Gerakan #100Sekolah Untuk Daerah 3T – Komisi Pendidikan PPI Dunia

Gerakan #100Sekolah merupakan salah satu Action Plan yang diinisasi oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata pelajar Indonesia di luar negeri guna kemajuan pendidikan Indonesia khususnya di daerah 3T. Kami mengajak perusahaan, NGO, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat untuk ambil bagian dalam gerakan ini.

 

Gerakan Semangat Belajar dan Berbagi

Gerakan #100Sekolah berfokus pada revitalisasi sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar/Perbatasan) guna menumbuhkan semangat belajar dan pantang menyerah bagi siswa-siswi di daerah meski dalam keterbatasan fasilitas.

Gerakan ini merangkul seluruh elemen masyarakat dan pemerintah yang potensial untuk bergabung guna membantu percepatan pemerataan fasilitas pendidikan khususnya di daerah 3T.

 

Mengapa Perlu Membangun Sekolah?

Kita semua tahu, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Kondisi demografis yang sulit sering menjadi tantangan tersendiri di dunia pendidikan. Tidak hanya karena medan yang berat untuk dilalui, namun juga karena keterbatasan biaya sering membuat kesempatan untuk mengenyam pendidikan dan fasilitas yang berkualitas masih menjadi barang mahal bagi sebagian anak-anak Indonesia khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar/Perbatasan).

Bagi yang pernah membaca novel atau menyaksikan film Laskar Pelangi mungkin sedikit memiliki gambaran begitulah kira-kira potret nyata dunia pendidikan di sebagian daerah-daerah terpencil di Indonesia. Namun, dari situ pula kita bisa menyaksikan bahwa meski dalam segala ketertingggalan dan keterbatasan fasilitas dan informasi, anak-anak Indonesia masih mempunyai mimpi dan harapan yang besar untuk bisa meraih cita-cita setinggi yang mereka inginkan.

Berangkat dari keinginan untuk berbagi semangat kepada adik-adik kami khususnya yang berada di daerah 3T dalam meraih cita-cita meski dalam segala keterbatasan inilah yang mendorong kami para pelajar Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) untuk membuat sebuah gebrakan dengan menginisiasi sebuah Gerakan #100Sekolah.

Gerakan ini lahir dari hasil pemikiran dan diskusi kami ketika pelaksanaan Simposium Internasional PPI Dunia di Kairo, Mesir pada 24-29 Juli 2016 lalu. PPI Dunia melahirkan 7 Action Plans yang salah satunya membuat gerakan #100Sekolah ini.

Pembangunan sekolah dapat berupa pembangunan fisik sekolah baru maupun revitalisasi sekolah yang sudah ada dengan melengkapi dan memperbaiki sarana dan prasarana yang dirasa kurang.

Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat dari berbagai profesi, NGO, perusahaan, dan pemerintah di lintas sektor dan tingkatan untuk melakukan aksi nyata dengan berbagi sesuai keahlian dan kapasitas masing-masing. Semangat berbagi lintas sector inilah yang kami harapkan dapat membantu percepatan pembangunan sekolah guna peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di Indonesia pada akhirnya.

 

METODE PENGGALANGAN DANA DAN BANTUAN:

Penggalangan dana dan bantuan dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

  1. Pemanfaatan jejaring pertemanan secara langsung dengan melibatkan beberapa teman yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda dengan institusi yang berlainan, serta mendapatkan berbagai sarana dan akses untuk mendapatkan massa untuk dijadikan sasaran sosialisasi kegiatan.
  2. Pemanfaatan jejaring media sosial yang secara maksimal dilakukan untuk dapat menyebarkan informasi secara luas.  Informasi disebarkan secara terpadu melalui media online dengan mensinergikan berbagai media sosial yang dimiliki oleh PPI di tiap negara, PPI 3 Kawasan (Asia-Oseania, Amerika-Eropa, Afrika-Timur Tengah), maupun PPI Dunia seperti facebook, website, twitter, instagram , dan lain-lain. Kegiatan melalui jejaring sosial ini diharapkan mendapatkan respon yang sangat baik untuk dapat menyebarkan informasi kegiatan ini.
  3. Kerjasama media massa. Media massa yang menyediakan sarana untuk broadcast message. Media-media ini dirangkul untuk dapat menyebarkan filosofi kegiatan yang ingin disebar. Beberapa media massa yang sudah menjalin kerjasama dengan PPI Dunia antara lain Radio PPI Dunia, PPI TV, Net TV, Good News From Indonesia (GNFI), serta media cetak seperti Inspira.
  4. Melibatkan Perhimpunan Mahasiswa di tiap negara yang tergabung dalam PPI Dunia maupun komunitas mahasiswa di Indonesia seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang mampu memberikan efek penyebaran informasi yang sangat baik terutama di kalangan anak muda untuk membangun jejaring sekaligus menyebarkan berbagi berbagi dan berbakti untuk negeri.
  5. Penggalangan dana juga dilakukan dengan roadshow ke beberapa komunitas, pemerintah daerah, perusahaan, perorangan dan sebagainya dengan melakukan presentasi mengenai maksud dan tujuan yang dilakukan.
  6. Proses rencana, implementasi dan evaluasi pembangunan sekolah bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia
  7. Desain pembangunan sekolah baru atau berupa revitalisasi bangunan juga akan melibatkan Habitat for Humanity Indonesia dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)

 

PENYALURAN DANA SERTA MONITORING EVALUASI (MONEV) GERAKAN #100SEKOLAH

Kegiatan distribusi dana hasil fundraising ini akan melibatkan pihak-pihak yang sudah melakukan kerjasama sebelumnya dengan memilih pihak-pihak yang sudah credible dalam kegiatan sosial sejenis.

Adapun pihak yang sudah melakukan MoU dengan PPI Dunia dan bertugas untuk menyalurkan dana dan mengeksekusi jalannya pembangunan sekolah ini adalah Habitat for Humanity Indonesia (Sebuah non-profit organisasi yang didedikasikan untuk memberantasi perumahan-perumahan yang buruk dari masyarakat Indonesia dengan membangun rumah-rumah yang sederhana, layak dan terjangkau http://www.habitatindonesia.org/id)

 

TARGET LOKASI PEMBANGUNAN/REVITALISASI SEKOLAH

Merujuk pada daftar Daerah Tertinggal dan Perbatasan Direktorat Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) berdasarkan surat no 2421/Dt.7.2/04/2015 tanggal 21 April 2015, berikut adalah daftar daerah 3T tahun 2015 yang termasuk dalam target lokasi pembangunan/revitalisasi sekolah.

Namun, lokasi pembangunan dan revitalisasi sekolah tidak terbatas pada lokasi-lokasi tersebut, tapi juga melihat kebutuhan di lapangan.

Untuk proyek pertama, satu sekolah di Kecamatan Jetis, Mojokerto dan dua  sekolah di Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara, dengan cara pembangunan dan perbaikan fasilitas penunjang sekolah.

Laporan pertanggungjawaban berupa progress gerakan #100Sekolah serta laporan keuangan dari pendapatan dan pengeluaran hasil fundraising akan disampaikan di akhir kepengurusan PPI Dunia setiap tahunnya sekitar bulan Juli, hal ini sebagai bentuk tanggung jawab atas formalisasi gerakan agar mampu dipertanggungjawabkan secara transparan dan legalitasnya terjaga.

 

Teman-teman yang kami sayangi,

Saat ini gerakan membangun #100Sekolah baru akan segera dimulai. Tentu akan banyak halangan dan rintangan yang siap menghadang di depan sana. Namun kami percaya, setiap niat baik yang didukung dengan kerjasama tim yang solid akan membuahkan hasil maksimal!

Selain bantuan berupa dana, kami juga mengundang teman-teman untuk bergabung dalam tim Gerakan#100Sekolah PPI Dunia. Kami mengharapkan bantuan berupa tenaga, pemikiran, dan pendampingan yang berkelanjutan. Kami memiliki cita-cita untuk berbagi kemampuan ilmu, motivasi, wawasan, dan berbagai keterampilan lain yang mampu menunjang kemajuan pelajar Indonesia di masa mendatang. Pemerataan kualitas dan fasilitias pendidikan wajib menjadi tanggungjawab kita bersama sebagai anak bangsa.

Kami yakin, sumbangsih kecil dari kita semua suatu saat akan berdampak besar bagi kemajuan Indonesia kelak.

Semoga.  Amin.

Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia ( PPI Dunia )

Februari 2017

 

Proposal selengkapnya: http://bit.ly/100SekolahPPIDunia

 

Tim Gerakan #100Sekolah PPI DUNIA

Akun twitter : @100sekolah

Fan page FB : Gerakan 100 Sekolah PPI DUNIA

Instagram : gerakan100sekolah

100sekolah@gmail.com

 

Penanggung Jawab :

  1. Bayu A. Pramesona, PhD (Cand)

Presiden Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (PERMITHA)

ners.bayu@gmail.com / Bayu.A@student.chula.ac.th

 

  1. Wana

BEM Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Wahidatulj8@gmail.com

 

  1. Ilham Fadhillah

PPI Malaysia

Ilhamfadhillahamka1@gmail.com

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: