Reputasi, Perguruan Tinggi dan Klub Bola Kaki

  •   
  •   
Diunduh dari ppioxford.org

Michael Shattock dalam bukunya, Managing Successful University (2010) mengatakan bahwa sebenarnya peta persaingan universitas itu mirip dengan peta persaingan tim sepak bola. Pandangannya ini dikuatkan dengan klasemen ranking universitas baik di dunia maupun di Inggris yang jadi negara dimana Shattock melakukan penelitian.

Tim sepak bola besar yang punya sejarah panjang seperti Manchester United & Liverpool akan dengan mudah menarik talenta terbaik, karena mereka ingin berinteraksi dengan sesama kolega dengan level tertingginya, mendapatkan kebanggaan bermain dan tercatatat dalam sejarah klub. Demikian juga Cambridge dan Oxford, tanpa butuh pemasaran, semua talenta terbaik peneliti dan akademisi akan dengan sendirinya tersedot magnet untuk berkumpul disana dan mendapatkan pride menjadi bagian dari sejarah panjang dari universitas tersebut.

Pendapatan klub besar pun dengan sendirinya besar, dikarenakan reputasi yang dibangun melalui prestasi dan sejarah klub membuat jumlah fans fanatik mereka sangat banyak. Fans yang banyak menciptakan pasar bagi tiket maupun merchandise, dan juga membuat pihak sponsor dengan mudah mendanai klub.

Universitas dengan reputasi tinggi pun demikian. Dana penelitian dengan mudah didapatkan karena sejarah panjang dari kualitas peneliti dan penelitian yang mereka lakukan. Kualitas dari lulusan, serta reputasi dari para alumni terkenal menambah reputasi univeritas, dan dengan sendirinya membuat para calon mahasiswa terbaik berlomba masuk perguruan tersebut. Sebagaimana para fans fanatik, mereka rela membayar mahal untuk bisa mendapatkan pembelajaran terbaik plus reputasi sebagai bagian dari universitas tersebut. Bahkan alumninya pun juga dengan senang hati bersedia menjadi penyumbang bagi dana abadi yang dibuat untuk mengelola universitas.

Universitas kecil hampir bisa dikatakan tidak punya sesuatu yang bisa dibuat bersaing head to head terhadap para universitas besar ini. Sebagaimana klub bola kecil, mungkin satu musim mereka bisa menjadi juara (contoh kasus: Blackburn Rovers/Leicester City), tapi tahun berikutnya para pemain bintang (beserta pelatihnya) segera jadi rebutan klub besar yang bersedia membayar dengan harga transfer dan gaji tinggi, serta pride sebagai bagian dari klub besar.

Akademisi universitas pun kira-kira seperti itu. Kita saat ini sedang diributkan ingin menjadi Entrepreneurial University, padahal lima universitas yang menjadi role model dari buku fenomenal karangan Clark Burton tersebut sekarang tak beranjak dari universitas kelas menengah, bahkan termasuk termasuk universitas dimana Shattock (dulu) bekerja, beberapa malah tenggelam dan kehilangan arah strategi. Termasuk universitas di USA yang jadi role model pengelolaan Universitas, dalam buku lainnya yang tak kalah fenomenal dan terbit tahun 80-an tentang strategi pengelolaan universitas. Bahkan universitas yang dimaksud sekarang sudah tidak lagi pake strategi yang diceritakan buku inspiratif pada masanya tersebut, dan tetap menjadi universitas antah berantah dibandingkan universitas dengan nama besar di USA.

Mengenai universitas dengan sejarah besar, tentu selalu ada anomali, seperti Nottingham Forest yang punya sejarah panjang klub besar tapi sudah beberapa dekake menghilang dari persaingan. Dalam universitas juga ada Universitas Aberdeen yang dulu punya reputasi sedemikian panjang, tapi kemudiang tenggelam karena kesalahan pengelolaan yang terus-menerus.

Sebagaimana dalam klub olahraga yang sedang trend memompa prestasi dengan dana tak terbatas seperti Chelsea dan Manchester City di Inggris, atau kasus terbaru dan sangat unik menarik RB Leipzig di Jerman, di Universitas pun demikian. Ambil contoh NUS (Singapore) dan KAIST (Korea). Mereka menggelontorkan dana besar untuk memompa peringkat mereka. Masalahnya, tidak banyak pengelola universitas maupun negara yang punya dana dan punya komitmen seperti pemilik Chelsea dan City yang uangnya tidak berseri.

Penulis: Luthfi Nur Rosyidi (Ketua PPI Denmark 2018/2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *