300 Pelajar Indonesia Mengungsi Akibat Gempa Kumamoto Jepang

Kumamoto – Gempa berkekuatan 6 Skala Richter (SR) mengguncang Kumamoto, Jepang bagian selatan. Gempa tersebut menyebabkan bangunan bergetar dan penangguhan layanan kereta api sebagai bentuk antisipasi.

Berdasarkan informasi yang dilansir PPI Dunia dari Ketua PPI Jepang Candra Wirawan Kamis (14/4/2016), belum ada laporan korban jiwa dengan cedera serius. Gempa tak disertai tsunami.

Survei Geologi AS menyatakan gempa berlokasi 11 kilometer sebelah timur Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu. Awalnya gempa disebutkan berkuatan 6,2 SR, namun kemudian pernyataan tersebut direvisi.

Kyushu Electric Power mengecek pembangkit reaktor nuklir mereka di Genkai dan Sendai. Kantor Berita Kyodo menyatakan tak ada hal menyimpang yang terjadi dengan dua pembangkit itu.

Sejumlah gambar yang dikrimkan kepada biro pers PPI dunia menunjukan bahwa telah terjadi kerusakan yang cukup berarti di Kyusu. Sejumlah barang jatuh dari rak-rak laboratorium kampus dan berbaring hancur di lantai.

Photo by Risnandar, PPI Kumamoto
Photo by Risnandar, PPI Kumamoto

Pandu Utama Manggala salah seorang pelajar Indonesia menjelaskan, hingga saat ini dipastikan Ratusan pelajar Indonesia yang berada di pulau Kyusu dalam keadaan selamat. Himbauan kepada masyarakat disampaikan agara tetap waspada akan adanya gempa susulan.

“Terakhri kontak dengan rekan di Kyusu semua pelajar kita dipastikan selamat, namun himbauan sudah disampaikan utk tetap waspada akan adanya gempa susulan,” jelas Pandu.

Saat dihubungi ketua PPI Cabang Kyusu Taufik Alif Kurniawan memastikan sebanyak 300 pelajar Indonesia dinyatakan selamat. Kondisi terparah terkena Gempa adalah Kumamoto. Sebanyak 60 pelajar Indonesia di Kumamoto University sempat dipindahkan ke lokasi penampungan pasca gempa kemarin. Hingga saat ini korban masih berada di lokasi pengungsian.

“Situasi di Kyusu saat ini masih dalam waspada, untuk menghindari korban jiwa saat ini pemerintah setempat meminta masyarakat untuk mengungsi di lokasi penampungan sementara,” jelas Taufik.

KBRI Tokyo menghimbau kepada masyarakat Indonesia di daerah Kumamoto, berhati-hati dan waspada. Dan memastikan untuk menghubungi Hotline KBRI di: +81-80-3506-8612 jika memerlukan pertolongan.

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

%d bloggers like this: