Ekspresi Semangat di SI PPI Dunia 2012

si

[New Delhi, India] “Pelajar Indonesia, Pelajar Indonesia, Pelajar Indonesia!!” Begitu yel-yel pembangkit semangat yang dipimpin oleh Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Zulham Effendi, pada pidato penyambutan di pembukaan Simposium Internasional (SI) PPI Dunia di New Delhi (19/12).

Dihadiri delegasi pelajar Indonesia dari berbagai negara, pembukaan SI secara resmi dibuka dengan pidato Duta Besar Indonesia untuk India Rizali Wilmar Inderakesuma. SI kali ini bekerjasama dengan Center for Chinese and South East Asian Studies, Jawaharlal Nehru University (JNU), New Delhi. Sebagai hasil dari kerjasama ini, panitia SI dan JNU nantinya akan meluncurkan buku yang berisikan kumpulan artikel dari beberapa pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri dan juga dari Indonesia sendiri.

Kata sambutan disampaikan secara berturut oleh Vice Consellor JNU Prof. Sudhir Kumar Sopory. Dilanjutkan oleh Ketua Panitia Didi Rahmadi, Ketua PPI India Stevan Chondro, dan terakhir oleh Zulham Effendi.

Hari pertama SI merupakan runtutan berbagai sesi diskusi yang dibagi dalam lima topik pembicaraan; 1) Peran dan kontribusi generasi muda dalam pembangunan bangsa; 2) Politik: Demokrasi Pancasila menuju Indonesia baru; 3) Ekonomi: Solusi Self-Sufficiency untuk Ekonomi Indonesia; 4) Sosial Budaya: Budaya lokal dan budaya bangsa; 5) Teknologi: Tren Pengembangan Teknologi dan Sains.

Pembicara yang didatangkan bukan hanya dari Indonesia, tapi juga menghadirkan pembicara dari India yang merupakan perwakilan dari beberapa universitas di New Delhi. Panitia menghadirkan pembicara dari India, yang memberikan paparan dengan topik yang sama, melalui pengalaman India, dengan tujuan bisa memberikan keberagaman dan membandingkan perspektif India bagi peserta. Sehingga seminar dan diskusi juga dipandu dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Secara detil, berikut pembicara dan topik yang didiskusikan adalah:

1. Importance of Youth Participation in Nation’s Process

  • Dr. Saleh Partaonan Daulay (akademisi Indonesia)
  • Dr. Bhuwan Jha (akademisi dari JNU)

2. Pancasila Democracy Towards New Indonesia

  • Teuku Kemal Fashya, S.Ag (akademisi Indonesia dari Unimal)
  • Prof. Dr. Badrul Alam (akademisi dari Jamia Millia Islamia)

3. Re-enforcement Economic in Indonesia Through Indigenous Solution

  • Prof. Baladas Ghospal (akademisi dari Delhi University)
  • DR. Revrisond Baswir (akademisi dari UGM – yang karena alasan teknis tidak bisa hadir sebagai pembicara)

4. Return to Local Wisdom and National Culture

  • Aquarini Priyatna, Ph.D (akademisi dari Universitas Padjadjaran)
  • Novian Widiadharma (akademisi dari UGM)

5. The Current and Future Trend of Science and Technology Development in Indonesia

  • DR. Warsito P. Taruno (peneliti dari MITI)
  • Susanto, Ph.D (akademisi Indonesia yang sedang belajar di Hyderabad University)

Untuk hari kedua, SI dimulai pada pukul 12.30 siang. Setelah paginya menghadiri pertemuan dengan Presiden SBY yang ada di New Delhi untuk menghadiri ASEAN – India Commemorative Summit 2012. [Syufra Malina]

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: