Indonesia menjadi Juara Umum Pada Liga Asean Cup 2019 Universitas Islam Madinah

  •   
  •   

Asean Games 2019 diadakan oleh Persatuan Mahasiswa Thailand di Universitas Islam Madinah dengan mengajak semua negara Asia Tenggara dan satu negara tamu untuk memeriahkan acara ini.

Negara-negara yang berpartisipasi dalam acara ini antara lain Thailand sebagai promotor acara, Malaysia, Indonesia, Filipina, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Maladewa sebagai negara tamu. Beberapa cabang olahraga yang diadakan yaitu Sepakbola, Basket, Voli, Tenis Meja, Takraw, dan Petanque. Acara ini diadakan selama 7 hari, dimulai pada tanggal 13 Januari dan berakhir pada tanggal 19 Januari 2019.

Tercapainya prestasi ini tidak lain dan tidak bukan adalah taufiq dari Allah Azza wa Jalla, doa dan dukungan para supporter dari Mahasiswa Indonesia, serta usaha dari PPMI Madinah, khususnya Departemen Olahraga yang telah mengadakan seleksi, dan mendampingi para atlit hingga peluit detik akhir babak kedua final sepakbola berbunyi.

Alhamdulillah, dalam acara ini, Indonesia mendapatkan prestasi yang lebih baik dari tahun sebelumnya dengan menjadi Juara Umum pada tahun ini, dengan rincian prestasi sebagai berikut:

1. Sepakbola Juara 1
2. Basket Juara 2
3. Voli Juara 2
4. Tenis Meja Juara 2
5. Pemain Terbaik dalam cabang olahraga Sepakbola

Turut hadir pula di akhir acara, perwakilan KJRI Bapak Ahmad Sofyan yang menyemangati para atlit sepakbola yang akan bertanding di final melawan Malaysia sebelum pertandingan dimulai. Ketika itu pertandingan dimenangkan oleh Timnas Indonesia dengan 2 gol tanpa balas yang dilasakkan striker supersub Indonesia, Zulfahmi Mahasiswa Tingkat akhir Kuliah Syariah.

Perjalanan yang ditempuh untuk mencapai partai final tidaklah mudah, Indonesia berada di Grup B, bersama dengan Kamboja, Malaysia, dan Singapura.

Puncak dari kemeriahan acara ini adalah ketika final Cabang Olahraga Sepakbola diselenggarakan yang mana dilanjutkan dengan pembagian hadiah untuk para pemenang. Pertandingan pertama grup Timnas Indonesia dihadang oleh Timnas Kamboja yang notabenenya memiliki pemain yang kuat, tapi Indonesia tidak menyerah disitu saja, sampai akhirnya Timnas Indonesia memenangkan pertandingan pertama grup tersebut dengan Skor 3-1. Pertandingan kedua adalah salah satu pertandingan “semi” bergengsi, kenapa? ya, karena lawan yang kami hadapi di final, adalah lawan yang sama dengan yang kami lawan di babak kedua grup kali ini, yaitu Timnas Malaysia yang selain merupakan tetangga sahabat, juga merupakan rival yang sehat dalam kompetisi ini. Dan Alhamdulillah, rekor tak terkalahkan kami berlanjut karena pertandingan ini berakhir seri, dengan skor 1-1.

Hari berikutnya, seharusnya kami bertanding melawan Timnas Singapura, tapi Qaddarullah wa Maa Syaa Faal, tim mereka tidak datang saat pertandingan, dan akhirnya Indonesia mendapatkan poin percuma, dengan skor 3-0.

Tibalah hari yang menentukan sejarah, apakah kita hanya akan berakhir seperti tahun lalu? dengan hanya memperebutkan tempat ketiga? atau berjuang di babak semifinal ini untuk memperlihatkan sebenarnya siapa kita?

Lawan Timnas Indonesia pada semifinal kali ini adalah Timnas Thailand yang notabenenya merupakan salah satu negara kuat di dalam sepakbolanya dan perlu diperhitungkan, tapi dengan kesabaran, kegigihan, dan kepercayaan diri yang tinggi disertai mental juara yang kuat, Alhamdulillah Indonesia bisa menaklukkan Thailand dengan skor akhir 2-0 dan berhasil melaju ke Final Asean Cup 2019.

Pada hari sabtu, 19 Januari 2019, tepatnya pada pukul 20:30, dimulailah kick off babak pertama Partai Final Asean Cup 2019 yang mempertemukan kami, Indonesia dan sahabat kami, Malaysia. Pada paruh pertama pertandingan, Indonesia berhasil menahan gempuran demi gempuran dan serangan demi serangan dari Timnas Malaysia, skor bertahan 0-0 sampai waktu turun minum tiba. Dan mulailah sejarah itu tercipta, saat dimulainya babak kedua, dan waktu sudah berjalan sekitar 10 menit, Indonesia mengubah taktiknya dengan memasukkan Zulfahmi sebagai penyerang menggantikan Ustadz Abdullah Hajj, dan Latiful sebagai sayap kiri menggantikan Abror. Momen yang ditunggu-tunggu pun tiba, bola lepas dari bek Malaysia dimanfaatkan Striker Indonesia dengan langsung menendangnya ke arah gawang tim lawan, kiper sempat menahan, tapi sayang bola terlalu kuat, dan akhirnya mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Indonesia.

Mental Indonesia menjadi kuat, tapi tidak serta merta merasa tinggi diatas angin, karena kami tahu bahwa kesombongan hanya akan membawa petaka. Indonesia tetap bermain pada temponya, dengan Kiper yang selalu berusaha menjaga gawangnya, bek yang siap siaga menahan serangan demi serangan, dan pemain tengah yang selalu siap untuk menyuplai bola kepada penyerang. Dan waktu yang ditunggu pun tiba, sebelum peluit berbunyi, Indonesia mengunci kemenangan dengan menambah satu gol lagi dengan proses yang amat sangat cantik, dimulai dari menahan serangan Malaysia, mengalirkan bola ke arah kanan lapangan, dengan umpan lambung yang indah, dan konversi gol oleh striker dengan indah, berakhirlah kedudukan menjadi 2-0 untuk Indonesia. Peluit akhir berbunyi, dan inilah kami, INDONESIA.

Tujuan dari diadakannya event ini adalah untuk mempererat ukhuwwah islamiyyah antara mahasiswa se-Asia Tenggara di Universitas Islam Madinah dan menambah koneksi jaringan antara mahasiswa, sehingga kedepannya bisa saling bantu-membantu dalam berdakwah di jalan Allah Azza wa Jalla.

Humas PPMI Cabang Madinah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *