Thanksgiving di Kota New York

  •   
  •   

Thanksgiving adalah hari libur nasional di Amerika Serikat yang jatuh pada setiap hari Kamis minggu ketiga pada bulan November. Hari Thanksgiving sendiri di masa lalu adalah perayaan panen bagi orang-orang Eropa. Sekarang, hari tersebut dirayakan untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang di Amerika Serikat untuk pulang kampung dan berkumpul kembali dengan keluarga dan kerabat terdekat. Salah satu keunikan dari perayaan ini adalah hidangan kalkun yang akan dimasak oleh setiap rumah untuk disajikan sebagai sajian utama.

Untuk liburan Thanksgiving kali ini, saya akan mengunjungi the Big Apple – ya saya akan berlibur ke New York City! Dari Philadelphia, yang merupakan tempat saya tinggal sekarang, menuju ke New York City diperlukan waktu perjalanan kurang lebih dua jam perjalanan darat. Saya sendiri melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi bus.Jika kalian ingin travelling menggunakan bus jangan lupa untuk membawa cemilan ya! Karena mereka biasanya tidak akan menyediakan makanan maupun minuman untuk dijual.

Berada di Washington Square Park (dokumentasi pribadi)

Ada beberapa alasan mengapa saya memutuskan untuk mengunjungi New York tahun ini. Salah satunya, adalah banyak sekali parade yang kita bisa lihat di kota ini. Salah satunya adalah Macy’s Parade. Parade ini akan menampilkan 26 balon raksasa yang ditarik oleh ratusan orang secara beriringan. Salah satu yang menarik perhatian adalah balon raksasa Son Goku (Dragon Ball Z) yang tingginya setara dengan gedung tingkat lima, bayangkan! Penonton parade ini datang dari berbagai penjuru negara wilayah Amerika Serikat dan mereka sangat menikmati pertunjukan ini. Ditambah, pengunjung anak-anak dapat bercengkrama langsung dengan badut-badut yang lucu dan juga marching band yang sangat bersemangat. Pengunjung yang menonton parade ini biasanya akan menginap dari subuh untuk mendapatkan tempat terbaik. Yang lebih mencengangkan lagi adalah ketika mereka mau menunggu berjam-jam di luar ruangan ketika suhu udara kota New York berada dibawah nol derajat Celcius! Apakah kalian sanggup?

Menjelang sore, orang-orang biasanya akan pulang ke rumah masing-masing untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk “pesta” mereka. Akan tetapi, berbeda dengan saya dan teman-teman saya. Kami pergi ke Chelsea Market untuk mencoba vegetable beef noodle soup di booth makanan Very Fresh Noodles. Di dalam Chelsea Market terdapat food court dan juga toko-toko seperti pusat perbelanjaan pada umumnya. Banyak orang biasanya mulai mengantri untuk berbelanja pada perayaan Black Friday Sale yang diadakan keesokan harinya. Penasaran?

Di tengah-tengah keramaian Times Square (dokumentasi pribadi)

Black Friday adalah hari dimana semua pusat perbelanjaan memberikan potongan harga atau penawaran yang menarik kepada pengunjung. Banyak dari pengunjung kota New York datang ke 5th Avenue untuk berbelanja. Destinasi lainnya yang patut dikunjungi adalah SoHo. Suasana di SoHo sangatlah berbeda dengan pusat kota yang gemerlap seperti Times Square. SoHo dibangun pada masa revolusi industri dan gedung-gedungnya bergaya antik-modern karena sudah dipulihkan berulang kali. Banyak dari gedung-gedung tersebut pernah diubah menjadi galeri-galeri kecil. Jika kalian tertarik dengan arsitektur dan seni atau berbelanja sekalipun, kalian harus menyempatkan diri untuk datang!

Menjelang matahari terbenam, kami memilih untuk menggunakan subway ke Times Square. Ada beberapa hal yang membuat kita para traveler lebih memilih menggunakan kereta bawah tanah atau Metro untuk pergi berkeliling. Pertama, jalur dari kereta bawah tanah yang tidak terlalu rumit. Kedua, transportasi umum sangatlah murah jika dibandingkan menggunakan taksi kuning atau Uber. Ketiga, jalanan biasanya dipenuhi pejalan kaki dan juga kendaraan yang akan menahan laju kendaraan alias macet! Jadi pikirkan kembali transportasi apa yang kira-kira sesuai dengan kebutuhan kalian.

New York City di malam hari (dokumentasi pribadi)

Hampir semua orang mengenal New York dengan sebutan ‘the city that never sleeps’. Suasana kota yang cepat dan sibuk membuat diri ingin mengikuti tempo yang sama. Menurut saya semua terpusat pada satu titik, yaitu Times Square. Tempat ini bagaikan jantung kota New York. Banyak yang menghabiskan waktu dengan bersantai, bercengkrama, maupun yang mengejar taksi. Semua ada pada satu tempat. Suasana malam dengan gemerlap billboard akan membuat kalian ingin berada disana. Untuk kalian para Instagramers, Times Square adalah tempat terbaik untuk merasakan suasana New York. Maka siapkanlah kamera kalian!

Setelah berkeliling di Manhattan sepanjang hari, kami berbalik menuju Jersey City – New Jersey yang merupakan tempat tinggal kami selama berada di kota New York. Kenapa kami memutuskan untuk menyewa tempat tinggal disini? Salah satu sebabnya adalah kita bisa melihat langsung tepian sungai Hudson. Sungai Hudson yang lebar membuat air yang mengalir menjadi lebih tenang dibandingkan sungai-sungai berukuran kecil. Selain itu, suasana malam hari disini juga tidak kalah indah karena pantulan sinar rembulan yang dengan lembut menyentuh sungai Hudson. Di kejauhan gemerlap kota New York membentuk permata-permata kecil yang elok.

Melihat pemandangan itu membuat saya menjadi mengerti arti dari Thanksgiving pada perjalanan saya kali ini. Saya merasa sangat berterimakasih karena saya tidak hanya ditemani oleh orang-orang terdekat pada saat saya berkeliling di New York akan tetapi juga pada keseharian saya. Nah, kira-kira apa makna yang kalian bisa ambil dari liburan terakhir kalian?

 

Tulisan ini ditulis oleh Gracelynn Soesanto (ig: @gracelynn_s) dan Dewa Parandita (ig: @dewaparandita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *