Menikmati Indahnya Kota Angin di Tanah Api, Azerbaijan

  •   
  •   

Berkunjung ke Azerbaijan, tidak lengkap rasanya kalau kita tidak mendatangai ibukota negara ini, Baku. Nama Baku sendiri diambil dari bahasa Persia kuno yang berarti “deburan angin”. Tidak salah memang, karena angin kencang selalu berhembus mengenai kota ini. Kota seluas 2.130 km persegi yang mempunyai jumlah penduduk sebanyak 2.5 juta ini juga dikenal akan peninggalan sejarah dan peradaban manusianya serta bangunan-bangunan yang serba modern, bahkan lebih modern dari negara-negara dikawasan Kaukasus dan Laut Kaspia lainnya.

Salah satu ikon kota Baku yang cukup menarik perhatian wisatawan adalah Flame Towers. Flame Towers adalah gedung tertinggi di Baku, berbentuk api sebagai simbol negara Azerbaijan yang juga berasal dari histori yang panjang dari kaum Majusi atau Zoroastrianism, sang pemuja api. Azerbaijan dianggap sebagai tempat lahir seorang nabi kaum Majusi yang bernama Zoroaster. Bahkan, kuil Majusi bernama Ateşgah Temple juga terletak di Baku dan hingga kini difungsikan sebagai museum. Ketika malam hari, Flame Towers akan terlihat menonjol dengan lampu LED yang terpasang di seluruh permukaan gedung dan akan menampilkan berbagai gambar yang bergerak layaknya sebuah video raksasa ketika dilihat dari jauh. Ikon lain kota Baku adalah Heydar Aliyev Centre. Tempat ini merupakan gedung pameran yang juga merangkap sebagai museum dan aula pertemuan yang biasa digunakan untuk acara berskala international. Keunikan gedung ini adalah bentuknya yang tidak bersudut, dimana hal ini terinspirasi dari tanda tangan presiden pertama Azerbaijan, Heydar Aliyev. Gedung ini dirancang oleh seorang arsitek ternama dunia, Zaha Hadid. Dibangun pada tahun 2007 lalu, bangunan ini teah memenangkan penghargaan design museum terbaik dunia pada tahun 2014 dan Zaha Hadid menjadi arsitek wanita pertama yang memenangkan penghargaan tersebut.

Tempat lain yang harus dikunjungi di kota Baku adalah Old City (İçəri Şeher). Old City merupakan inti sejarah yang ada di kota Baku dan dibangun pada sekitar abad ke-11 atau 12. Pada tahun 2000, situs ini dinobatkan oleh UNESCO sebagai World Heritage Site. Dengan komplek-kompleknya yang memiliki jalanan yang berbatu serta kondisi bangunan-bangunan tua yang masih kokoh dan cantik, di tempat ini kita dapat mengunjungi berbagai situs bersejarah seperti Maiden’s Tower, Castle Synyk Gala, Shirvanshah Palace, Caravan Saray, Juma Mosque dan masih banyak lagi. Menariknya, Old City sendiri terletak di tengah kota Baku, sehingga nampak seperti kota di dalam kota.

Tak jauh dari situs Old City, terdapat sebuah tempat layaknya alun-alun terbuka bernama Fountain Square. Tempat ini dipenuhi dengan pertokoan, butik, kedai shisa, berbagai restoran lokal dan mancanegara, hingga pub yang dibalut dengan bangunan-bangunan khas Eropa-Rusia. Berlantaikan keramik khas lokal di seluruh area tersebut, tempat ini biasa dijadikan lokasi pertemuan kasual bersama teman atau untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama. Dengan letaknya yang strategis di jantung kota Baku, tempat ini menjadi salah satu destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Azerbaijan. Kelebihan lainnya adalah tempatnya yang bersih serta suasana yang nyaman, sehingga pantas rasanya jika kawasan ini menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan.

Dari Fountain Square, kita bisa sedikit berjalan menyeberangi jalan utama dan akan berjumpa dengan salah satu taman terpanjang di Eropa, Park Boulevard. Tempat ini adalah salah satu taman nasional yang membentang di sepanjang laut kaspian di Baku yang berusia lebih dari 100 tahun. Disepanjang taman ini kita bisa menikmati indahnya Laut Kaspia sembari menikmati “çay”, teh khas Azerbaijan,  ditemani dengan beberapa manisan lokal seperti paxlava, halva, badambura, şəkərbura, dan lain sebagainya. Masyarakat lokal Azerbaijan biasanya menikmati segelas çay saat berkumpul bersama teman-teman dan kerabat dekat. Harga hidangan ini pun beragam. Untuk 1 teko çay yang bisa dinikmati untuk 3 4 orang seharga kisaran 3-8 manat dengan kurs Rp8.500 per manat. Relatif mahal namun sangat worth it untuk ditebus sembari menikmati indahnya pemandangan laut Kaspia. Tidak hanya itu, kita juga bisa menikmati pemandangan dari laut Kaspia dengan menaiki kapal yang mampu menampung kurang lebih 200 penumpang dengan membayar sekitar 3 manat untuk tempat duduk ekonomi dan 10 manat untuk kelas VIP yang terletak di bagian depan dan atas kapal.

Terkenal dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya, kota Baku sendiri mempunyai beberapa museum terkenal untuk dikunjungi seperti National Art Museum of Azerbaijan yang sudah berdiri sejak tahun 1936 dan memiliki 15 ribu karya seni bersejarah yang dapat kita nikmati. Terdapat juga National History Museum yang menampilkan sejarah sosial kehidupan masyarakat Azerbaijan sejak peradaban kuno hingga sekarang. Bangunan museum dibangun pada periode tahun 1893-1902 dengan gaya arsitektur bangunan renaisans Italia dan dirancang oleh arsitek Polandia, Josef Goslawski. Selain itu, ada juga museum karpet Azerbaijan yang berisikan berbagai koleksi karpet Azerbaijan dari masa ke masa dengan tekhnik tenun karpet yang berbeda-beda. Dan, yang paling terkenal adalah Museum of Miniature Books yang merupakan satu-satunya museum miniatur buku di dunia. Koleksi yang terdapat di museum ini dikumpulkan oleh Zarifa Salahova selama 30 Tahun. Koleksi miliknya tersebut  kurang lebih sekitar 6500 eksemplar miniatur buku dari 64 negara, termasuk berbagai buku karya tokoh besar dunia seperti Fyodor Destoyevski, Barto dan Gogol, Vagif dan masih banyak tokoh-tokoh bersejarah lainnya. Tiga buku terkecil di museum ini berukuran 2mm x 2mm yang tentunya hanya dapat dibaca menggunakan kaca pembesar. Menarik bukan?

Karena keindahan kota Baku yang juga memiliki 140 taman di seluruh penjuru kota ini, maka tak salah jika kota ini dijadikan sebagai salah satu sirkuit balap mobil F1 Grand Prix Eropa yang diselenggarakan setiap tahunnya hingga tahun 2020. Dan kabar baiknya, pada tahun 2019 ini, Baku Olimpic Stadium akan menjadi tuan rumah final pertandingan sepak bola Eropa, European League juga lho !

So, ayo datang ke Baku! Kami tunggu teman-teman semua! Поехали в Баку! Biz sizi gözləyirik

Tulisan ini ditulis oleh :

Alif Paramardhika Putera 

Mahasiswa Hubungan International , Khazar University, P3I Azerbaijan

IG: @alv.pp @pppi_azerbaijan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *