PPI Brief no. 6 / 2019: Studi Komparatif Praktis dan Pengembangan Kapasitas Guru di Indonesia: Belajar dari Program Bantu Guru Melihat Dunia

  •   
  •   

Pusat Kajian dan Gerakan PPI Dunia menerbitkan PPI Brief No. 6 (April 2019) yang mengulas esensi dan dampak dari program studi banding (komparatif) Bantu Guru Melihat Dunia (BGMD) tahun 2018. Brief ini ditulis oleh Muhammad Fadlian Amhar. Brief ini mengidentifikasi para pemangku kepentingan dan elemen-elemen pembanding yang bisa menjadi acuan untuk program serupa. Peserta, dalam hal ini guru, ditempatkan sebagai peneliti yang kemudian mengaplikasikan hasil temuannya di sekolah asal dan mendiseminasikannya dalam program ‘diseminasi’ yang ditujukan untuk para guru yang belum lulus seleksi.

Menurut Amhar yang sedang menempuh studinya di Finlandia, temuan studi komparatif program ini berkaitan dengan: 1) otonomi guru dalam hal administrasi pengajaran; 2) aktualisasi budaya pada pelaksanaan pembelajaran; 3) model pengajaran dan posisi kemajuan peserta didik dalam pembelajaran; 4) penilaian komprehensif sebagai bentuk dukungan; dan 5) sinergitas peran pendukung di lingkungan sekolah.

Amhar mengambil satu langkah mundur untuk melihat gambaran lebih besar dan menemukan bahwa kebijakan pendidikan sejatinya adalah program yang punya multi-stakeholders, dimana peran pemerintah, sekolah asal dan tujuan, dan dalam hal ini PPI negara tujuan (host) sebagai inisiator dan fasilitator perlu disinergikan mengingat kontribusi dan peran yang bisa diambil masing-masing stakeholders. Terakhir, program serupa BGMD diharapkan dapat menghilangkan konsep “sekolah sempurna” dan sebaliknya mendorong para guru untuk bisa mengambil pelajaran secara komparatif berdasarkan refleksi masalah yang dihadapi di sekolah masing-masing. Brief ini diharapkan bisa memberikan beberapa insight kebijakan jika pemerintah ingin membuat platform kegiatan serupa. PPI tentunya dalam hal ini bisa menjadi partner strategis selain pejabat di kedutaan besar atau konsulat jenderal Republik Indonesia. Ke depannya, pendidikan Indonesia seharusnya bisa terus berbenah tanpa mengadopsi mentah model pendidikan dari luar negeri, melainkan menyesuaikan dengan kearifan lokal dan masalah riil yang sedang dihadapi.

Muhammad Fadlian Amhar

Policy-Briefs-no-6


1 Response

  1. Mas Adi says:

    Guru memang saat ini harus terus belajar agar dapat memberikan pengajaran yang baik untuk masyarakat. Masyarakat di Era Industri 4.0 memang sebagai guru harus memiliki bekal yang lebih.
    Salam Sukses Selalu

Leave a Reply to Mas Adi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *