Hanami di Negeri Sakura!

  •   
  •   

Sakura (桜;さくら), yang mana dalam Bahasa Inggris biasa disebut Cherry Blossom, merupakan bunga dari pohon berjenis Prunus serrulata. Jenis pohon ini tumbuh di beberapa negara di belahan bumi utara seperti Jepang, Korea, Taiwan, Iran dan bahkan di Afganistan. Jepang yang merupakan negara dengan julukan “Negeri Sakura” ini adalah negara yang di setiap kotanya selalu dipenuhi oleh bunga Sakura di musim semi. Nyaris tidak ada satu tempat pun di Jepang yang tidak ditumbuhi bunga Sakura setelah berakhirnya musim dingin. Mungkin inilah yang menyebabkan mengapa Jepang dijuluki sebagai Negeri Sakura. Sakura yang identik dengan bunga berwarna merah muda ini ternyata memiliki banyak jenis, dan yang paling populer adalah White Cherry Blossoms atau dalam Bahasa Jepang disebut Somei Yoshino.

Bunga Sakura sendiri merupakan bunga yang tidak bertahan lama dalam kondisi cuaca yang tidak stabil. Oleh karena itu, mekarnya bunga Sakura selalu menjadi sorotan penting masyarakat Jepang pada umumnya. Saat tiba musim semi, tayangan berita di Jepang berbondong-bondong memberikan penjelasan serta prediksi mekarnya bunga tersebut di setiap sudut negara Jepang lengkap dengan tanggal kemungkinan bunga ini mekar. Sekitar kurang lebih satu minggu Sakura hanya bisa bertahan. Setelah angin yang cukup kencang atau hujan lebat, bunga cantik ini akan gugur secara cepat. Hmm, cantik sih tapi tidak kuat diterpa hujan dan angin ya.

Mekarnya Sakura disambut sangat hangat oleh masyarakat Jepang dengan adanya Hanami. Mungkin bagi kalian yang mengagumi negara Jepang, tidak asing lagi mendengar kata Hanami. Ya, Hanami merupakan tradisi duduk makan bersama di bawah pohon Sakura sembari menikmati bunga yang mekar di musim semi ini. Hanami (花見;はなみ) berasal dari kata Hana (花;はな) yang berarti bunga dan Mi (見;み) berasal dari kata Mimasu yang artinya melihat. Tradisi ini sudah dijalani dari sejak periode Nara (710-794) yang mana sejak periode tersebut bunga yang pertama kali di lihat adalah Ume atau bunga dari pohon Plum. Awal mula periode Heian (794-1185), barulah masyarakat Jepang menaruh perhatian terhadap bunga Sakura.

Sejarah Hanami sendiri hingga saat ini masih banyak bersimpangan dan belum diketahui pastinya. Salah satu stasiun TV di Jepang pernah mengatakan bahwa tradisi makan dan menikmati Sakura di bawah pohonnya ada sejak zaman dimana salah seorang Raja terdahulu yang sedang melakukan perjalanan, kagum melihat bunga Sakura, dan membuatnya ingin berhenti untuk menikmati keindahan Sakura berlama-lama. Di tahun berikutnya, Raja tersebut kembali untuk melakukan Hanami. Kebiasaan tersebut hingga saat ini diikuti oleh masyarakat Jepang setiap musim semi tiba. Yang menjadi alasan masyarakat Jepang melakukan Hanami adalah karena zaman dulu mereka ingin berekreasi setelah sepanjang musim dingin mereka harus berdiam di rumah. Oleh karena itu, mereka sangat menyambut musim semi yang dianggap menjanjikan kehangatan dan keceriaan bagi masyarakat Jepang.

 

Kapan Puncak Bunga Sakura Mekar?

Bagi kalian yang ingin menikmati Sakura, tentunya kalian tidak ingin melewati mekarnya bunga tersebut ketika datang ke Jepang. Hal ini dirasakan oleh semua turis asing yang datang ke Jepang saat musim semi. Mereka berharap Sakura menjadi hal yang bisa mereka temui dan nikmati. Pada dasarnya Sakura mekar pada pertengahan April selama kurang lebih satu minggu. Tapi, untuk kalian yang datang ke Jepang lebih awal, kalian bisa mencari bunga tersebut di daerah Okinawa yang suhunya lebih hangat dari kota lain di Jepang. Selain Sakura, di Okinawa sendiri terkenal pantai yang menyediakan keindahan bagi siapapun yang menikmatinya. Nah sebaliknya, bagi kalian yang datang diantara bulan Mei-Juni, masih ada kesempatan melihat Sakura yaitu di daerah Hokkaido yang suhunya lebih dingin dari kota atau provinsi lainnnya. Tahun ini sendiri, Sakura mekar lebih awal yaitu pada akhir Maret untuk daerah Kinki (Osaka, Kyoto, Kobe, Nara, Wakayama) dan sekitarnya. Mungkin perubahan suhu bumi yang tidak seperti biasanya menjadi penyebab hal tersebut.

Cara Travelling Murah di Musim Sakura

Sakura merupakan satu hal yang dinanti banyak orang yang berkunjung ke Jepang. Tak heran, kalau musim semi merupakan puncak dimana banyak orang dari berbagai negara menghabiskan waktu di Jepang. Ini membuat Jepang harus kewalahan menerima turis asing sehingga hotel-hotel harus menaikkan harga penginapan dan rata-rata full terisi oleh para turis menjelang musim bunga Sakura. Selain hotel, tiket pesawat pun biasanya melonjak tinggi berkali-kali lipat. Untuk menghindari itu semua, ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan diantaranya:

  1. Pesan tiket pesawat jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Hal ini sangat penting, karena kalian tidak akan bisa mendapat tiket dengan harga normal ketika musim semi tiba. Bila memang sudah bulat untuk melihat bunga Sakura, khusus pada musim ini, ada baiknya membeli tiket pesawat satu tahun sebelum kerberangkatan.
  2. Cari penginapan selain hotel dan Ryoukan (penginapan dengan gaya Jepang). Keduanya merupakan hal yang harus dihindari ketika trip pada musim Bunga Sakura, karena harganya akan melonjak tinggi apalagi untuk Ryoukan yang banyak digemari oleh para turis di setiap musimnya.
  3. Gunakan jasa perusahaan tour. Menggunakan jasa perusahaan tour terkadang bisa membuat kita harus lebih banyak mengeluarkan biaya perjalanan. Namun, untuk musim Sakura ini, terkadang banyak perusahaan tour yang menawarkan promo-promo musim Sakura. Mungkin bisa lebih murah karena mereka memesan semuanya jauh-jauh hari untuk kemudian paketnya dijual kepada wisatawan. Di sini, kalian harus memperhitungkan secara detail pengeluaran apabila seluruh perjalanan diurus sendiri dan saat menggunakan perusahaan tour.
  4. Gunakan Japan Rail (JR) Pass. Apa itu JR Pass? JR Pass merupakan tiket transportasi Jepang yang bisa kalian beli di perusahaan-perusahaan tour. Harganya variatif tergantung berapa lama kalian akan menggunakannya selama di Jepang. JR Pass ini bisa dipakai untuk semua transportasi JR (tidak untuk Subway dan perusahaan selain JR) termasuk Shinkansen. Bagi kalian yang ingin menikmati kereta dengan kecepatan 320km/h, kalian bisa gunakan Shinkansen sepuasnya menjelajahi Jepang dengan JR Pass dan pastinya ini lebih murah. Karena, jika kalian tidak menggunakan JR Pass, satu kali perjalanan bisa memakan biaya sekitar 14.450 Yen atau sekitar 1,8 juta Rupiah. Sementara harga JR Pass sendiri sekitar 29.110 Yen atau 3,7 juta Rupiah untuk tujuh hari dan bisa dipakai sepuasnya. Lebih murah bukan?

 

Spots terbaik yang wajib dikunjungi saat Hanami

Ada beberapa tempat wisata yang wajib dikunjungi untuk menikmati bunga Sakura di Jepang. Akan tetapi, tempat-tempat ini akan sangat ramai dikunjungi dari pagi sampai sore hari. Maka dari itu, bagi kalian yang ingin merasakan Hanami sembari menikmati bento (makanan bekal Jepang) di bawah pohon Sakura, kalian bisa datang pagi membawa tikar atau alas lainnya. Sambil bercanda ria bersama sahabat, bernyanyi dan bermain games. Berikut adalah tempat yang menjadi rekomendasi untuk melihat bunga Sakura:

  1. Osaka Castle (Osaka)

Osaka Castle merupakan tempat yang menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun asing untuk menikmati Bunga Sakura dengan berbagai macam jenis. Tempat ini juga merupakan tempat yang paling banyak digunakan untuk Hanami dibawah pohon Sakura. Untuk bisa sampai di Osaka Castle, kalian bisa menempuh perjalanan sekitar sebelas menit dari Stasiun Osaka.

 

 

 

  1. Sakuranomiya (Osaka)

Dari namanya saja sudah terdengar “Sakura”. Sakuranomiya merupakan salah satu tempat di Osaka yang dapat ditempuh menggunakan kereta sekitar empat menit dari stasiun Osaka dimana dipenuhi oleh Bunga Sakura berwarna merah muda yang berderet di pinggir sungai. Bersepeda dipinggir sungai sambil menikmati Bunga Sakura di sini merupakan salah satu pilihan terbaik.

  1. Maruyama Park (Kyoto)

Sakura tidak hanya bisa dinikmati ketika pagi dan siang hari saja, tetap juga malam hari. Maruyama Park ini menyajikan pertunjukkan light up pohon Sakura dimalam hari. Bisa menjadi pemandangan atau foto unik bagi kalian yang tertarik. Perjalanan menuju Maruyama Park bisa ditempuh sekitar lima belas menit dari Bus Stop di Stasiun Kyoto menggunakan bus nomor 206.

  1. Ueno Onshi Park (Tokyo)

Bagi kalian yang sedang berada di Tokyo, Ueno Onshi Park menjadi pilihan yang tepat untuk melakukan Hanami bersama keluarga atau kawan-kawan. Perjalanan menuju Ueno Onshi Park bisa ditempuh sekitar delapan menit dari stasiun Tokyo.

 

Para pencinta travelling, ada baiknya kalian mencoba berwisata Hanami ini. Selain menjadi pengalaman yang menyenangkan dan unik, kalian juga bisa merasakan kehangatan dan kegembiraan di musim semi dengan ditemani bunga-bunga Sakura yang bermekaran. Dijamin deh disetiap sudut kota di Jepang akan sangat indah untuk dipandang ataupun difoto pada musim semi. Juga jangan lupa perhitungan yang tepat dalam budget. Selamat menikmati Hanami!

 

 

Profil Penulis:

Imawati Harun Ruhyana merupakan mahasiswi tingkat akhir di Osaka University of Economics and Law jurusan Global Business dan merupakan Koordinator Kantor Komunikasi Kawasan Asia-Oseania PPI Dunia. Tidak ada blog khusus yang dapat dikunjungi, tetapi kalian bisa menikmati  foto-foto di Jepang melalui instagram penulis @imawatihruhyana atau @tinggaldijepang untuk segala hal berkenaan dengan Negeri Sakura mulai dari makanan, alam dan lainnya. Serta facebook di Imawati H. Ruhyana.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *