Hari Guru Sedunia: Refleksi Pendidikan Indonesia dan Kesukarelawanan


Hari ini, 5 Oktober 2017, adalah Hari Guru Sedunia atau World Teacher’s Day yang sudah diperingati sejak tahun 1994. UNESCO menginisiasi Hari Guru Sedunia dengan tujuan utama untuk memberikan dukungan kepada guru-guru sedunia dan menekankan bahwa keberlangsungan masa depan ada di tangan mereka untuk mendidik generasi penerus.

Hari Guru Sedunia digagas secara global dengan dasar bahwa setiap guru di setiap negara adalah agen pendidikan bagi warga dunia. Oleh karena itu, dinilai penting untuk membuat satu hari khusus untuk merefleksi, mengapresiasi, dan mendorong peningkatan kualitas guru di dunia.

Pada kenyataannya, kepedulian masyarakat di dunia mengenai peringatan World Teacher’s Day masih terbilang minim. Hal ini dikarenakan setiap negara umumnya memiliki peringatan hari guru tersendiri. Minimnya kepedulian masyarakat dalam memperingati Hari Guru Sedunia bisa dilihat pada situs www.worldteachersday.org. Dalam situs itu, hanya terdapat 7 negara yang mengadakan kegiatan untuk memperingati Hari Guru Sedunia. Beberapa sumber menyebutkan bahwa mayoritas negara yang merayakan World Teacher’s Day adalah English Speaking Countries seperti Australia, Kanada, Inggris, Amerika Serikat, dan Selandia Baru.

Indonesia sebenarnya sudah memiliki hari guru yang jatuh tanggal 25 November. Hari tersebut juga bertepatan dengan hari jadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari guru di Indonesia ini lebih kepada hari untuk memberikan tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah karena guru di Indonesia dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Hal tersebut juga pernah disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara, “Guru adalah seorang pejuang tulus tanpa tanda jasa mencerdaskan kehidupan bangsa”.

 

Apa yang dapat kita lakukan di Hari Guru Sedunia ini?

Tak perlu banyak yang kita lakukan di Hari Guru Sedunia ini, tak juga perlu membuat kegiatan besar-besaran untuk memperingatinya. Dengan membaca artikel ini, tandanya kita sudah ikut serta dalam memperingati Hari Guru Sedunia. Jika kita meyebarluaskan informasi, memberikan komentar, tanggapan, atau kritik terhadap tulisan ini, maka kita juga sudah memberikan kontribusi lebih untuk guru di dunia, khususnya di Indonesia pada hari ini. Dengan melakukan hal tersebut berarti kita mendorong kepedulian terhadap guru dan pendidikan yang ada pada saat ini. Oleh karena itu, penulis mengajak pembaca untuk berdiskusi, membandingkan, mempelajari, dan menyebarluaskan tulisan ini.

 

Refleksi Pendidikan Indonesia

Membahas pendidikan di Indonesia dengan segala problematika dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi seakan tidak ada habisnya. Indonesia adalah negara besar sehingga permasalahan yang ada di dalamnya juga cukup kompleks, termasuk bidang pendidikan. Namun artikel ini akan lebih memfokuskan pada refleksi pendidikan dasar di Indonesia.

Salah satu masalah yang ada dalam pendidikan dasar adalah kuantitas guru berkualitas. Laporan Asian Development Bank menyatakan bahwa Indonesia sejak 2012 kekurangan guru matematika berkualitas. Walaupun jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun, kuantitas guru berkualitas ini perlu menjadi perhatian khusus bagi pendidikan di Indonesia. Untuk memperjelas dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

 

Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang dikutip dalam Laporan Asian Development Bank

Berdasarkan laporan Bank Asian Development Bank, secara umum jumlah guru sekolah dasar meningkat khususnya setelah tahun 2009. Akan tetapi masalah yang ada sebenarnya adalah kekurangan guru berkualitas, khususnya di daerah pedalaman dan jauh dari pusat kota.

Banyak daerah dengan rasio guru rendah karena daerah tersebut memiliki sekolah-sekolah kecil. Sekolah dasar, baik besar maupun kecil, baik di kota maupun di desa, setidaknya memiliki sembilan guru untuk dapat melakukan aktifitas pendidikan secara normal. Sayangnya, rata-rata sekolah di pedesaan hanya memiliki kurang dari 100 murid, sehingga jumlah guru yang ada di sekolah tersebut pun sedikit. Namun itu bukanlah masalah yang sebenarnya. Masalah yang ada pada pendidikan dasar di Indonesia saat ini adalah guru yang berkualitas dan menginspirasi bagi para murid. Jumlah guru pada sekolah dasar terus meningkat tetapi kualitas dan kredibilitas dari guru tersebut harus ditingkatkan.

Negara-negara yang memiliiki kualitas pendidikan bagus biasanya mendistribusikan guru-guru yang ada lebih seimbang, baik itu sekolah di kota maupun di desa. Tak heran jika kualitas yang dihasilkan oleh sekolah tersebut sama walaupun ada yang sekolah di desa. Laporan ADB menyebutkan bahwa sekolah di pedesaan mengalami kekurangan guru dengan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan, walaupun secara kuantitas secara umum sudah mencukupi.

Hal ini sangat disayangkan jika melihat presentase partisipasi sekolah dasar di Indonesia tidak diimbangi dengan kualitas guru.

 

Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang dikutip dalam Laporan Asian Development Bank

Berdasarkan laporan di atas, partisipasi pendidikan pada sekolah dasar (data UNESCO tahun 2008-2012, Net attendance ratio) mencapai 98% untuk laki-laki dan 100% untuk perempuan, Sedangkan untuk sekolah menengah pertama mencapai 91.6% untuk laki-laki dan 90,5% untuk perempuan.  Namun, data dari World Bank menunjukkan bahwa hanya sekitar 55% murid dari penghasilan rendah yang melanjutkan pendidikan ke tahap berikutnya. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari pemerintah dan juga masyarakat (komunitas, instansi, swasta, dan segala pihak) untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini.

Ada beberapa solusi yang diambil oleh pemerintah dan berbagai pihak di Indonesia, termasuk masyarakat. Salah satunya adalah dengan memperkuat sistem manajemen yang ada di sekolah (metode belajar kreatif, manajemen keuangan sekolah, dan lain sebagainya), serta membuat keterlibatan yang kuat terhadap masyarakat dan komunitas yang ada di sekitar untuk sama-sama membantu perkembangan manajemen tersebut.

 

Kesukarelawanan Pendidikan di Indonesia

Tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan sebuah kegiatan pendidikan tidak terlepas dari peran masyarakat dan organisasi non-pemerintah. Salah besar rasanya jika kegiatan pendidikan hanya dibebankan dan ditumpukan hanya kepada penyelenggara negara. Walaupun pada hakikatnya negara-lah yang wajib menyelenggarakan kegiatan pendidikan sesuai cita-cita bangsa yakni “mencerdaskan kehidupan dunia”.

Di Indonesia, kegiatan sosial kependidikan sudah mulai berkembang khususnya sepuluh tahun terakhir ini. Kegiatan yang cukup terkenal adalah Indonesia Mengajar yang diinisiasi oleh Anies Baswedan. Indonesia Mengajar ini merupakan suatu gerakan yang dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan kualitas guru di pedesaan yang sudah disebutkan di atas. Selain itu, juga ada program dalam jangka waktu singkat seperti Kelas Inspirasi, Kelas Inspirasi Jelajah Pulau, Gerakan 1000 Guru, dan komunitas pendidikan lainnya. Kegiatan-kegiatan jangka pendek ini memungkinkan masyarakat dengan kesibukan tinggi mampu melibatkan diri untuk meningkatkan kuaalitas pendidikan dan memberikan inspirasi kepada pelajar baik di desa maupun di kota.

Banyaknya kegiatan–kegiatan kesukarelawanan dalam bidang pendidikan membuat penulis merasa optimis mengenai pembangunan pendidikan di Indonesia. Namun, penulis menambahkan bahwa diperlukannya gerakan-gerakan kesukarelawanan pendidikan yang berfokus kepada peningkatan kualitas guru. Bukan hanya para murid saja yang ditingkatkan kualitasnya, tetapi juga kualitas guru yang sudah ada perlu ditingkatkan sehingga kegiatan yang sudah ada di atas dapat menunjang satu sama lain pascaprogram tersebut selesai.

Gerakan peningkatan kualitas guru yang ada saat ini adalah Ruang Berbagi Ilmu yang memfokuskan kepada metode belajar kreatif, pengelolaan taman baca, motivasi guru, manajemen kepeminpinan dan lain sebagainya. Ada juga beberapa program pendampingan guru yang dilaksanakan oleh Program Pendidikan Dompet Duafa dan beberapa komunitas lain. Namun hal ini harus lebih digalakkan agar kedua pihak terpenting dalam pendidikan (pendidik dan murid) sama-sama bisa meningkatkan kualitasnya. Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dengan program kerja yang memfokuskan kepada peningkatan kualitas guru di Indonesia. Semoga rencana tersebut dapat mengisi kegiatan kesukarelawanan pendidikan yang masih belum tersentuh secara komprehensif oleh komunitas pendidikan yang sudah ada. Demi peingkatan kualitas guru Indonesia, demi pembangunan pendidikan Ibu Pertiwi, dan demi kemajuan Indonesia tercinta!

 

Penulis: Fadlan Muzakki

Ketua Komisi Pendidikan PPI Dunia Periode 2017-2018, juga sebagai Kepala Departemen Pendidikan dan Pengembangan Organisasi PPI Tiongkok dan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PCINU Tiongkok. Masukan, pandangan, dan saran terhadap tulisan ini dapat disampaikan melalui kolom komentar atau email fadlanmuzakki@ppidunia.org / email@fadlanmuzakki.com

Editor: Kartika Restu Susilo

 

Referensi:

Asia Pacific Economics Blog, Indonesia Education Statistics, Diakses pada 3 Oktober 2017, https://apecsec.org/indonesia-education-statistics/

Asian Development Bank, “Reviews of National Policies for Education Education in Indonesia Rising to the Challenge”,  diakses pada 5 Oktober 2017. https://www.adb.org/sites/default/files/publication/156821/education-indonesia-rising-challenge.pdf

Nation Master, Profile of Education in Indonesia. Diakses pada 4 Oktober 2017 http://www.nationmaster.com/country-info/profiles/Indonesia/Education

Time and Date, World Teachers Day, diakses pada 5 Oktober 2017, https://www.timeanddate.com/holidays/un/world-teachers-day

Suharti, Trends in education in Indonesia. In D. Suryadarma & G. W. Jones (Eds.), Education in Indonesia, Institute of Southeast Asian Studies, Singapore. 2013

UNESCO, Frequently Asked and Questions World Teacher’s Day, diakses pada 3 Oktober 2017, http://www.unesco.org/new/en/education/themes/education-building-blocks/teacher-education/frequently-asked-and-questions/

UNICEF, At a Glance: Indonesia, diakses pada 3 Oktober 2017, https://www.unicef.org/infobycountry/indonesia_statistics.html

Word Teachers Day, Map Events Organized, diakses pada 4 Oktober 2017, https://www.worldteachersday.org/map/

World Bank, World Bank and Education in Indonesia, diakses pada 5 Oktober 2017. http://www.worldbank.org/en/country/indonesia/brief/world-bank-and-education-in-indonesia

5 October Website, diakses pada 4 Otober 2017, http://www.5oct.org/

Ilustrasi:  http://www.katakan.net/2014/11/puisi-hari-guru-nasional-terbaik.html

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: