Hasil Diskusi International Day of Peace bersama RRI Voice of Indonesia

21 September ditetapkan sebagai Hari Perdamaian Dunia oleh PBB atau dikenal juga sebagai World of Peace. Tujuan utama dari peringatan ini adalah untuk lebih meningkatkan perdamaian seluruh bangsa di dunia. Tema International Day of Peace tahun ini adalah pembangunan yang berkelanjutan. Masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, pusat peringatan International Day of Peace tahun ini diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB), tepatnya di kota new york, Amerika Serikat.

 

19 September 2016, RRI Voice of Indonesia, dalam kesempatannya telah mendiskusikan mengenai International Day of Peace bersama dua pelajar Indonesia : Ginda Bastari, mahasiswa S2 jurusan Manajemen Teknologi di New York University, yang juga selaku presiden Permias New York City(NYC); dan Wandari Dessy Rosidayati, pelajar SMA tingkat 2 dikelas  Bisnis di Islandia.

Di New York, terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan dalam memperingati International Day of Peace seperti dialog religius, meditasi, pameran seni, acara musik, konferensi dan seminar pengetahuan, perkumpulan komunitas, dan masih banyak lagi. Menurut Ginda, rangkaian kegiatan ini diselenggarkan oleh PBB dalam rangka mengumpulkan masyarakat di dunia bersama-sama untuk merayakan International Day of Peace. Secara tidak langsung, juga menjadi simbolis untuk memperkuat perdamaian. Menariknya, seluruh kegiatan ini dapat diikuti secara gratis oleh seluruh masyarakat di dunia. “International Day of Peace tidak hanya ditinjau secara luas seperti menghentikan kekerasan atau menghentikan perang, tetapi terdapat makna lain secara personal yang harus diperhatikan sesederhana “peace of mind” atau perdamaian dalam pikiran masing-masing”, terang Ginda. Banyak hal yang dapat dilakukan sebagai pelajar dalam meningkatkan kesadaran publik dalam perdamaian dunia, salah satunya dengan menghargai keberagaman,dan sikap saling toleransi antar sesama umat manusia. “Kontribusi pelajar dalam meningkatkan kesadaran dalam perdamaian dunia dimulai dari keinginan untuk mengerti satu sama lain. Misalnya, sebagai pelajar Indonesia di New York, kota dengan variasi etnis yang paling beragam di seluruh dunia, kita harus bisa menghargai budaya orang lain, bukan malah memaksakan kebiasaan kita pada yang lain,”terang mahasiswa tahun terakhir di New York ini. Keberagaman etnis dan budaya di Indonesia tentunya tidak menjadi penghalang untuk menciptakan perdamaian secara nasional dalam refleksi Indonesia satu, penggunaan bahasa Indonesia. Ginda menuturkan bahwa program AKAR Permias NYC yang memiliki misi mengajarkan bahasa Indonesia pada komunitas Indonesia yang tidak mampu berbahasa Indonesia di NYC sangat diminati. Indonesia juga dapat mengambil contoh penyelenggaraan acara seperti meditasi atau dialog keagamaan di radio atau televisi. Negara Islandia adalah negara dengan indeks perdamaian yang tertinggi secara global.

“Alasan mengapa Islandia memiliki kondisi yang cukup aman dan damai terkait dengan populasinya yang cukup sedikit, etnis dan budaya tidak terlalu beragam, sehingga masyarakat cukup mudah untuk beradaptasi satu dengan lainnya. Akan tetapi, kondisi keberagaman di Indonesia seharusnya tidak menjadi sebuah halangan untuk meningkatkan indeks perdamaian,”sambung Wandari. Saat ditanyakan bagaimana harapan Ginda dan Wandari mengenai perdamaian di dunia dalam 5 tahun ke depan, mereka berharap bahwa perdamaian di dunia akan lebih baik lagi. Mereka juga berharap agar lebih banyak lagi masyarakat di dunia yang memiliki pemikiran yang terbuka, yang mana tentunya akan menjunjung tinggi harkat dan martabat yang dimiliki sesama. Baik Ginda maupun Wandari menuturkan bahwa titik awal dalam menciptakan perdamaian dunia harus di mulai dari diri sendiri. Meditasi dapat menjadi salah satu cara dalam mendamaikan hati dan pikiran. Kedamaian pribadi akan memberikan pengaruh yang signifikan dalam komunitas, dalam membangun suatu perdamaian dunia yang lebih baik.

Penulis : Citra Aryanti (PERMIAS)
Editor : Aidil Aqli Saputra Noor (PERMIRA)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: