Ikatan Pelajar Indonesia di Serbia (KERIS) Ajarkan Masyarakat Serbia Bahasa Indonesia

  •   
  •   

Mahasiswa dan mahasiwi yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Indonesia di Serbia (KERIS) telah menyelenggarakan salah satu programnya yang bertajuk Keris Mengajar sejak 7 April hingga 9 Juni 2018 melalui sepuluh kali pertemuan. Program yang merupakan salah satu metode untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat Serbia ini menjadi salah satu jembatan demi meningkatkan hubungan bilateral khususnya di kalangan pemuda pemudi Indonesia dengan masyrakat Serbia. Setidaknya terdapat sekitar 20 murid dari berbagai profesi dan usia yang mengikuti program Keris Mengajar.

Tim pelaksana Keris Mengajar merupakan seluruh anggota Keris yang secara aktif tengah studi di Serbia dengan Ade Lanang Biyantara sebagai Ketua Keris periode 2017-2018 dan Sabriana Jayaputri sebagai Penanggung Jawab (PJ) program. Program ini turut didukung oleh KBRI Beograd sebagai fasilitator serta pemberi support lainnya agar dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Dalam sebuah jalinan persahabatan antar-masyarakat beda negara yang dapat dilaksanakan di akar rumput (grass root) melalui para pelajar yang tengah berada di tanah rantau, memperkenalkan bahasa dan budaya negeri sendiri merupakan suatu kebanggaan sekaligus kesempatan dalam meningkatkan jalinan tersebut.

Terlebih potensi yang besar terlihat dari berbagai aspek antara Indonesia dengan Serbia. Seperti contohnya dari sisi geografis di mana kedua negara ini berada di dua benua berbeda. Hal ini dapat menjadi potensi besar untuk lebih menarik minat masyarakat Serbia untuk melihat ke arah Asia Tenggara dan lebih mengetahui keragaman sebuah negara kepulauan terbesar di sana bernama negara Republik Indonesia. Negara besar yang turut lebih diperkenalkan melalui para pelajar di tanah rantau yang ribuan mil jauhnya ini diharapkan dapat terus ditingkatkan dengan berbagai cara salah satunya melalui transfer ilmu terkait bahasa, budaya termasuk isu-isu terkini. Para pelajar yang menjadi guru dalam program ini secara tidak langsung turut  menggemakan ragam bahasa dan budaya Indonesia yang kaya kepada masyarakat Serbia.

Hal yang menarik selama proses belajar mengajar bahwa teman teman Keris yang menjadi guru tidak henti hentinya memikirkan dan merealisasikan ide yang inovatif agar kegiatan ini tidak terasa membosankan. Melalui pemutaran lagu pop Indonesia, permainan tebak kata sampai kuis mampu membuat para murid antusias dalam proses belajar.

Di samping itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Serbia para pelajar Indonesia yang tengah menempuh studi di negeri Novak Đoković ini. Menjadi lebih terasa perkataan seorang pemikir berkebangsaan Perancis, Joseph Joubert, bahwa dengan mengajar artinya kita belajar dua kali lebih banyak. Tidak hanya mempelajari materi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar namun juga memahami situasi serta psikologis diri dan murid agar lebih tercipta suasana yang nyaman dalam transfer ilmu.

Program ini memiliki keunikan tersendiri dengan mempraktikkan bahasa Serbia dalam menerangkan bahasa Indonesia. Simbiosis mutualisme kental terasa dalam program ini tanpa mengesampingkan tujuan utamanya yaitu untuk lebih memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat Serbia. Di akhir program, setiap murid diberikan piagam penghargaan atas konsistensinya mengikuti kelas bahasa Indonesia.

Meskipun program dua bulan ini terbilang sukses dan telah selesai, namun hubungan antara guru dan murid tetap terjalin sebagai sebuah persahabatan bilateral dan diharapkan akan ada program serupa di tahun-tahun berikutnya.

Penulis: Sabriana Jayaputri (Penanggung Jawab Program Keris Mengajar 7 April – 9 Juni 2018), Mahasiswi pada Fakultas Keamanan, Universitas Beograd.

Editor: Altifani Rizky Hayyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *