Menaklukkan Batasan Diri Melalui EDUFAIR ITB 2018

  •   
  •   

Education comes from within, you get it by struggle, effort and thought- Napoleon Hill

Untuk meraih impian melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri, kita kerap dihadapkan pada berbagai hambatan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Hambatan eksternal berupa kurangnya informasi mengenai universitas yang tepat serta beasiswa yang ditawarkan dapat disiasati dengan rajin mengikuti pameran beasiswa yang saat ini banyak diselenggarakan di kampus-kampus di Indonesia. Hambatan internal berupa batasan diri merupakan salah satu masalah yang harus dipecahkan oleh para pemburu beasiswa sebelum akhirnya memutuskan untuk berjuang menggapai mimpinya. Sebagai jawaban atas tantangan yang dihadapi para mahasiswa dalam proses menggapai masa depan, Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung ITB menyelenggarakan EDUFAIR ITB 2018.

Mengusung tema “Broaden Your Horizon”, EDUFAIR ITB 2018 bertujuan untuk membuka wawasan peserta dalam membidik peluang untuk melanjutkan studi ke luar negeri, sekaligus sebagai wadah penghubung mahasiswa ITB dan alumni dengan lembaga yang berkaitan dengan studi lanjutan. EDUFAIR ITB 2018 yang sukses diselenggarakan pada Jumat 30 November 2018 ini juga menjadi pusat aktivitas bagi seluruh mahasiswa ITB dan alumni untuk memperoleh informasi studi lanjutan dari narasumber yang kompeten dibidangnya, mengembangkan softskill melalui lokakarya, serta mendapatkan jaringan studi lanjutan dari lembaga terkait.

Suasana seminar beasiswa EDUFAIR ITB 2018

PPI Dunia tak ketinggalan dalam semangat dan kemeriahan gelaran EDUFAIR ITB 2018 dengan mengirimkan delegasinya yaitu Adis yang merupakan alumni Tohoku Univ. Graduate School of Medicine, Japan 2015-2017 dengan beasiswa LPDP. Menurut Adis, meskipun sumber informasi sudah tersedia banyak di internet, minat generasi muda menghadiri acara seminar pendidikan, pameran beasiswa tetap tinggi karena mereka ingin mendengar langsung dari yang sudah mengalami (alumni kampus, alumni beasiswa), sehingga informasi yang didapat lebih mendetail. Adis yang membawakan materi dengan topik “How to be diaspora” ini juga menjelaskan bahwa topik pembicaraan mengenai studi di luar negeri telah banyak dibahas namun belum banyak yang membahas kehidupan seluk beluk perkuliahan di luar negeri seperti pergaulan, cara adaptasi, serta mengelola stress saat studi. “Berawal dari masalah tersebut, saya ingin berbagi bukan hanya tentang mencari beasiswa, tapi juga tentang kehidupan sebagai diaspora di lingkungan perkuliahan juga di lingkungan masyarakat lokal” ungkapnya.

Delegasi PPID, adis dan narasumber lain sedang menerima piagam

Melanjutkan berbagi cerita, Adis memberikan tips untuk sukses dalam perkuliahan di luar negeri. “Kita harus mempunyai niat yang tulus untuk belajar dan berusaha menggali ilmu, bukan hanya di dunia akademik, namun juga pengetahuan baru yang kita dapatkan di luar kampus, serta di kehidupan sehari-hari saat berbaur dalam masyarakat.” Ia pun menambahkan bahwa persiapan fisik dan mental juga sangat penting. Jauh dari orang tua, keluarga dan lagi tugas kuliah, serta aktivitas yang padat kadang membuat kita lupa menjaga kesehatan. “Ini yang tidak boleh terjadi. Kuliah belum tentu selalu lancar, namanya kehidupan, pasti ada saat kita di atas, ada saat kita di bawah. Bisa jadi kita tertekan atau ada masalah dalam perkuliahan, kesiapan mental penting untuk menghadapi hal-hal tidak terduga seperti ini”.

Peserta EDUFAIR ITB 2018 antusias bertanya

Antusiasme peserta dalam kegiatan EDUFAIR ITB 2018 terekam dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan baik kepada narasumber seminar maupun kepada instansi universitas dan lembaga penyedia beasiswa yang turut meramaikan kegiatan pameran pendidikan ini. Berani bertanya dan menggali informasi mengenai jurusan dan beasiswa yang sesuai dengan kebutuhan merupakan awal dari cara menaklukkan batasan diri yang ada. Mengukur kemampuan serta meningkatkan potensi untuk dapat memenuhi persayaratan penerima beasiswa adalah langkah selanjutnya yang harus dilakukan mahasiswa untuk mempersiapkan diri menempuh studi lanjut di luar negeri. Jadi siapkah kalian menaklukkan batasan diri demi pendidikan impian dan masa depan? ***

Keceriaan Peserta, Narasumber dan Panitia berfoto bersama

 

Artikel ini ditulis oleh Margaretta Christita

Tim Media Divisi Festival Luar Negeri PPID 2018/2019

(felari@ppidunia.org)

 

Ingin juga bekerja sama membuat Edufair atau mengikutsertakan delegasi narasumber dari PPI Dunia?

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di http://ppidunia.org/divisi-festival-luar-negeri-felari/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *