UNPLUGGED: Memaksimalkan Potensi Indonesia Melalui Start Up Digital

  •   
  •   

Pada hari Minggu 7 April 2018 di aula hotel  Holiday Inn Express kota Beijing, Tiongkok, seminar bertajuk SIDE (Start up, Inovation, Digital, dan Entrepreneur) diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tiongkok (PERMIT), Beijing.

Sebagian dari kita tentu tidak asing dengan Go-Jek, Tokopedia, Traveloka dan lainnya, yang merupakan cikal bakal start up digital.  Sebagian dari kita tentu tidak asing dengan Go-Jek, Tokopedia, Traveloka dan lainnya, yang merupakan cikal bakal start up digital.  Pada seminar SIDE saat itu, lebih dari 150 pelajar dan masyarakat Indonesia di kota Beijing turut berpartisipasi. Para peserta memiliki latar belakang berbeda baik bidang teknik, komputer, sains, ekonomi, sosial, bahasa, bahkan kedokteran.

Sambutan via video call oleh Bapak Menkominfo, Rudiantara.

Acara dibuka dengan video call dari Menteri Komunikasi, Informasi, (KOMINFO) Bapak Rudiantara yang sedang berada di Indonesia. Bapak Menteri memberikan motivasi serta menekankan pentingnya peranan pemuda dalam industri e-commerce di era digital seperti sekarang. ”Di era digital ini,  e-commerce atau platform aplikasi  bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Bapak Menteri dalam sambutannya melalui video call.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan ke agenda utama yaitu seminar terkait start-up digital. Beberapa pembicara diundang untuk mengisi acara seminar tersebut. Salah satu diantaranya adalah Yansen Kamto, pemilik perusahaan Kibar Indonesia yang bergerak di bisnis start up digital. Melalui gerakan 1000 start up digital, Yansen Kamto percaya bahwa Indonesia dapat berkembang dan menjadi lebih baik dalam kualitas pengembangan start-up melalui jejaring IT.

Yansen Kamto dalam presentasinya mengenai start-up digital

Yansen Kamto sebagai pimpinan utam Kibar Indonesia memiliki tekad yang kuat mengembangkan start up digital untuk Indonesia yang lebih baik. “Untuk mengembangkan suatu start up digital, beberapa proses yang perlu dilalui  di antaranya  Discovery, Nurture, Incubate, Accelerate, Grow, dan Expand,” ujar Yansen Kamto dalam presentasinya hari itu. Dari pemaparan dan diskusi hari itu, ditarik kesimpulan bahwa Tiongkok dapat menjadi tempat yang tepat untuk belajar tentang digitalisasi dan teknologi demi perkembangan start-up digital di Indonesia di masa yang akan datang.

Setelah pemaparan dan diskusi, acara dilanjutkan dengan mentoring bersama beberapa inisiator muda bisnis start-up, salah satunya Nicole YAP yang merupakan Vice President Digitaraya.  Berbagai masukan dan wawasan terkait bagaimana memulai bisnis digital hingga strategi  pengembangannya diberikan kepada peserta yang sebagian besar adalah pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Tiongkok, terutama kota Beijing.

Wawan HR, salah satu peserta workshop asal Capital Medical University (CMU) yang juga mantan Ketua Permit Beijing 2017, memaparkan peluang yang mungkin dapat dimaksimalkan dengan mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan start-up digital. “Yang dibutuhkan di Indonesia saat ini adalah akses kesehatan yang lebih praktis dan lengkap. Dalam hal ini, teknologi dapat dilibatkan. Misalnya dengan menciptakan teknologi berbasis pelayanan kesehatan masyarakat,“ ujarnya.

Ditambahkan lagi oleh Yansen Kamto bahwa yang terpenting dalam dunia start-up adalah ide di setiap aspek masalah yang ada untuk melahirkan solusi melalui Start Up Digital. Meski latar belakang IT amat dibutuhkan, namun tanpa adanya ide dan wawasan mengenai masalah tertentu, pengembangan start-up akan terhambat.

Akhirnya,  acara yang didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesai (KBRI) Beijing dan diinisiasi PERMIT Beijing ini diharapkan dapat

memberikan pengetahuan dan semangat kepada pelajar Indonesia di negeri Tiongkok tentang pentingnya berkarya untuk negeri sejak dini terutama di bidang start-up digital yang dipercaya mampu mempercepat perkembangan ekonomi di era digital berbasis teknologi dan informasi.

Penulis: Annisa Dewanti Putri, Mahasiswi Teknik Sipil, Beijing Jiaotong University,

Komisi Pendidikan, PPI Dunia

Editor: Fajar R

1 Response

  1. April 16, 2018

    […] UNPLUGGED: Memaksimalkan Potensi Indonesia Melalui Start Up Digital […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *