Akulturasi Budaya Indonesia-Jepang Jadi Daya Tarik Perhelatan The 14th Indonesian Festival di Nagoya

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Komsat Nagoya bersama Perhimpunan Kebudayaan Indonesia di Jepang (PKIN) sukses menggelar The 14th Indonesian Festival in Nagoya 2016. Perhelatan besar tahunan ini bertempat di Nagoya International Center (NIC) dengan membawa tema “Membangun Indonesia di Era Globalisasi”, Minggu (13/11).

Menurut Panitia PPI Komsat Nagoya, acara ini tak hanya menjadi ajang promosi keanekaragaman budaya Indonesia di tengah masyarakat Jepang, namun juga sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar masyarakat Indonesia dan masyarakat Jepang melalui akulturasi budaya. Tidak dapat dipungkiri bahwa di era globalisasi saat ini setiap Negara perlu mengembangkan kemampuan berkompetisi serta berdaya saing yang tangguh. Melalui acara ini, diharapkan baik masyarakat Indonesia maupun masyarakat Jepang mampu mengambil manfaat serta sisi positif dari adanya akulturasi budaya antar kedua Negara.

The 14th Indonesian Festival in Nagoya 2016
The 14th Indonesian Festival in Nagoya 2016

Acara yang berlangsung dari pukul 11.00 – 17.00 waktu setempat tersebut, menampilkan berbagai kesenian Indonesia yang dikemas menarik dalam pentas seni musik dan tari. Pertunjukan musik angklung, band, gamelan, dangdut hingga Tari tradisional Indonesia sukses menghibur setiap penonton. Uniknya, dalam acara ini masyarakat Jepang yang tergabung dalam PKIN juga terlibat dalam pertunjukan. Seluruh pengunjung tidak hentinya berdecak kagum melihat masyarakat Jepang yang sangat antusias mempelajari budaya Indonesia dan mampu menampilkan budaya Indonesia dengan baik. Tak ketinggalan, Tim Pencak Silat Indonesia yang tergabung dalam kelompok Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Komisariat Japan turut meramaikan acara dengan pertunjukan seni bela diri dari Indonesia.

The 14th Indonesian Festival in Nagoya 2016
The 14th Indonesian Festival in Nagoya 2016
The 14th Indonesian Festival in Nagoya 2016
The 14th Indonesian Festival in Nagoya 2016

Tidak hanya pertunjukan seni dan bela diri, acara festival ini juga semakin meriah dengan adanya bazar kuliner khas Indonesia yang dapat dinikmati oleh setiap pengunjung. Kuliner khas Indonesia Mulai dari soto, bakso, mie ayam, hingga pecel juga tersedia di acara ini. Pengunjung dari Indonesia mengaku sangat senang dengan acara bazar makanan ini, karena ini dapat menjadi salah satu sarana pengobat rasa rindu mereka untuk menyantap hidangan khas Indonesia yang tidak pernah ada di Jepang. Demikian pula pengunjung dari Jepang juga sangat menikmati cita rasa makanan khas Indonesia di festival ini.

The 14th Indonesian Festival in Nagoya 2016
The 14th Indonesian Festival in Nagoya 2016

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo, Ben Perkasa Drajat juga turut hadir meramaikan kegiatan tersebut. Ben Perkasa Drajat mengaku sangat senang dengan adanya festival Indonesia di Nagoya dan berharap agar acara seperti ini tetap terus diadakan tak hanya di Nagoya saja, namun juga di wilayah Jepang lainnya. Karena melalui acara festival seperti ini keanekaragaman budaya Indonesia dapat dipromosikan di kancah internasional sekaligus membangun citra positif  Indonesia.  Pengunjung juga berharap agar festival Indonesia di Nagoya ini dapat terus berjalan, dan dapat terus berkembang lebih baik dari tahun ke tahun. (Red: Maya P.M./ Ed: Amir&AW)

mamirsyarifuddin

I am M Amir Syarifuddin (M Syarifuddin), hailing from Indonesia. I am a social innovator and a future finance analyst. My passion lies in finding ways to help others achieve their goals and innovate in their fields of expertise. Currently, I am living in Kuala Lumpur, Malaysia and studying in International Islamic University Malaysia majoring International Economics. Over the last few years, I have seen the amazing things a diverse and motivated group of students can accomplish when they put their minds to a task. I love to play Badminton, Bowling, Baseball, Watching Movies, and hanging out with friends. I am a brownies lover and an ice cream freak. My best food of all time is “Mie Ayam Bakso” ever since I was in the middle school. My main aim in life is to extend my vision of the world, discover a new culture, learn to live with differences and dealing with new people.

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: