Berkunjung ke Denmark: Lebih dari Copenhagen

  •   
  •   

Hai teman-teman PPI Dunia! Kali ini kita akan membahas tentang lokasi-lokasi travelling di Denmark. Jika pertama kali mendengar tentang Denmark, pasti akan langsung teringat dengan kota Copenhagen yang merupakan ibukota dari Denmark, dengan kawasan Nyhavn yang unik dan patung Little Mermaid-nya. Tetapi jangan salah, di Denmark ada banyak lokasi wisata lain yang tentunya tidak kalah menarik dari Copenhagen. Untuk itu, tulisan kali ini akan membahas beberapa tempat-tempat tersebut.

Yang pertama adalah Møns Klint yang merupakan tebing kapur sepanjang 6 km di pesisir selatan Pulau Zealand. Tebing kapur ini cukup tinggi, mencapai sekitar 120 m dari permukaan laut. Untuk mencapai pantai di tepi tebing, ada beberapa jalur tangga yang dapat dilalui dimana jalur yang paling terkenal berjumlah 497 anak tangga! Møns Klint sangat menarik untuk dikunjungi, karena selain pemandangan alamnya yang indah, terutama jika dikunjungi saat musim gugur. Terdapat formasi batuan yang cukup unik dan menyimpan banyak informasi terkait sejarah geologi di wilayah Denmark. Wilayah hutan di atas tebingnya pun menyimpan banyak keindahan, dan tentunya titik-titik yang keren untuk berfoto.

Dari ujung selatan Denmark, kita berpindah ke ujung paling utara daratan utama Denmark, yaitu di Grenen yang dalam bahasa denmark memiliki arti cabang pohon. Terletak sekitar 3 km dari Skagen, kota paling utara di Semenanjung Jutland. Grenen merupakan titik pertemuan antara 2 laut, yaitu Skagerrak di sebelah barat yang merupakan bagian dari Laut Utara, dan Kattegat di sebelah timur yang merupakan bagian dari Laut Baltik. Pertemuan kedua laut ini membawa pasir yang terdeposisi membentuk suatu semenanjung kecil, yang selalu bergerak setiap tahunnya. Waktu terbaik untuk mengunjungi Grenen adalah saat musim panas, dengan adanya kemungkinan kita dapat melihat batas antara kedua laut yang bertemu, ditandai dengan perbedaan warna kedua laut. Selain itu, Grenen juga sering dikunjungi berbagai satwa yang menarik, seperti anjing laut, lumba-lumba, dan burung-burung endemik wilayah Skandinavia.

Tidak jauh dari Skagen, terdapat Råbjerg Mile, yang merupakan lahan gumuk pasir, kira-kira seperti Parangkusumo di Indonesia. Uniknya, Råbjerg Mile selalu berpindah lokasi setiap tahunnya, dengan perpindahan rata-rata 15 meter ke arah timur laut. Diperkirakan dalam waktu satu abad, Råbjerg Mile akan mencapai pusat kota Skagen dan menutupi kota tersebut. Tempat ini sangat indah, kita akan seperti berada di tengah gurun pasir sekalipun udaranya cukup dingin. 

Lokasi lain yang cukup terkenal di Denmark adalah Legoland Billund. Legoland ini merupakan Legoland pertama yang dibangun di dunia dan berada di sebelah pabrik pertama LEGO. Di Legoland Billund, terdapat banyak sekali minatur-miniatur lokasi terkenal Denmark maupun dunia. Tidak hanya itu saja, tetapi juga terdapat beberapa wahana permainan yang seru untuk dimainkan, terutama jika kita berkunjung bersama keluarga. Lokasinya sangat strategis, hanya beberapa menit saja dari Bandara Billund yang merupakan bandara tersibuk kedua di Denmark.

Bagi penggemar wisata arsitektur, tidak akan lengkap mengunjungi Denmark apabila tidak mendatangi Kota Aarhus. Aarhus adalah kota kedua terbesar di Denmark, dengan 13% dari seluruh populasinya yang berjumlah 315.000 orang berupa pelajar, yang menjadikannya sebagai kota dengan rata-rata usia termuda di Denmark. Meskipun demikian, menurut sejarahnya Aarhus adalah salah satu kota tertua di wilayah Skandinavia dan merupakan salah satu kota pelabuhan kaum Viking. Maka dari itu, jika kita berkeliling Aarhus kita akan disuguhi pemandangan bangunan-bangunan klasik yang diselingi gedung-gedung bernuansa modern. Salah satu ikon utama Aarhus adalah Museum ARoS, sebuah museum seni modern yang terkenal dengan instalasi permanen ”Your Rainbow Panorama” karya Olafur Eliasson. Instalasi ini berupa lorong melingkar sepanjang 150 meter yang dilingkari kaca dengan menampilkan seluruh warna dalam spektrum cahaya. Bukti lain inovasi arsitektur di Aarhus adalah kawasan Isbjerget di Aarhus Ø, yang merupakan kompleks apartemen yang didesain menyerupai gunung es.

Namun demikian, banyak juga kegiatan lain yang dapat dilakukan di Aarhus. Salah satunya mengunjungi Moesgaard Museum di selatan Aarhus. Moesgaard Museum adalah museum prasejarah dan arkeologi Denmark yang dilengkapi dengan berbagai sarana multimedia interaktif, yang membawa kita berjalan-jalan menelusuri sejarah Denmark dan Skandinavia tidak hanya melalui pandangan, tetapi juga indera-indera kita lainnya. Sungguh, butuh satu hari penuh untuk menikmati seluruh media dan pameran di Moesgaard Museum.

Sebagai pelajar di Denmark, masih banyak lagi atraksi yang belum saya kunjungi, seperti museum Hans Christian Andersen di Odense, mengambil tiram liar di pesisir Ribe di Jutland Barat, Kepulauan Faroe, dan masih banyak lainnya. Jadi, tunggu apa lagi? Masukkan Denmark dalam daftar wajib dikunjungi Anda selanjutnya jika mampir di Eropa!

Tulisan ini ditulis oleh Theodorus Felix D. Abik yang merupakan mahasiswa MSc in Molecular Nutrition and Food Technology – Aarhus University, Denmark

1 Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *