Laporan Pertemuan PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika Dengan Wakil Ketua MPR RI, Bapak Dr. Hidayat Nur Wahid, MA.

  •   
  •   

Pada hari Kamis, 15 November 2018, rombongan perwakilan PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika diterima untuk bersilaturrahmi dan audiensi dengan Wakil Ketua MPR RI, Bapak Dr. Hidayat Nur Wahid, MA. di kantor beliau, Gedung Nusantara 3, Komplek Parlemen Senayan. Diantara perwakilan PPI Kawasan Timur tengah dan Afrika yang turut hadir dalam silaturrahmi kali ini adalah Muhammad Ruhiyat Haririe (Koordinator PPI Timur Tengah dan Afrika 2018-2019/PPI Sudan), Ikhwan Hakim Rangkuti (PPMI Mesir), Irhamni Rofiun (PPI Tunisia), Tohirin (PPI Yaman) dan Rifqi Taqiyudin Syarif (PPI Sudan). Rombongan disambut secara langsung oleh beliau pada pukul 14.00 WIB. Audiensi yang berlangsung sangat hangat dan menggunakan bahasa Arab ini berlangsung selama kurang lebih satu jam.

Para Perwakilan PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika yang ikut serta dalam silaturrahmi kali ini

Sebagai pembuka, Haririe selaku koordinator memperkenalkan satu persatu anggota rombongan dan membuka silaturrahmi tersebut dengan ucapan terima kasih kepada Dr. Hidayat Nur Wahid atas semua bantuan dan perhatian beliau khususnya pada penyelesaian permasalahan yang menimpa mahasiswa Indonesia di Yaman beberapa waktu silam. Haririe pun menyampaikan bahwa selama ini Dr. Hidayat adalah salah satu contoh dan teladan bagi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika karena kiprah dan kontribusi beliau sebagai alumni Timur Tengah sangatlah nyata di kancah Nasional dan Internasional, baik sebagai pejabat publik maupun sebagai seorang ulama. Terbukti beliau beberapa kali diundang ke forum seminar ulama tingkat internasional dan menjadi penguji di beberapa universitas di Timur Tengah. Haririe pun menyampaikan maksud dan tujuan agenda silaturrahmi tersebut selain untuk mengucapkan terima kasih, beliau pun berharap agar mendapatkan berbagai motivasi dari Dr. Hidayat.

Menjawab itu, Dr. Hidayat menyambut dengan sangat baik siapapun yang ingin datang ke gedung parlemen. Karena hakikatnya gedung parlemen adalah gedung milik rakyat dan setiap anggota parlemen merupakan perwakilan rakyat yang memiliki kewajiban untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Terkait kondisi mahasiswa Indonesia di Yaman, beliau menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk mendukung setiap anak bangsa yang ingin menuntut ilmu dengan baik di dalam maupun luar negeri. Beliau pun turut sedih dan prihatin ketika mendengar kabar ratusan mahasiswa Indonesia tertahan di perbatasan Oman – Yaman dan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kawan-kawan mahasiswa di Yaman mendapatkan akses yang mudah untuk keluar masuk ke wilayah Yaman, khususnya Tarim. Beliau pun menyampaikan rencananya pada awal Desember untuk berkunjung dan bertemu dengan beberapa pejabat Oman serta Duta Besar RI di Oman agar dapat membantu para mahasiswa Indonesia di Yaman agar mendapatkan akses yang mudah untuk keluar dan masuk ke wilayah Yaman. 

Beliau kemudian menyampaikan beberapa pesan penting kepada seluruh mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika. Beliau berpesan bahwa kawan-kawan mahasiswa di timur tengah saat ini tengah menikmati kesempatan yang sangat langka. Banyak sekali orang menginginkan untuk mendapatkan kesempatan yang serupa. Maka wajib bagi kawan-kawan mahasiswa untuk memaksimalkan kesempatan tersebut dengan terus mengasah kemampuan keilmuannya khususnya bahasa Arab agar kelak ketika para pelajar RI di Timur Tengah dan Afrika kembali ke Indonesia dapat menjadi pakar ilmu-ilmu islam dengan pemahaman yang benar. Saat ini Indonesia masih membutuhkan para pakar dan ahli di berbagai bidang, khususnya bidang keislaman. Banyak ulama yang cukup pakar dan mumpuni, namun masihlah kurang. Maka sebagai generasi muda, kawan-kawan inilah yang kelak akan menjadi harapan bagi stabilitas perkembangan islam di Indonesia dan kemajuan bangsa kedepannya.

Dr. Hidayat pun menyampaikan bahwa kesempatan alumni Timur Tengah dan Afrika dan pesantren untuk berkiprah di Indonesia sangatlah terbuka lebar. Beliau mencontohkan selain dirinya, ada KH. Ma’ruf Amin yang saat ini menjadi Ketua MUI dan Cawapres, Gus Dur yang pernah menjabat sebagai Presiden RI, KH. Mohammad Natsir dan Buya Hamka yang kontribusinya diakui dunia, H. Agus Salim dan ulama-ulama lainnya alumni Timur Tengah dan Afrika yang kemudian menjadi pahlawan Nasional di Indonesia. Sudah banyak bukti nyata bahwa alumni Timur Tengah dan Afrika bisa, tinggal kitanya lah yang mau untuk memberikan kontribusi maksimal atau tidak bagi bangsa kita sendiri.

Selain itu beliau kemudian menekankan terkait bagaimana peran pelajar Timur Tengah dan Afrika untuk turut serta menjaga stabilitas persatuan diantara umat Islam. Bahwa yang paling utama dari persatuan adalah bagaimana menguatkan nilai-nilai ukhuwah diantara umat muslim. Beliau mencontohkan bagaimana Rasulullah Saw saat pertamakali datang ke Madinah, maka yang pertama kali beliau lakukan adalah mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar. Rasulullah Saw mencoba menghapuskan jauh-jauh label-label yang dapat menjadi sekat kaum muslimin saat itu sehingga mereka dapat hidup bersama tanpa ada sekat-sekat yang terbangun. Namun beliau menyampaikan bukan berarti kita tidak boleh hidup dalam kelompok-kelompok seperti ormas, partai, dll. Semua punya jalan masing-masing, namun tujuannya tetaplah harus sama yaitu menyampaikan Islam yang sebenarnya kepada umat manusia.

Menjawab pertanyaan terkait tenaga musiman haji, beliau pun Insya Allah akan berusaha berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Komisi 8 yang mengurusi masalah keagamaan dan dengan kemeterian agama mengenai potensi tambahan jumlah tenaga musiman haji dari mahasiswa. Namun beliau berpesan agar kesempatan dan jumlah yang sudah ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan melaksanakan tugas sebaik-baiknya selama pelaksanaan ibadah haji, sehingga kementerian agama akan mempertimbangkan dengan matang untuk menambah jumlah tenaga musiman haji mahasiswa karena para peserta tenaga musiman haji pun melaksanakan dan menyelesaikan tugas mereka dengan baik.

Terkait berbagai permasalahan lain yang menimpa mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika, beliau pun Insya Allah akan senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak agar satu per satu permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan tuntas. Karena bagaimanapun para pelajar RI di Timur Tengah dan Afrika juga merupakan aset bangsa yang harus dilindungi, dibimbing dan dibantu dengan baik dan hal ini tentunya menjadi kewajiban dan tanggung jawab bagi seluruh elemen pemerintahan. Beliau pun Insya Allah akan mendukung setiap kegiatan positif yang diselenggarakan oleh mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika khususnya terkait rencana penyelenggaraan Simposium Kawasan Timur Tengah dan Afrika yang akan diselenggarakan pada tahun 2019. 

 

Para perwakilan PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika berfoto dengan Bapak Dr. Hidayat Nur Wahid, MA. selaku Wakil Ketua MPR RI

 

Sebagai Penutup, Haririe menyampaikan terima kasih atas sambutan yang hangat dan kesempatan yang langka untuk bersilaturrahmi dengan beliau serta atas seluruh perhatian dan bantuan beliau kepada seluruh pelajar RI di Timur Tengah dan Afrika. Tak lupa Haririe pun menyampaikan kenang-kenangan berupa buku serta film Dokumenter PPI Dunia.

Haririe menyerahkan kenang-kenangan berupa buku hasil karya Mahasiswa Indonesia di Sudan

kenang-kenangan film Dokumenter PPI Dunia yang diserahkan secara langsung oleh sdr. Irhamni Rofiun.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *