Mengimplementasikan Semangat Sumpah Pemuda dengan Berkontribusi di Perhimpunan Pelajar Indonesia

  •   
  •   

Sumpah Pemuda
(Sumber Gambar : https://jalandamai.org/wp-content/uploads/2015/10/jogdas_20150807064813-600×330.jpg)

Salah satu yang patut disyukuri oleh bangsa Indonesia adalah memiliki pemuda yang bersemangat untuk bersatu. Sejarah telah mencatat bahwasanya kemerdekaan Indonesia lahir salah satunya dari gerakan pemuda, di mana juga turut mengambil peran besar pemuda (mahasiswa) Indonesia yang sedang studi di luar negeri seperti Bung Hatta, Bung Sjahrir, Tan Malaka dkk.

Mahasiswa Indonesia yang studi di luar negeri tersebut membuat gerakan bukan hanya bertujuan untuk mencapai kemerdekaan. Namun, gerakan tersebut juga menjadi gerakan yang mengisi kemerdekaan yang sudah diperoleh negara tercinta. Sosok presiden ketiga Republik Indonesia yaitu Bapak BJ. Habibie juga menorehkan tinta emas dalam sejarah melalui gerakan yang dibangunnya saat menjadi mahasiswa di Jerman 50 tahun yang lalu. Bersama kawan-kawannya, beliau menggagas seminar pembangunan yang menjadi forum berkumpulnya kawan-kawan mahasiswa Indonesia di luar negeri seperti Jerman, Ceko dan beberapa negara di Eropa.

Bung Hatta, Bung Sjahrir, Habibie muda dan beberapa mahasiswa Indonesia yang pernah mencicipi studi di luar negeri dan konsisten untuk terus berkontribusi menjadi inspirasi bagi anak bangsa untuk ikut berkontribusi mengisi kemerdekaan.

Tanpa terasa, waktu telah berjalan hingga awal abad ke-2. Negara kita telah berkembang. Pada hari ini banyak sekali anak muda Indonesia melanjutkan studi di luar negeri. Hari ini, studi di luar negeri bukan lagi sesuatu yang istimewa, karena banyak sekali beasiswa yang ditawarkan untuk studi di negara-negara tertentu. Mahasiswa yang ada di luar negeri, berkumpul dan bersatu dibawah payung Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Hingga saat ini ada 56 PPI yang tergabung dalam aliansi PPI se-Dunia.

PPI tidak hanya menjadi tempat untuk berkumpul dan bersilaturahim, lebih dari itu PPI menjadi motor gerakan, baik itu gerakan politik, sosial, dan juga sosial-budaya. PPI ikut memberikan gagasan dan rekomendasi kepada pemerintah untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik. PPI juga pernah terlibat mengawal transisi kepemimpinan nasional. Gerakan sosial juga dibangun seperti aksi kemanusiaan, gerakan donasi sosial, serta gerakan sosial-budaya, yaitu bagaimana PPI hadir mengenalkan kekayaan budaya Indonesia dan objek wisata untuk menarik wisatawan asing berkunjung ke Indonesia.

Tentunya karakter yang melekat utamanya dari PPI adalah karakter intelektual. Yaitu bagaimana teman-teman PPI ini mampu memberikan gagasan yang mendalam baik berupa gagasan kebijakan ataupun gagasan ilmiah yang didapat dari riset. Selain itu teman-teman yang tergabung di PPI juga membuat gerakan bantu guru melihat dunia. Pada gerakan ini, PPI memberikan kesempatan untuk guru-guru terpilih untuk belajar ke beberapa negara yang memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik daripada Indonesia. Sehingga, diharapkan hal-hal baik di negara tersebut dapat dicontoh dan diaplikasikan di sekolah tempat guru tersebut mengajar. Gerakan ini juga sebagai bentuk ucapan terima kasih rekan-rekan PPI, karena berkat peran guru  kita dapat mengenyam pendidikan di luar negeri. Melalui program ini, ada semangat untuk membuat guru-guru kita merasakan juga apa yang kita rasakan, yaitu belajar di luar negeri.

Program-program sosial tentunya banyak juga dilakukan kawan-kawan PPI. Sebagai contoh, kawan-kawan Perpika Korea dengan program beasiswa untuk adik-adik SD, SMP, dan SMA di tanah air. Kemudian kawan-kawan Permitha Thailand yang mencoba konsisten berkontribusi dengan gerakan 1000 sepatu, yaitu gerakan yang bekerjasama dengan pengrajin sepatu lokal dimana sepatu tersebut didistribusikan untuk pelajar yatim dan dhuafa. Juga teman-teman di Taiwan, Singapura, Malaysia dan beberapa negara lain yang memiliki program belajar mengajar bersama pekerja migran Indonesia (PMI).

Semangat tokoh bangsa yang dulu banyak memberikan kontribusi lewat PPI, hari ini masih diteruskan oleh kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang sedang studi di luar negeri juga lewat PPI. Harapannya, peran dan kontribusi ini terus berlanjut sehingga memberikan dampak yang lebih besar dan lebih luas. Kita memang sedang tidak di tanah air, tapi semangat kita, pikiran kita, dan kontribusi kita masih tetap untuk tanah air. Sehingga, media untuk menyalurkan itu semua adalah melalui PPI.

Selamat Hari Sumpah Pemuda! Ingatlah, bahwa karakter utama dari seorang pemuda adalah tingginya semangat berkontribusi untuk Indonesia.

Fadjar Mulya

Permitha Thailand.

You may also like...

2 Responses

  1. Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *