Berkunjung ke Hallstatt : Sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO di Austria

  •   
  •   

Jika sedang melancong ke Negara Austria, kurang lengkap rasanya jika belum mengunjungi Hallstatt. Sebuah kota kecil dengan pemandangan dan suasana yang menawan, seperti Dachstein Mountain dan danau yang membentang indah serta tidak lupa permukiman penduduk yang bergaya chalet. Daya tarik lanskap kota inilah yang membuat Hallstatt selalu ramai dikunjungi turis yang datang dari berbagai negara atau hanya sekedar warga lokal Austria yang ingin sejenak melepas lelah dengan menikmati pemandangan alam yang indah. Di tempat ini kita akan menemukan banyak sekali pengunjung yang datang jauh-jauh dari Asia terutama dari China. Saking banyaknya turis dari negeri tersebut, bahasa Mandarin menjadi salah satu bahasa yang digunakan dalam berbagai penunjuk dan papan informasi dari berbagai tempat umum di Hallstatt. Tak heran jika sebaliknya pula di Provinsi Huizhou Guangdong – China, yang merupakan sister city dari Hallstatt, terdapat replika dari kota Hallstat sendiri yang dibangun oleh sebuah perusahaan pertambangan yang berada di sana.

Hallstatt yang terletak di antara kota Graz dan Salzburg ini pada zaman prehistoric merupakan kota penghasil garam. Sejarah yang unik, pemandangan alam yang alami, serta penduduk setempat yang secara terus-menerus melestarikan keunikan budaya yang ada di dalamnya, maka tidak heran jika Hallstatt ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO. Hallstatt ditetapkan sebagai situs warisan dunia di Austria oleh UNESCO pada tahun 1997.

Keindahan Danau Hallstatt dengan latar Pegunungan (dok: pribadi)

Jika berkunjung ke kota ini, ada banyak pilihan aktivitas yang bisa dilakukan.  Danau Hallstatt merupakan daya tarik utama dari kota ini, kita bisa menyewa perahu atau boat seharga 20 Euro untuk menyusuri danau cantik ini selama satu jam, dimana lanskap kota ini akan terlihat jauh lebih menarik dari sisi danau. Pemandangan Danau Hallsttat ini disebut juga ‘postcard view’ dan telah manarik para pelukis untuk mengabadikannya dalam berbagai lukisan. Jika ingin punya kenang-kenangan yang bisa di bawa pulang, kita bisa membeli suvenir dari toko-toko suvenir yang ada di sana. Tidak lupa, setelah puas menikmati lanskap kota dari atas kapal, maka mencicipi sajian kuliner di berbagai restoran yang terdapat di sekeliling danau tidak boleh terlewatkan. Mengeksplorasi kota-kota kecil yang terdapat di sekitar Danau Hallstatt, sembari menyusuri gang-gang kecil di sela-sela rumah penduduk, adalah aktivitas lain yang bisa dilakukan. Selain berjalan-jalan di sekitar kota, kita juga bisa mendaki ke bukit-bukit di sekitar Danau Hallstatt untuk menikmati keindahan kota ini dari ketinggian. Pilihan aktivitas yang tidak kalah menarik adalah mengunjungi tambang garam tertua di dunia yang ada di kota ini dengan menggunakan funicular – sebuah kereta khusus dengan konstruksi kayu yang diperuntukkan untuk mencapai tambang garam tersebut. Dengan kereta ini, kita akan dibawa menyusuri terowongan sepanjang dua kilometer ke dalam tambang.

Menyusuri jalan-jalan kecil di permukiman penduduk (dok : prbadi)

Hallstatt bisa dikunjungi kapanpun di sepanjang tahun, karena sensasinya akan selalu berbeda di setiap musim. Saat musim dingin, sejauh mata memandang akan terlihat hamparan putihnya salju yang menutupi rumah-rumah kayu tua di sepanjang danau. Pemandangan ini akan diperkuat dengan latar belakang pegunungan yang juga memutih tertutupi oleh salju, sebuah pemandangan yang akan mengingatkan kita pada salah satu film Disney – Frozen. Jikaberkunjung pada musim dingin, jangan lupa untuk memakai baju yang hangat, syal, dan sarung tangan agar bisa tetap menikmati keindahan alam dan mengabadikan kecantikannya dengan baik walau suhu tidak bersahabat.

Jika di musim dingin kita akan menyaksikan Hallstatt yang memutih, maka di musim semi Hallstatt akan terlihat lebih berwarna. Bunga-bunga berwarna-warni akan bermekaran dari rumah-rumah penduduk di sepanjang danau. Keindahan kota pada musim panas tentu tak kalah mempesona. Langit biru yang memantul sempurna di perairan danau yang jernih serta rumput yang menghijau, akan menjadikan Hallstatt bak lukisan. Di musim panas para pencinta aktivitas outdoor akan melakukan hiking atau hanya sekedar bersepeda di sepanjang danau. Kita juga bisa berjalan-jalan di sekitar rumah-rumah di Hallsattat atau menikmati makanan berbahan ikan dari danau halsttatt di restoran sekitar danau. Namun ketika berjalan-jalan di sekitar perumahan penduduk jangan sekali-kali ribut atau masuk ke halaman rumah mereka. Terdapat tulisan “privatgrund” yang artinya milik pribadi atau bukan tempat umum sehingga pengunjung umum tidak boleh masuk kedalamnya. Sebuah fakta unik, yaitu di Hallstatt terdapat larangan menerbangkan drone untuk menghormati privasi penduduk yang tinggal di sana. Tidak kalah menarik dibanding musim-musim lainnya, musim gugur juga merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi Hallstatt. Warna kuning dan merah daun-daun yang mulai berguguran akan mendominasi. Sepanjang musim gugur seperti saat ini juga akan banyak ditemui tawaran kegiatan hiking dan paragliding. Suhunya juga masih belum terlalu dingin.

Hallstatt memang merupakan surga bagi para penyuka pemandangan alam yang dan pecinta aktivitas outdoor. Jadi kapan kamu mengunjungi Hallstatt?

Kecantikan Hallstatt yang bersanding dengan panorama alam yang menawan (dok : pribadi)

penulis : Efwita Astria  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *