biasa di bulan Desember, Januari, Februari. Kalau kalian tidak ada budget, kalian bisa pergi ke tempatnya dan numpang foto-foto saja, yaa karena mejeng foto adalah sebagian proses naik. Haha.

Sebenar-benarnya hari di Luxor itu pas, tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lama. Sebenarnya kurang lengkap kalau kalian menempuh perjalanan sekitar 11 jam dan kalian tidak pergi ke Aswan juga. Kotanya pun sama indahnya dengan Luxor dan jaraknya hanya 3 jam perjalanan. Hitung-hitung sekali dayung dua pulau terlampaui, ya kan?

Aswan adalah kota bagian selatan Mesir yang berjarak 904 km dari Kairo. Kota Aswan dibelah oleh sungai Nile dengan pemandangan serba alami. Cocok dikunjungi di kala musim dingin.

Dalam bahasa Mesir kuno, kata Aswan dikenal dengan nama Suno. Namun, ketika Islam datang ke Mesir, muslimin menamakannya Aswan. Untuk ke Aswan dari Luxor kalian bisa menggunakan kereta api dengan harga 10 le – 60 le. Atau angkutan umum antar kota bisa kalian temui di stasiun angkutan umum antar kota dengan biaya 35 le. Bisa juga dengan bus yang biasa terlihat tak jauh dari stasiun kereta api. Atau dengan transportasi high class seperti pesawat dan kapal yang menyusuri sungai Nile dari Luxor hingga Aswan. Dijamin kalian akan terlena dengan keindahan sungai Nile dan juga pemandangan tak tergantikan. Sayangnya, kalian harus merogoh kantong kalian lebih dalam karena kisaran harga untuk pergi dengan kapal itu sekitar $200.

Jika kalian hanya ingin ke Aswan saja dari Kairo kalian bisa membeli tiket bus atau kereta api dari stasiun Ramses Kairo. Untuk penginapan di Aswan kalian bisa pergi ke Basma hotel dengan harga $13 permalam. Lokasi nya pun dekat dengan pasar Aswan dan restoran-restoran Mesir. Dan Insya Allah makanannya cocok untuk lidah asia kita.

Untuk explore Aswan, ada beberapa tempat recommended, yaitu: Philae Temple, High Dam, Nubian Village, Ferial Garden, Nubian  useum, dan Abu Simble. Kalian hanya butuh transportasi khusus untuk ke Philae Temple, High Dam dan Abu Simble saja karena transportasi umum susah ditemui untuk ke sana.

Untuk ke Nubian village kalian harus pergi dengan perahu dan memakan waktu sekitar 45 menit dengan harga 20 le per orang per jam. Biasanya, kalian hanya akan diberi waktu 1 jam untuk explore Nubian Village oleh supir perahu. Waktu yang paling enak untuk pergi yaitu sekitar jam 10 pagi karena penduduk Nubian masih terlelap di bawah jam 10 pagi. Ketika sore tiba kalian bisa memilih dua cara menikmati senja di Aswan, yaitu dengan berada di atas air alias naik Falluca dengan biaya 20 le per orang dan per jam, atau dengan melihat semua aktivitas sungai Nile dari atas alias dari Ferial Garden karena tempatnya yang tinggi seperti bukit. Dijamin kalian akan melihat ‘best view ever’ in Aswan deh!

Abu Simble

Nah, ada sedikit yang menarik dari Abu Simble. Abu Simble adalah sebuah kota kecil bernuansa khas Mesir kuno. Berjarak sekitar 3 jam dari Aswan, Abu Simble adalah kota yang berbatasan dengan Sudan. Memasuki kota ini seakan kita ditarik kembali ke masa kedigdayaan Firaun ketika berkuasa. Terbukti semua orang pasti berdecak kagum ketika memasuki kompleks Abu Simble. Saran dari penulis: Kalian jangan sampai tidak pergi ke Abu Simble. Jangan sampai pokoknya!

Sekian ringkasan tempat menarik yang perlu kalian kunjungi di Mesir, ya. Untuk info lebih tentang Mesir kalian langsung aja kepoin ig @ppmimesir, guys. Banyak banget info yang pasti bakal kalian dapat nantinya.

Thankiw udah baca tulisan gue, ya

Qalam Eka Maulana (@faikalamaul), Akhmad Zaini Arifin (@zain_jumro)

Seluruh foto adalah dokumentasi pribadi dari penulis dan rekan lain.

 

You may also like...

1 Response

  1. Ila says:

    Menarik perkongsian penuh ilmu tq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *