Mengenal Kuliah di Luar Negeri Melalui Scholarship Expo and Workshop UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  •   
  •   

 

Berita menarik mengenai informasi pameran beasiswa kali ini datang dari Jakarta. Scholarship Expo dan Workshop yang telah sukses dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Oktober 2018 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Accounting Week 2018 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi UIN Syarif Hidayatullah. Dengan tema “Accounting Week 2018: Grasp the World with Your Passion into Action”, diharapkan kegiatan ini mampu menciptakan calon akuntan muda yang berkompeten dan berdaya saing dengan meningkatkan kemampuan fundamental dengan merealisasikan passion melalui tindakan yang nyata. Tema ini juga diharapkan dapat mengembangkan karakter masyarakat yang profesional dan berintegritas, serta menambah informasi terbaru tentang dunia akuntansi dan ekonomi yang dibutuhkan oleh calon akuntan. Kegiatan Accounting Week 2018 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan dalam hal pengenalan dan pemantapan dunia akunting meliputi Seminar Nasional, Accounting Fair dan Scholarship Expo and Workshop. Kegiatan Scholarship Expo and Workshop yang dilakukan pada hari terakhir Accounting Week 2018 menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati oleh peserta.

Lola, delegasi PPI Dunia menjadi pembicara dalam Scholarship Expo and Workshop

 

Tidak ingin ketinggalan keseruan tersebut, PPI Dunia turut berbagi informasi seluk beluk perjuangan mendapatkan beasiswa sekaligus memberikan informasi mengenai institusi-institusi pendidikan terbaik di luar negeri. Zela Lola Maretha, yang akrab disapa Lola menjadi Delegasi PPI Dunia dengan menjadi pembicara pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula Student Centre UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Lola yang selalu antusias untuk mengisi kegiatan pameran beasiswa ini menjelaskan bahwa baginya menjadi narasumber pada scholarship event adalah salah satu bentuk tanggung jawabnya kepada negeri ini untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin Indonesia di masa depan. Pada kesempatan ini Lola menjelaskan bahwa persiapan mental adalah hal utama bagi semua mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Kegigihan juga harus selalu ada di dalam diri para pemburu beasiswa, karena berjuang untuk menyelesaikan pendidikan itu lebih berat daripada perjuangan mendapatkan beasiswa.

Perbedaan budaya juga perlu dipertimbangkan, mengingat adat istiadat tiap negara tidak sama. Lola yang saat ini telah bekerja di Jakarta menceritakan pengalaman menariknya pada saat proses adaptasi ketika menempuh pendidikan di Rusia. “Pengalaman paling berkesan adalah pada saat saya berbelanja di sebuah supermarket di Saint Petersburg, Russia. Orang russia terkenal sangat dingin, jarang tersenyum, nada bicara yang tinggi, dan juga not customer oriented. Pada saat saya ingin membayar di kasir dengan uang tunai, kasirnya marah karena dia tidak punya uang kembaliannya. Ini adalah pengalaman pertama saya dimarahin karena kasir tidak punya uang kembalian.”

Delegasi PPI Dunia menerima piagam setelah menjadi pembicara dalam Scholarship Expo and Workshop.

Meskipun menurutnya acara ini tidak banyak berbeda dengan pameran-pameran beasiswa sejenis, tetapi Lola merasa sangat senang dengan antusiasme peserta yang sangat besar. Lola juga menceritakan hal berkesan ketika ia juga bertugas menjadi penjaga stand PPI Dunia pada kesempatan ini. “Semua yang datang ke stand tidak ada satu pun yang tahu apa itu PPI Dunia. Mereka berpikir bahwa PPI Dunia adalah salah satu lembaga penyedia beasiswa, padahal PPI Dunia sudah mengadakan acara besar tahun ini di Jakarta yaitu Sarasehan Nasional yang didatangi lebih dari 1500 orang.”

Meraih dunia dalam genggaman memang bisa kita lakukan dengan berbagai cara, tetapi pendidikan dan profesionalisme merupakan satu cara efektif yang dapat kita persiapkan sejak awal. Pameran pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan informasi awal akan pendidikan lebih baik. Asa dan niat untuk melanjutkan pendidikan adalah langkah awal yang perlu dijaga dengan semangat dan kegigihan. Jadi siapkah kita meraih dunia dalam genggaman? ***

 

Artikel ini ditulis oleh Margaretta Christita, Tim Media Divisi Festival Luar Negeri PPID 2018/2019 (felari@ppidunia.org)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *