Duet Tulus – Hiroaki Kato Ramaikan Festival Indonesia Di Tokyo

TOKYO, 14 Oktober 2017 – Di malam pertama Indonesia-Japan Friendship Festival yang diadakan di Taman Yoyogi, Tulus menyuguhkan penampilan memukau di depan warga Indonesia dan juga Jepang. Penampilan tersebut adalah puncak hari pertama dari perayaan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.

Pada Sabtu malam, Taman Yoyogi yang terletak di Shibuya, Tokyo menjadi lebih ramai dari biasanya. Di malam minggu itu, sedang diselenggarakan Indonesia-Japan Friendship Festival yang berlangsung selama dua hari (Sabtu dan Minggu). Selain bilik-bilik perusahaan maupun individu yang menjual berbagai macam produk, hadir pula pagelaran musik untuk memeriahkan suasana.

Namun yang menjadi primadona pada hari sabtu malam adalah konser Tulus. Konser yang berlangsung selama dua jam tersebut juga menampilkan Hiroaki Kato sebagai musisi pembuka. Meskipun Sabtu itu hujan gerimis dan cuaca tiba-tiba menjadi terlalu dingin untuk musim gugur, tetap tidak menyurutkan niat Teman Tulus untuk menyapa idolanya.

Hiroaki Kato resmi membuka konser pada pukul enam sore waktu setempat. Penampilannya disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin yang sudah tak sabar menunggu suara merdu dari panggung. Hiro, begitu biasanya ia dipanggil, membawakan bermacam lagu dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Ada beberapa lagu yang familiar di telinga pendengar seperti “Ruang Rindu” dari band Letto dan juga “Laskar Pelangi” dari band Nidji yang dibawakan oleh Hiro dalambBahasa Jepang dan versi aslinya pada malam itu. Selain penonton Indonesia yang senantiasa bersenandung mengikuti iringan musik, masyarakat Jepang yang hadir juga terlihat sangat menikmati lagu-lagu terjemahan Hiro. Di akhir penampilan pembukanya, Hiro menanyikan salah satu lagu dari album pertamanya yang berjudul “Terima Kasih” sebagai ungkapan atas ramainya antusiasme penonton malam itu.

Sukses menghangatkan suasana malam itu, akhirnya yang ditunggu-tunggu pun muncul. Penampilan Tulus langsung dimulai dengan teriakan tanda tak sabar. Penampilan tersebut adalah pertama kalinya Tulus tampil di Tokyo. Meskipun bukan konser dengan skala besar, riuhnya keadaan tetap tidak kalah dari konser besar. Membawakan lagu-lagu yang pastinya telah diketahui khalayak umum, konser berlangsung begitu seru hingga waktu terlupakan. “Teman Pesta”, “Baru”, “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”, “Sewindu” dibawakan langsung oleh Tulus secara energik. Tak ketinggalan, lagu-lagu baru dari album ketiga, “Monokrom” juga dibawakan pada malam itu. Salah satu lagu yang paling menyita perhatian adalah “Sepatu” yang juga memiliki versi bahasa Jepang. Pada malam itu Tulus berduet menyanyikannya bersama Hiro, yang menerjemahkan lagu tersebut. Meskipun mengaku tidak dapat berbahasa Jepang, Tulus tetap menyuguhkan penampilan yang tanpa cela.

Duet Tulus dan Hiroaki Kato

Hal yang paling mengejutkan adalah lagu “Bengawan Solo” juga dibawakan oleh Tulus. Lagu yang ditulis pada kisaran tahun 1940 oleh Gesang tersebut memang pernah populer dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang pada era 90-an. Lagu bernuansa asli keroncong tersebut dibawakan dengan gaya yang berbeda oleh Tulus, namun tetap mempertahankan kehangatan dan nostalgia yang terkandung daripadanya.

Meskipun singkat, malam itu berlalu dengan kebahagiaan dari alunan suara merdu Tulus dan Hiro, serta rasa rindu yang terlegakan dari para hadirin yang tetap bersemangat di tengah cuaca dingin.

***
Tim Kominfo PPI Jepang mendapat akses khusus untuk memwawancara Tulus dari belakang panggung. Tunggu tanggal mainnya di channel Youtube kami!

 

Penulis: Theodorus Alvin

Editor: Kartika Restu Susilo

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: