Cerita Manusia dari Burma (Kegiatan Sosial PPMI Madinah)

Rohingya1

Berpindah

Lebih dari 14 abad lalu, Madinah menjadi tempat hijrah bagi Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan para sahabatnya. Para penduduk Madinah saat itu yang disebut kaum anshar sangat memuliakan orang-orang yang berhijrah ke Madinah, para Muhajirin. Mereka mendahulukan para Muhajirin, berkorban untuk para Muhajirin, walaupun mereka juga membutuhkan.

Salah seorang dari mereka bahkan tertidur bersama keluarganya dalam keadaan lapar karena makanan mereka diberikan untuk seorang Muhajirin yang juga sedang lapar.

Kini setelah sekian lama waktu berlalu, nilai-nilai itu masih mengakar pada kaum muslimin. Ketika para nelayan Aceh menarik kapal pengungsi Rohingya sampai ke daratan. Para nelayan menolong mereka, memberi mereka makanan yang cukup, sesuatu yang berbulan-bulan tidak mereka rasakan. Padahal masyarakat pesisir Aceh di Koala Langsa adalah masyarakat yang juga memerlukan bantuan.

Setelahnya, kaum muslimin diseluruh Indonesia pun berbondong-bondong memberikan bantuan berupa donasi harta, pakaian, makanan, dan pertolongan lainnya.

Rohingya

Apa yang terjadi di bumi Burma adalah sebuah kejahatan kemanusiaan. Peristiwa yang dihadapi saudara kita disana bukan hanya terjadi baru-baru ini. Namun penyiksaan, pembunuhan, penganiayaan dan pengusiran etnis Rohingya sudah terjadi puluhan tahun yang lalu. Hanya saja berita yang muncul hanya sekitar tiga atau empat tahun ini.

Berbeda dengan saudara-saudara kita di Palestina, walaupun mereka dibombardir oleh penjajah zionis, masih ada tanah yang mereka bisa pertahankan. Masih ada senjata yang mereka gunakan untuk melawan.

Sedangkan saudara kita di Burma ini, subhanallah, di musuhi tanpa memiliki kekuatan untuk melawan. Tanpa senjata. Tak ada suara mereka yang di dengar. Jeritan-jeritan anak kecil Rohingya itu mudah saja sunyi, menjadi mayat-mayat dengan cepat. Masjid-masjid mereka dibakar beserta orang yang salat di dalamnya. Etnis mereka akan diberantas sampai tuntas. Dianiaya sampai tak ada sisa.

Orang-orang Rohingya yang tetap tinggal di tanahnya hanya menunggu seperti apa siksaan para Budha Radikal untuk memusnahkan mereka di tanah Burma. Sedangkan bagi yang memiliki sedikit harta, bisa membayar untuk pergi mengungsi dengan kapal tanpa tahu kemana tujuan. Berbulan-bulan terombang ambing di lautan, kekurangan bahan makanan sampai memakan tali karena saking laparnya, bahkan ada yang meminum sendiri air kencingnya. Ketakutan, kesedihan karena kehilangan ayah, ibu, suami, istri atau anak. Terpisah dari orang-orang yang dicintai.

Kemanusiaan.

Kini mereka tiba di tanah kita, Indonesia tercinta. Tanah di mana para masyarakatnya mengedepankan asas kemanusiaan yang adil dan beradab. Masyarakat berbudaya tolong-menolong. Ramah dan santun kepada sesama.

Sudah selayaknya kita membantu mereka dengan segenap upaya. Karena ini adalah tentang kemanusiaan. Karena merdeka dalam hidup ialah hak-hak manusia di semua bangsa, dan sebab itu maka penjajahan dan penyiksaan diatas dunia harus di hapuskan. Karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.

Rohingya2

Dan perjuangan menolong para pengungsi Rohingya di Tanah Air akan sangat panjang. Mengikuti program pemerintah daerah Aceh yang memberikan waktu satu tahun kepada para pengungsi untuk tinggal sementara di Aceh, maka bantuan tenaga, harta, dan lainnya akan sangat diperlukan secara berkelanjutan. Karena biasanya, isu seperti ini akan mudah sekali hilang. Bantuan yang banyak di bulan pertama akan berkurang dan berhenti di bulan-bulan berikutnya.

Di kesempatan ini, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, seorang anggota PPMI Madinah mengisi liburan musim panas dengan terjun langsung ke posko bencana untuk menjadi relawan, bergabung bersama tim Peduli Muslim, sebuah lembaga sosial keagamaan yang selalu aktif berperan dalam aksi-aksi kemanusiaan.

Juga sekaligus menyampaikan bantuan dana yang terkumpul dari seluruh mahasiswa Universitas Islam Madinah. Agar tepat sasaran bagi para pengungsi rohingya yang membutuhkan. Dana yang terkumpul sebanyak Rp. 24.578.600,00 akan di gunakan untuk menunjang keperluan jangka panjang para pengungsi, dan bakti sosial untuk masyarakat miskin sekitar tempat pengungsian agar tidak menimbulkan kesenjangan sosial.

Kemudian daripada itu untuk merangkul para mahasiswa dari seluruh penjuru dunia agar ikut serta dalam membantu para pengungsi Rohingya dalam hal materi, makanan, pakaian, hunian dan legalitas kewarganegaraan.

Akhirnya, kepada Tuhan Yang Maha Kuasa kita memohon agar negara kita senantiasa diberikan kebaikan dan keberkahan karena para warganya yang senantiasa memberikan kebaikan dan pertolongan kepada siapapun manusia yang memerlukan.

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: