Dialog Jokowi Bersama Masyarakat Indonesia

1

Ratusan masyarakat Indonesia pada tanggal 6 Februari 2014 berkumpul di KBRI Kualalumpur untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowidodo. Buruh Migran Indonesia merupakan kelompok terbanyak dari 500 orang masyarakat Indonesia yang hadir.

Dalam dialong tersebut masing-masing Organisasi Masyarakat (ORMAS) diberi kesempatan untuk menyampaikan masalah mereka. Persatuan Pelajar Indonesia se Malaysia saat itu juga ikut serta menyampaikan keluhannya terkait pengurusan Visa pelajar.

“Harapan pelajar agar pemerintah dapat mencegah terjadinya kenaikan harga visa pelajar di Malaysia, seterusnya agar pengurusannya tidak dipersulit, jika pelajar Malaysia di Indonesia bisa mendapatkan visa dengan harga murah untuk dua tahun, tentunya pemerintah Indonesia juga bisa meminta keringanan pada pemerintah Malaysia terkait permasalahan visa selama ini,” demikian disampaikan Subkhan Ngalimun Erwandi ketua PPI Malaysia menyampaikan langsung keluhan tersebut pada Presiden di aula Hasanudin KBRI.

Hal lain yang disampaikan pelajar ialah terkait ketegasan pemerintah atas kasus yang menimpa dua lembaga tinggi negara KPK dan POLRI.

“Sebagai Presiden tentunya saya akan mengambil sikap atas persoalan ini, hanya saja diperlukan waktu yang cukup untuk bertindak, hal ini  mengingat kedua lembaga tinggi ini melibatkan banyak pihak, baik pihak hukum maupun politik.  Mulai dari DPRRI hingga lembaga-lembaga hukum yang ada di negara kita,” ujar Presiden saat pelajar menyampaikan kekhawatirannya mengenai kemelut yang terjadi antara POLRI dan KPK.

2
Sesi tanya jawab dengan WNI
3
Sesi tanya jawab dengan WNI

 

Sementara itu persoalan lainnya yang telah diselesaikan Presiden dalam kunjungan kerjanya di Malaysia ialah  mengenai ijin kesempatan mendapatkan pendidikan sebanyak 50ribu anak Indonesia usia sekolah di Sabah Serawak Malaysia.

Menurutnya hal tersebut akan terlaksana usai ditetapkannya kesepakatan yang dibuat Presiden Jokowi dan perdana mentri Malaysia datuk sri Najib Razak.

Selain membahas masalah pendidikan bagi ribuan anak-anak buruh migran ilegal di Sabah dan Serawak, kedua kepala negara tersebut juga bersepakat membentuk komite teknis  dan akan menetapkan ketua juru runding untuk menyelesaikan masalah perbatasan maritim kedua negara.

Hal penting lainnya yang menjadi pembahasan pada pertemuan tersebut  ialah mengenai isu-isu bilateral yang menjadi prioritas seperti kerja sama perbatasan maritim, peningkatan perdagangan dan investasi, penanganan nelayan, pengiriman tenaga kerja.

” Saya telah menyampaikan kekecewaan pemerintah Indonesia secara langsung kepada perdana menteri Malaysia terkait  isu yang baru-baru ini merendahkan tenaga kerja kita, secara pribadi peristiwa ini menjadi cambuk bagi pemerintah kita untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tidak perlu lagi mengirim tenaga kerja kita ke luar negara, jika saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia baru mencapai 51 persen, diharapkan tahun 2015 akan meningkat sebanyak 7 persen, sehingga pemerintah dapat membuka lebih banyak lagi lapangan pekerjaan,” tegas Jokowi dihadapan masyarakat Indonesia.(AR)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: