PPI Brief no. 7 / 2019 Shale Gas: Tantangan dan Perkembangannya untuk Pemenuhan Kebutuhan Energi di Indonesia

  •   
  •   

Pusat Kajian dan Gerakan PPI Dunia menerbitkan PPI Brief No. 7 (April 2019) yang membahas potensi dan tantangan gas serpih (shale gas) di Indonesia sebagai sumber energi baru dalam komposisi bauran energi nasional. Shale gas telah menjadikan Amerika Serikat menjadi net exporter, setelah beberapa dekade terakhir menjadi negara pengimpor bahan bakar dan sedikit banyak telah mengubah peta geopolitik energi dunia.

Indonesia hari ini masih bergantung pada batu bara yang tergolong energi ‘kotor’ akibat polusi dan dampak negatifnya pada lingkungan. Menurut penulis, Laode Marzujriban Masfara, Indonesia perlu melihat dengan serius potensi shale gas ini, dimana shale gas merupakan sumber energi yang jauh lebih ‘bersih’, terlepas dari diskursus yang berkembang dan kebijakan yang telah diambil negara-negara maju terkait potensi shale gas mengurangi insentif pengembangan sumber energi terbarukan.

Mengingat shale gas sebagai suatu terobosan yang didukung oleh perkembangan teknologi, terutama horizontal drilling dan hydraulic fracturing, riset dan pengembangan teknologi terkait di Indonesia perlu diperhatikan juga pelibatan stakeholder untuk studi yang lebih massif. Lebih lanjut, serupa halnya dengan coal-based methane yang sudah diulas dalam PPI Brief No. 2/2018, Laode berargumen bahwa shale gas juga butuh dukungan regulasi terkait perizinan pembukaan sumur baru dan elemen penunjang eksplorasi.

PPI Brief ini diharapkan bisa memberikan gambaran kepada masyarakat luas dan pemangku kebijakan atas potensi shale gas sebagai salah satu jalan mengurangi emisi karbon sebagai komitmen pemerintah untuk meningkatkan elektrifikasi tanpa mengorbankan target pengurangan gas rumah kaca.

Policy-Briefs-No.-7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *