Empat Ulama Saudi Menghiasi Musim Dingin Buraidah

Liputan Buraidah – Akhir tahun di tanah Saudi selalu menjadi hari-hari yang paling ditunggu, bukan karna ada natal ataupun tahun baru, tapi karena dekatnya penghujung semester, itu pertama. Kedua, karena akhir dan awal tahun adalah periode musim dingin untuk belahan bumi utara termasuk Saudi Arabia.

Namun musim dingin tahun ini sangat spesial bagi mahasiswa Qassim University di Saudi Arabia, karena 4 ulama senior bertandang ke Buraidah-Qassim untuk mengisi muhadharah selama 3 hari berurut-turut: Dr. Shalih Al-Maghamisi, Dr. Musa’ad At-Tayyar, Dr. Shalih bin Humaid dan Dr. Aidh Al-Qarni.

Pada Selasa, 19 Desember 2016, Syaikh Dr. Shalih Al-Maghamisi yang merupakan seorang syaikh karismatik dan memiliki untaian nasihat menyihir ratusan mahasiswa yang menyesaki auditorium Auditorium Alif Qassim University. Ceramah beliau banyak bertebaran di youtube dan juga sudah ada yang translate ke berbagai bahasa termasuk indonesia.

whatsapp-image-2016-12-25-at-1-19-00-pm

Usai muhadharah, seperti kegiatan-kegiatan lain diadakanlah undian doorprize. Dua orang mahasiswa asal Indonesia beruntung mendapatkan hadiah iPhone 7.

whatsapp-image-2016-12-25-at-1-22-42-pmKemudian malam harinya, hadir sebagai pemateri yaitu Syaikh Dr. Musa’ad At-Tayyar, ulama pakar tafsir nomor wahid di Arab Saudi. Beliau hadir sebagai pemateri penutup pada rangkaian daurah tafsir selama 5 pekan yang diadakan di Jami’ Al-Rajhi Buraidah.

Setelah materi beliau dengan judul “Qur’an dan Pengaruhnya pada Diri Seorang Muslim” ini usai disampaikan, daurah ditutup dengan acara penghargaan kepada peserta daurah yang aktif selama kegiatan berlangsung.

 

Di aula yang sama dengan muhadarah Syaikh al-Maghamisi, esok harinya hadir dalam “Pertemuan Terbuka” Khatib dan Imam Masjidil Haram asal Buraidah, Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid.

Di hadapan ratusan mahasiswa Qassim beliau yang juga merupakan Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi membawakan materi berisi tentang tsaqafah Islam yang perlu dilestarikan oleh kaum muslimin, di antaranya berterima kasih, toleransi, mengakui kesalahan, musyawarah, lapang dada, dan sebagainya.

whatsapp-image-2016-12-25-at-1-18-47-pm

Kamis malam hari di Jami’ Al-Rajhi Buraidah 21 Desember 2016 diadakan kajian bersama Syaikh Dr. Aidh Al-Qarni dengan tema “Katakan: Inilah Jalanku.” Materi yang diangkat dari penggalan ayat dari surah Yusuf ini dibawakan oleh beliau selama satu jam antara Maghrib dan Isya dengan tegas, tenang dan puitis, seperti bahasa pena beliau pada buku “Laa Tahzan” yang masyhur.

Yang menarik dari muhadharah ini adalah adanya penerjemah yang mengalih bahasakan ceramah beliau ke dalam bahasa isyarat yang khusus ditujukan untuk para penyandang Tuna Rungu yang juga tidak mau ketinggalan mengambil faedah dari ceramah langka ini.

whatsapp-image-2016-12-25-at-1-19-18-pm

Mungkin ini di antara sepenggal kisah tentang keberkahan tanah Qassim yang banyak melahirkan para muta’allim dan ulama. Semoga tanah Qassim dan Saudi secara umum senantiasa diberkahi dan dilindungi oleh Allah, serta membawa masa depan Islam lebih baik sebagaimana ia telah menjadi sumber munculnya islam itu sendiri. (Red, Mu’tashim / Ed, pw)

whatsapp-image-2016-12-25-at-1-21-37-pm

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: