Menempuh Studi di Brighton, Kota Paling Cerah se-Inggris Raya

  •   
  •   

Banyak orang menjuluki Inggris sebagai negara yang gloomy. Julukan ini didapat Inggris karena langit di Negeri Ratu Elizabeth tersebut sering kali dilingkupi awan kelabu. Meski begitu, ada satu kota yang disebut-sebut sebagai tempat paling cerah di Inggris. Ia adalah Brighton, kota di mana saya sedang menempuh studi postgraduate saat ini.

Brighton sendiri adalah kota pinggir laut yang berada di selatan Inggris, tepatnya di East Sussex. Untuk menuju Brighton, cukup menempuh perjalanan selama satu jam naik kereta dari pusat kota London. 

Julukan sebagai kota paling cerah di seantero Inggris yang disematkan pada Brighton pertama kali saya dengar dari Professor Adam Tickell, vice chancellor University of Sussex, kampus tempat saya belajar. “It is said that Brighton is the sunniest city in the UK.” Kira-kira begitu kalimat Professor Adam saat menyampaikan welcoming speech untuk menyambut mahasiswa baru, pertengahan September lalu.

Terlepas dari benar atau tidaknya klaim tersebut, Brighton memang paling enak dinikmati saat hari sedang cerah. Kegiatan favorit saya pada saat sunny days adalah pergi ke pantai untuk menunggu waktu sunset. Penat di kepala selepas kuliah rasanya langsung hilang begitu melihat keindahan matahari tenggelam dari pantai Brighton.

Menikmati Brighton sebagai Pelajar

Tidak butuh waktu yang lama buat saya untuk merasa kerasan tinggal di Brighton. Kota ini punya energi dan karakter unik yang tidak saya temukan di kota besar seperti London. Dinding bangunan di Brighton banyak dihiasai dengan mural dan graffiti. Orang-orang dengan ekspresi fesyen yang beragam tumpah ruah di jalanan. Belum lama ini, Brighton dinobatkan sebagai “the most hipster city in the world.”

Buat saya, Brighton juga tempat yang ideal untuk tinggal dan belajar. Sebab, kota yang juga mendapat julukan sebagai ‘London by the sea’ ini tidak terlalu sibuk, tapi tidak juga terlalu sepi.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pemerintah Inggris pada 2011, populasi pelajar di Brighton sekitar 14 persen dari total jumlah penduduk. Angka ini jauh di atas presentase rata-rata jumlah pelajar di England yang sebanyak 8,2 persen.

Di Brighton ada dua universitas dan beberapa college. Yang paling besar adalah University of Sussex. Berdiri sejak tahun 1960-an. Sussex memiliki lebih dari 17 ribu mahasiswa. Sekitar 24 persen di antaranya adalah pelajar internasional yang berasal dari 120 negara. Jadi, tak heran jika sedang berada di kampus, atau bahkan di seluruh penjuru kota Brighton, saya sering mendengar orang berbicara dalam beragam bahasa yang berbeda. 

Bicara soal suasana kampus, University of Sussex memiliki lingkungan yang tenang dan sangat kondusif untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Ini karena lokasinya yang dikelilingi South Downs National Park. Dari jendela perpustakaan, saya bisa melihat perbukitan hijau yang dihuni sapi dan kuda.

Jika butuh rehat setelah berjam-jam belajar di perpustakaan, saya bisa dengan mudah pergi ke pantai atau pusat kota dengan menaiki bus. Biasanya, setelah puas duduk-duduk di pantai, saya suka menyusuri gang-gang sempit di The Laines yang dijejali kafe, pub dan toko-toko mungil yang menarik.

Brighton juga terkenal dengan beragam festival seni dan budaya yang digelar sepanjang tahun. Mulai dari Brighton Art Fair, Brighton Film Festival, Brighton Fringe, Paddle Round the Pier, Brighton Kite Festival, Brighton Pride, hingga Burning the Clocks, festival akhir tahun yang ditandai dengan parade lentera.

Jadi, tertarik untuk studi dan tinggal di Brighton?

Brighton, Januari 2019

Halimatus Sadiyah, mahasiswa program Media Practice for Development and Social Change, University of Sussex.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *