Fakta Kilat Tentang Turki

  •   
  •   

Sejarah panjang peradaban Turki meninggalkan banyak jejak untuk dijelajahi. Jika kita menelusuri catatan sejarah, setiap wilayah di Turki memiliki kisah menarik. Bukan hanya soal perjalanan invasi bangsa Yunani yang meninggalkan reruntuhan Efes di Izmir, bukan pula perebutan tahta Konstatinopel yang setelah dimenangkan oleh Sultan Mehmet berganti nama menjadi Istanbul, atau sisa-sisa keagungan Dinasti Commagene dibawah kepemimpinan Raja Anthiocus I yang hingga kini masih berdiri kokoh yaitu Gunung Nemrut. Salah satu wilayah di provinsi Şanlıurfa, Turki yang bernama Harran juga menjadi saksi sejarah pada saat bangsa Asiria yang berkuasa di tanah Mesopotamia di invasi habis-habisan oleh persekutuan Babilonia, Mede dan Skythia. Inilah yang membuat Turki unggul dari segi pariwisata. Tanah Anatolia bukan hanya makmur dan indah secara lahiriah tetapi juga memiliki nilai tak terhingga dari segi budaya.

Berwisata ke Turki sudah menjadi hal lumrah saat ini. Berbagai paket murah ditawarkan dan menjadi bisnis yang menjanjikan. Sayangnya kebanyakan orang hanya berfokus pada Istanbul, kota seribu masjid yang menjadi jantung negara Turki. Istanbul memang indah dan memiliki banyak masjid dengan arsitektur yang luar biasa menawan. Sebut saja Sultan Ahmet Camii atau yang terkenal dengan nama Masjid Biru. Pesonanya begitu memukau, apalagi jika kita sengaja turun di stasiun Metro Haliç untuk berfoto. Istanbul yang terletak di dua wilayah yaitu Asia dan Eropa menjadi alasan negara Turki terkenal di dua benua. Tapi, perlu di ingat, Turki bukan hanya tentang kota Istanbul.

Wilayah Turki sendiri terbagi menjadi tujuh wilayah yaitu wilayah Laut Hitam, Laut Marmara, Laut Aegia, Laut Mediterania, Anadolu Dalam, Anadolu Timur dan Anadolu Tenggara. Setiap wilayah memiliki budaya, karakter wisata, jenis kuliner yang berbeda-beda. Meski demikian perbedaan itu dapat disatukan dalam sebuah minuman bernama Ayran. Orang Turki sepakat bahwa Ayran adalah minuman terbaik sebagai pengganti air putih. Karena alasan menyehatkan, Ayran selalu ada dalam setiap kesempatan menyantap hidangan apapun kapanpun juga. Minuman yang berasal dari yogurt cair yang dicampur garam ini memang tidak hanya terkenal di Turki. Akan tetapi, adat kebiasaan orang Turki yang hampir sepanjang hidupnya meminum Ayran, mungkin akan membuat terkejut turis Indonesia yang datang ke Turki. Asinnya yogurt cair bernama Ayran kurang ditoleransi oleh indera pengecap orang Indonesia.

Bicara soal cita rasa, pasti tidak luput dari keragaman kuliner Turki. Ada satu kuliner Turki yang terkenal sampai ke Indonesia. Kebab namanya. Bentuknya berupa daging yang di potong-potong dan disajikan ke dalam lembaran lavaş bersama sayur-sayuran. Sayangnya kebab ala Indonesia tidak mewakili keasliannya. Kebab pada dasarnya merujuk pada cara memasak dagingnya. Sedangkan daging yang di gulung bersama lavaş sebenarnya bernama Durum dalam bahasa Turki. Ada tiga jenis kebab asli Turki yaitu Kebab Adana yang berasal dari Adana, Kebab Urfa yang berasal dari Şanlıurfa dan Kebab Iskender yang berasal dari Bursa. Untuk urusan bentuk, Kebab Adana dan Urfa tidak memiliki perbedaan yang mencolok, keduanya serupa sate Indonesia hanya saja ukurannya lebih besar. Kebab Adana disebut-sebut lebih pedas ketimbang kebab Urfa. Sedangkan kebab Iskender adalah yang paling unik karena dagingnya di iris tipis-tipis tersaji dalam piring besar bersama yogurt. Urusan rasa, jangan di tanya, kebab Iskender di jamin buat kamu jatuh cinta.

Untuk urusan perut, kuliner Turki memang tidak akan pernah habis-habisnya untuk dibahas. Namun, wisata kuliner tidak akan lengkap jika tidak diikuti dengan wisata alam. Negara Turki dikelilingi oleh tiga laut yang elok. Sebut saja kota Izmir di Turki bagian Barat yang berbatasan dengan laut Aegia. Kota yang dulunya di bawah kekuasaan Bizantium bernama Smirni ini merupakan kota ketiga yang cukup popular setelah Istanbul dan Ankara. Selain punya reruntuhan Efes yang memukau, Izmir punya pantai yang eksotis bernama Çeşme. Melihat Çeşme, wajarlah jika di masa silam kota ini pernah jadi tanah rebutan kekaisaran Yunani. Lebih jauh dari itu, kota yang dikenal sebagai Ti-smurna pada peradaban Mesopotamia ini juga pernah disebut dalam tablet prasasti yang di temukan di Kültepe yang kini berada di provinsi Kayseri, sebagai wilayah kekuasaan Asiria.

Kekayaan sejarah Turki tidak berhenti sampai disitu. Spiritualitas juga ambil peran menambah ragam budaya negeri Tulip ini. Rumi sang pelopor lahirnya Islam Sufi yang berasal dari Persia dimakamkan di Konya, kota yang pada masa Yunani kuno disebut sebagai Konia atau Koniah. Kesultanan Seljuk yang menguasai Turki juga pernah menjadikan kota ini sebagai ibukota selama kurun waktu 300 tahun. Masih di kota yang sama, legenda menyebutkan Perseus putra Zeus berhasil mengalahkan Medusa.

Turki memang negeri sejuta destinasi. Menggambarkan indahnya negara ini tidak cukup dalam tulisan semata. Kalian perlu melihat langsung Kapadokia agar percaya indahnya bukan rekayasa. Kalian perlu datang ke Çanakkale untuk merasakan gejolak reformasi setelah kekaisaran Ottoman sekaligus membenarkan kuda Troy yang terkenal untuk strategi perang Akhilleus. Kalian perlu naik hingga ke puncak Gunung Nemrut setinggi 2000 meter agar tahu kekuasaan Dinasti Commagene membentang luas di kota yang sekarang bernama Adıyaman.

 Bukan melulu wisata alam, kuliner atau budaya, Turki menjadi jembatan diantara dua benua. Perpaduan kebiasaan orang Asia yang ramah dan sikap terbuka orang Eropa melahirkan budaya Turki yang khas. Keunikan itu yang mengundang banyak wisatawan dan pelajar datang ke Turki. Meski negara Turki secara aktif menerima penduduk asing sejak dua puluh tahun terakhir, tetap saja negara Turki termasuk ke dalam negara yang penduduknya tidak mampu berbahasa Inggris dengan baik. Jika berminat untuk berwisata sendirian ke Turki, ada baiknya harus menyiapkan mental kalau kemungkinan besarnya kalian harus menggunakan bahasa Tarzan.

Jadi bagaimana? Sudah siap menjelajahi Turki dari setiap sudutnya? Hadi gezelim! Sizi bekliyoruz arkadaşlar.

Galeri Foto

Tulisan ini ditulis oleh Arya Liberty Prasasti, Kepala Departemen Hubungan Masyarakat PPI Turki kabinet #BergerakBersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *