Menelusuri Salah Satu Teluk Terindah di Dunia – Penghu, Taiwan.

  •   
  •   

Taiwan, ialah sebuah negara kepulauan yang cukup kecil yang berada di sebelah utara filipina dan di sebelah timur selatan dari China. Disebut-sebut sebagai “Heart of Asia”, karena sangat unggul pada bidang transportasi dan pariwisata. Salah satu tempat wisata yang masuk dalam “The Most Beautiful Bays in the World Club” (MBBWC), adalah Penghu County.

Penghu merupakan kepulauan yang letaknya satu jam perjalanan ke barat dari Kota Chiayi, salah satu kota yang terletak di Taiwan. Selain menggunakan kapal ferry, kita juga bisa menggunakan pesawat kurang lebih 30 menit dari Taipei atau Kaohsiung untuk mencapai Penghu. Sesampainya di Penghu, kita bisa menggunakan banyak moda transportasi mulai dari bus,  taksi, rental sepeda motor atau rental mobil.

Keeksotisan pulau ini terlihat dari pantainya yang berpasir putih, struktur unik geologis dengan tebing basal, yang menjadikan pulau ini memiliki kesan tersendiri di hati para turis yang berkunjung. Terdapat beberapa destinasi yang tentunya harus disinggahi di sini.

Destinasi pertama adalah Kuieibishan Geo Park.  Hal penting yang harus diperhatikan di tempat wisata ini adalah kita harus datang sebelum jam 09.30 pagi. Sebab, pada waktu tersebut, ada peristiwa alam yang seolah seperti kita kembali ke zaman Nabi Musa,  yaitu terbelahnya lautan dan munculnya jalan untuk menyeberang ke pulau kecil lainnya. Secara ilmiah ini terjadi karena surutnya air laut pada saat itu. Namun, terlihat seperti keajaiban jika anda kali pertama menyeberangi laut tersebut. Tempat ini juga menjadi tempat yang pas untuk berfoto ria, dengan pemandangan pantai , pembangkit listrik tenaga angin, dan ilalang yang bisa menambah efek “kece” pada foto yang kita ambil.

Foto penulis di pantai Kueibisan setelah lautan terbelah setelah jam 10 pagi (dok:pribadi)

Bagi teman-teman yang tertarik dengan geologi, melewatkan Penghu saat berkunjung ke Taiwan merupakan sebuah penyesalan yang besar. Karena Penghu memiliki 5 dari 6 jenis formasi basal yang ada di seluruh dunia. Konfigurasi tebing basal Penghu terbentuk dari magma vulkanik yang membeku, kemudian seiring dengan berjalannya waktu dan kondisi yang berbeda, memunculkan bentuk-bentuk berupa pilar, lipatan maupun patahan. Sebagai contoh adalah tebing kolom basal Daguoye. Tebing ini berbentuk susunan pilar basal hexagonal pada bagian tepi dengan sudut yang terlihat sangat jelas dan tajam, membuatnya terlihat sangat menakjubkan.

Pemerintah setempat juga membangun museum geologi di Penghu yang letaknya berada di dekat Whale Cave, salah satu landmark di Penghu.  Informasi mengenai bagaimana sejarah terjadinya Kepulauan Penghu dipaparkan di museum ini. Selain tempat-tempat di atas, masih banyak tempat wisata lainnya seperti Penghu Banyan Tree, Penghu Great Bridge, Penghu Er Kan Village, Da Yi Temple, West Fortress dan Love Shape of Stone Fish Traps.

Foto Yayat dengan latar tebing kolom basal Daguoye (dok:pribadi)

Selain keindahan alamnya, peradaban masyarakat Penghu dan beberapa festival tahunannya juga tidak kalah menarik. Kawasan kota Magong menjadi inti pusat perkotaan. Kota “Seven Streets”, begitu julukannya,  menjadi lokasi terfavorit bagi wisatawan saat berkunjung ke sana.  Selain hasil tangkapan laut yang banyak, Penghu juga memiliki festival kembang api yang sudah memasuki tahun ke-15 pada tahun 2018 ini. Festival dimulai dengan suguhan tarian tradisional setempat yang atraktif selama kurang lebih 1 jam. Kemudian, setelah semua orang berkumpul di pantai Magong, pertunjukan kembang api dimulai. Setelah kembang api pertama muncul, semua mata pengjunjung yang datang akan dimanjakan dengan keindahan kembang api yang disertai oleh iringan musik yang indah. Jika Jepang memiliki festival kembang api yang disebut hanabi, di Penghu juga mempunyai festival kembang api yang tak kalah besar dan dengan durasi yang cukup lama yaitu 20 menit.

Foto saat festival kembang api Penghu berlangsung (dok:pribadi)

Sebagai pelajar yang menempuh studi di Taiwan, saya sangat kagum oleh Penghu dan berharap bisa mencontoh atau bahkan bisa membuat lebih baik lagi dari Penghu di Indonesia kelak di masa yang akan datang.

(Penulis  : Hanas Subakti- PPI Taiwan)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *