Keraton Kasepuhan Cirebon

  •   
  •   

Patung Singa Bagian Luar Keraton Kasepuhan

Jika sedang melewati kota Cirebon, kalian wajib mengunjungi beberapa keraton di Kota Cirebon. Terdapat 4 keraton di sana, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan.  Dari keempat tempat tersebut, Keraton Kasepuhan adalah yang tertua dan terluas .

Keraton Kesepuhan adalah keraton termegah dan terluas di Cirebon. Bangunan ini membujur dari utara ke selatan atau menghadap ke utara, karena keraton-keraton di Jawa semuanya menghadap ke utara. Maknanya adalah menghadap magnet dunia, arti falsafahnya adalah sang raja mengharapkan kekuatan. Arsitektur dan ukiran di setiap sudutnya memiliki banyak makna.

Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo di dalamnya. Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih,  di dalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja.

Selain itu, Keraton Kesepuhan memiliki museum yang cukup lengkap, berisikan aneka benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang dikeramatkan yaitu Kereta Singa Barong. Kereta ini memiliki ukiran hewan seperti naga, kerbau, garuda, dll yang melukiskan keragaman budaya dan agama yang berakulutrasi saat proses penyebaran agama islam zaman dahulu. Saat ini, kereta tersebut tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan setiap tanggal 1 Syawal untuk dimandikan.

Kereta Kencana di Museum Keraton Kasepuhan

Selain kereta, terdapat pula tandu untuk permaisuri dan putra mahkota. Tandu ini secara historis, biasanya diangkat oleh 4 orang pengawal kerajaan. Namun kenyatanyaannya saat ini, dibutuhkan minimal 8 orang untuk dapat mengangkatnya. Sehingga bisa disimpulkan betapa kuatnya fisik orang-orang terdahulu mampu mengangkat tandu sebesar itu hanya dengan 4 orang.

Beranjak ke bagian ruang luar Keraton Kesepuhan, kita bisa melihat bagaimana perpaduan unsur-unsur Eropa seperti meriam dan Patung Singa di halaman depan, furnitur dan meja kaca dengan gaya ala Perancis, serta tempat para tamu sultan berkaca sebelum menghadap, kemudian gerbang ukiran Bali dan Pintu Kayu pun juga mengikuti model ukiran Perancis yang menampakkan gambaran kosmopolitan Keraton Kesepuhan.

Sebagai pusat dakwah Islam, keraton memegang peranan yang sangat vital. Hal ini jelas terlihat dari sejarah yang menyebutkan bahwa Syaikh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), selain berperan sebagai seorang sultan, beliau juga adalah seorang hakim. Ajaran agama Islam yang di bawa wali songo ini memiliki pemahaman bahwa Islam adalah agama yang bisa beradaptasi dan berakulturasi dengan budaya masyarakat di wilayah penyebarannya masing-masing.

Aneka Koleksi di Museum Keraton Kasepuhan

Dari keraton tersebut, kita bisa belajar bagaimana dahulu Islam disebarkan di Indonesia dengan jalan akulturasi budaya, tentu tanpa merubah pokok-pokok ajarannya. Sehingga masyarakat Indonesia pada waktu itu bisa menerima dengan baik, bahkan tanpa pertumpahan darah sedikit pun.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *