Diskusi Hari Buku Nasional dengan RRI Voice of Indonesia

Hari buku nasional ditetapkan setiap tanggal 17 Mei bertepatan dengan berdirinya Perpustakaan Nasional pertama kali di Indonesia pada tanggal 17 Mei 1980. Peringatan hari buku nasional juga ditujukan untuk meningkatkan minat membaca masyarakat Indonesia.

Pada hari Senin (15/5/17), PPI Dunia menghadirkan dua pelajar Indonesia masing-masing dalam diskusi dua siaran RRI Voice of Indonesia mengenai Hari Hak Asasi Manusia. Dua mahasiswi tersebut adalah Gusti Chysta Sarah (PPI Finlandia) dalam program Youth Forum dan Alanda Kariza (PPI UK) dalam program KAMU (KAmi yang Muda).

“Harus diakui bahwa minat membaca di Indonesia masih jauh di bawah minat membaca di negara lain khususnya seperti di Finlandia. Indonesia dapat belajar dari Finlandia dengan menumbuhkan minat membaca sejak usia dini karena perilaku dibentuk oleh kebiasaan yang sering dilakukan,” terang mahasiswi yang melanjutkan studinya di Finlandia tersebut.

“Pada beberapa kalangan, minat membaca kurang juga disebabkan karena ketidakmampuan memiliki buku-buku. Perpustakaan sudah cukup baik tetapi harus disempurnakan dengan menambah variasi koleksi buku dan buku yang terkini,” ungkap Chysta dalam program Youth Forum.

“Jumlah buku yang dicetak di Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan negara lain. Dukungan terhadap industri buku perlu terus diperhatikan agar terus meningkat, yang secara tidak langsung dapat menumbuhkan minat membaca sekaligus minat menulis di Indonesia. Harga buku diharapkan dapat disesuaikan dengan sasaran,” ungkap mahasiswi yang melanjutkan studinya di Britania Raya tersebut.

“Akses untuk membaca buku sudah terus ditingkatkan oleh berbagai pihak. Misalnya aplikasi iJakarta yang memberikan kesempatan semua orang untuk akses buku dan pembentukan taman baca oleh beberapa komunitas. Hanya saja belum seluruh masyarakat yang mengetahui dan memanfaatkannya,” terang Alanda dalam program Kami yang Muda.

Chysta dan Alanda menyatakan bahwa minat membaca harus terus dibina sejak dini. Membaca dapat memberikan banyak informasi yang kelak berguna, baik untuk kehidupan maupun karir selanjutnya. Bagi konsumen buku, diharapkan juga meningkatkan minat membaca terutama buku karangan penulis dalam negeri yang tidak kalah bagusnya dengan buku karangan penulis internasional.

 

(CA/F)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: