Kongres PPI Tiongkok VII tetapkan Fadlan Muzakki sebagai Ketua Umum PPIT 2018-2020

  •   
  •   

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) kembali menggelar kongres ke-7 untuk membahas beberapa agenda penting meliputi pembahasan Anggaran Dasar – Anggaran Rumah Tangga, Garis-garis Besar Haluan Organisasi dan pemilihan Ketua Umum PPIT. Pemilihan Ketua Umum PPIT kali ini dilakukan untuk masa kerja selama 2 tahun ke depan. Kali ini PPIT Cabang Xiamen, Fujian dipercaya menyelenggarakan perhelatan akbar Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok tersebut.

Tahun ini, PPIT menyelenggarakan Kongres Nasional di kampus Huaqiao University, Xiamen. Pembukaan kongres dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak. Pada acara ini, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Tiongkok dan merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun membuka Kongres Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok. Dalam sambutannya, Dubes menekankan pentingnya generasi muda Indonesia di Tiongkok memiliki sikap sebagai mahasiswa dari bangsa yang besar yang siap berkontribusi untuk rakyat dan negaranya.

“Indonesia perlu memanfaatkan hubungan bilateral strategis dan komprehensif dengan Tiongkok. Kedua negara ini diprediksikan akan menjadi negara besar di dunia pada dekade-dekade mendatang,” ujar mantan Duta Besar RI untuk Rusia itu.

Selain itu, ia menyebut berbagai indikator ekonomi yang positif bagi Indonesia untuk bertumbuh menjadi negara yang besar dan kuat. Faktor penting yang membuat negara menjadi besar adalah kecintaan warga negaranya akan bangsa tersebut. Inilah yang ditanamkan pada generasi muda di Tiongkok selama puluhan tahun belakangan ini. Dalam pidatonya, beliau yakin generasi muda Indonesia tetap mencintai dan menyayangi NKRI serta dalam bentuk sekecil apa pun ikut berkontribusi untuk kemajuan bangsa, rakyat, dan negaranya.

“Saya yakin mahasiswa Indonesia di Tiongkok akan berkontribusi pada hubungan antara Indonesia dan Tiongkok dan kelak setelah lulus akan menjadi ‘prime mover’ perjalanan bangsa ke depan termasuk hubungan yang saling menguntungkan dengan Tiongkok,” tutur Djauhari.

Kongres yang dibesut PPIT tersebut bertajuk “Menyongsong Inisiatif ‘the Belt and Road’ untuk Pembangunan Indonesia” juga dihadiri oleh Konjen RI Guangzhou, beserta jajarannya, dan 21 perwakilan cabang PPIT yang mewakili sekitar 14.000 mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Rangkaian kongres dan Simposium Nasional PPI Tiongkok telah mulai dilaksanakan pada tanggal 26 April hingga 29 April 2018 yang ditutup dengan Festival Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI.

Peserta resmi kongres kali ini berjumlah sekitar 100 orang merupakan perwakilan PPI Tiongkok dari 21 cabang, yakni Beijing, Changsha, Chongqing, Guangzhou, Guilin, Hangzhou, Harbin, Hefei, Hong Kong, Nanjing, Ningbo, Nanchang, Shanghai, Shenyang, Shijiazhuang, Suzhou, Tianjin, Wuhan, Wuxi, Xiamen, dan Zhengzhou.

Dalam sidang pemilihan pimpinan lembaga PPI Tiongkok, prosesi ini diawali dengan pemilihan Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), pemilihan Ketua DPO ini dilakukan setelah pengesahan pasal tentang DPO dalam konsitusi PPIT. Poin tersebut mengamatkan organisasi PPIT untuk membentuk sebuah lembaga bernama DPO yang memiliki fungsi legislasi, aspirasi dan pengawasan.

Setelah prosesi pemilihan Ketua DPO selesai, para delegasi yang hadir diberikan kesempatan untuk berdiskusi untuk menentukan seseorang yang dianggap memenuhi kriteria presyaratan calon Ketua Umum PPIT sesuai poin yang tertuang pada AD-ART. Setelah melalui sesi lobby dan diskusi, akhirnya delegasi mengajukan dua nama untuk menjadi Calon Ketua PPI Tiongkok yakni Bagas Deka (PPIT Shanghai) dan Fadlan Muzakki (PPIT Hangzhou).

Pada prosesi sidang pemilihan Ketua Umum PPI Tiongkok, Para kandidat diberikan kesempatan untuk menyampaikan Visi dan Misi serta rencana program aksi yang akan dilakukan jika terpilih nanti sebagai Ketua Umum PPIT, kedua kandidat kemudian diberikan waktu diskusi dengan para delegasi melalui sebuah sesi tanya jawab.

Setelah melalui proses diskusi dan lobby yang alot, akhirnya sidang memutuskan untuk melanjutkan tahap pemilihan Ketua Umum PPI Tiongkok, Sistem pemilihan Ketua Umum PPIT sesuai dengan amanat dalam AD-ART dilakukan melalui voting tertutup para delegasi resmi dari cabang yakni sejumlah 21 delegasi. Setelah prosesi pemungutan dan perhitungan suara berakhir, presidium sidang memutuskan Fadlan Muzakki memenangkan hasil perhitungan suara dengan perolehan 15 suara sah, sekaligus menjadikannya sebagai Ketua Umum PPI Tiongkok periode 2018-2020. Dalam pidatonya Fadlan Muzakki mengucapkan terima kasih kepada semua elemen PPIT dan pihak-pihak yang ikut dalam membesarkan PPIT. Ia menggantikan tampuk kepemimpinan di PPIT Pusat yang sebelumnya dipegang oleh Raynaldo Aprilio.

Sebagai informasi, Kota Xiamen terletak di Provinsi Fujian. Lokasi belajar bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi dengan jurusan favorit Sastra Mandarin dan Bisnis serta Perdagangan Internasional. Saat ini terdapat sekitar 400 orang mahasiswa Indonesia yg menuntut ilmu di Xiamen dan di antaranya sekitar 200 orang di Huaqiao University.

Bravo PPI Tiongkok!

Penulis
Putra Wanda
Mahasiswa Jurusan Engineering di Harbin, Tiongkok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *