Donasi PPI Dunia untuk Suriah

TAHAP 1: Melalui Lembaga Kredibel suriah Hilal Ahmar. Konflik suriah terjadi pada tahun awal 2011 hingga sekarang, sehingga mengakibatkan banyak korban dari warganya, bahkan sebagian darinya mengungsi ke negara tetangga seperti Lebanon, Turkey, Yordania bahkan sampai eropa.

Hilal Ahmar {Bulan Sabit Merah} adalah salah satu organisasi kemanusian internasional independen yang tidak memihak kepada siapa pun dan jauh dari ranah politik, sehingga dapat diterima oleh semua golongan dalam menjalankan Misinya untuk kemanusiaan.

Misi yang dijalankan Syrian Arab Red Crescent (SARC) benar-benar penuh resiko, di mana mereka harus menjadi penengah antara pemerintah dan oposisi serta kelompok bersenjata lainnya. SARC bisa masuk ke wilayah-wilayah hot area yang dikuasai kelompok-kelompok bersenjata untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan baik melalui darat maupun udara.

Sejak lebih dari 5 (lima) tahun terjadinya konflik bersenjata, tercatat telah jatuh 65 korban jiwa dari pihak SARC (Relawan) yang berada di garis terdepan penyaluran bantuan kemanusiaan, hal tersebut diungkapkan Abdul Rahman Attar, President of The Syrian Arab Red Crescent (SARC) saat menerima kunjungan Pengurus PPI Damaskus-Suriah yang didampingi langsung oleh bapak Duta Besar Djoko Harjanto beserta beberapa staff-nya di kantor pusat Bulan Sabit Merah Suriah di Damaskus, baru-baru ini (rabu kemarin).

Perbincangan hangat dengan Dr. Abdurrahman Attar, President SARC
Perbincangan hangat dengan Dr. Abdurrahman Attar, President SARC

Pada kesempatan itu Dubes Djoko mengungkapkan rasa keprihatinannya yang mendalam atas krisis yang terjadi di Suriah dan berharap konflik di Suriah akan segera berakhir di masa yang akan datang.

Pada kesempatan itu Perhimpunan Pelajar Indonesia Damaskus-Suriah yang juga mewakili PPI Dunia untuk memberikan bantuan, memberikan pertanyaan yang diajukan oleh Ketua PPI Damaskus.
“Apakah ada yg menyalurkan Donasinya Ke Lembaga SARC ini ? seperti Perhimpunan pelajar asing timur tengah atau eropa,” Tanya Mahrus ketua PPI Damaskus.

“Sampai sekarang ini belum ada satu pun Organisasi Pelajar Asing yg memberikan donasinya kepada kami, dan ini pertama kalinya dari Pelajar Indonesia di Damaskus.” ungkap President SARC.

“Kira-kira dalam bentuk apa bantuan yang dibutuhkan untuk mereka?” Tanya Mahrus.

“Untuk saat ini, kami lebih membutuhkan medical supply, obat-obatan, vaksinasi, peralatan medis, ambulans, bahan makanan yang bergizi dan rumah sakit lapangan dan uang tunai untuk  dibelikan susu yang saat ini sangat dibutuhkan oleh para balita dan anak-anak yang berada di penampungan di bawah pengawasan The Syrian Arab Red Crescent (SARC),” ujar Dr. Abdul Rahman Attar berterima kasih kepada para pelajar Indonesia.

 

suriah 2
Prosesi penyerahan bantuan berupa ratusan pakaian termasuk selimut yang berhasil PPI Damaskus kumpulkan.
yang diantaranya dari PPI Lebanon dan TNI yang berada di lebanon, diterima langsung oleh Para Staff Hilal Ahmar {SARC} di depan kantornya
Bantuan di antaranya dari PPI Lebanon dan TNI yang berada di lebanon, diterima langsung oleh Para Staff Hilal Ahmar {SARC} di depan kantornya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karena bantuan PBB selama ini tidak pernah ada komponen susu untuk anak-anak yang sangat memerlukan, sementara itu Ketua SARC menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dubes Djoko dan rombongan yang merupakan bukti solidaritas rakyat Indonesia dalam krisis yang dihadapi di Suriah. Beliau juga menyampaikan bahwa ia telah beberapa kali berkunjung ke Indonesia terutama ke Jakarta dan Bali, terkait dengan organisasi kemanusiaan.

Organisasi Bulan Sabit Merah Arab Suriah (Syrian Arab Red Crescent) memiliki 14 cabang di propinsi-propinsi Suriah dan 75 sub cabang hingga ke pelosok Suriah. SARC juga merupakan organisasi kemanusiaan independen yang merupakan anggota dari Konfederasi Bulan Sabit dan Palang Merah Internasional. Presiden SARC juga merupakan salah satu anggota presidium konfederasi yang dimaksud.

Setelah itu, ketua PPI Damaskus menyerahkan bantuan yang disampaikan secara simbolis yang berasal dari Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia yang dimediasi oleh KBRI Damaskus diberikan kepada SARC senilai 3.565.000 (Tiga juta lima ratus enam puluh lima Lira Suriah) atau sekitar US$7000 (Tujuh ribu USD) dan 6 (enam) kardus berisi pakaian dan kebutuhan anak-anak. Bantuan ini diberikan sebagai ungkapan solidaritas dan perhatian terhadap rakyat Suriah yang berada di penampungan di bawah pengawasan SARC. (red. Mahrus)

You May Also Like

%d bloggers like this: