Hasil Diskusi Kampung halaman “Aloen-aloen 2016; Pesta Rakyat Ala Indonesia di Montreal, Kanada” Bersama RRI Pro3

“Apa yang menarik dari batik bagi orang sana?” tanya penyiar RRI. “Motifnya. Sehingga tidak hanya dibuat pakaian saja tapi bisa berbentuk  souvenir, seperti: gantungan kunci, hiasan dinding, dan lainnya,” santai Amelia Putri.

Sebuah bincang santai pada siaran Kampung Halaman “Aloen-aloen 2016; Pesta Rakyat Ala Indonesia di Montreal, Kanada” oleh Amelia Putri di RRI Pro3 88.8 FM,  Minggu (25/9) pukul 21.20 WIB berlangsung sukses.

Event budaya tahunan yang digalakkan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Kanada (Permika), khususnya Montreal dengan menyuguhkan segala sesuatu tentang Indonesia. Tidak salah lagi, Etnik Indonesia benar-benar sangat unik, apalagi dapat dipamerkan di salah satu kota di Kanada ini. “Masyarakat Kanada khususnya Montreal termasuk orang-orang yang menjunjung tinggi yang namanya culture,” papar Amelia yang biasa disapa Amey.

Mahasiswi Master of Air and Space Law, McGill Universty ini sangat gembira melihat antusias masyarakat Kanada dalam memeriahkan festival Indonesia tersebut. Festival yang bertujuan untuk ajang promosi budaya Indonesia ini, sekaligus juga menjadi tempat silaturahmi dan meeting point antara WNI dan masyarakat Kanada.

Event ini bukan hanya sekadar menayangkan kebudayaan saja, melainkan juga menyajikan  makanan dan jajanan khas Indonesia. Adapun pertunjukkan budayanya, seperti: tarian daerah, keroncong, dangdut, workshop wayang kulit, dan tersedia pula bazar merchandise batik, topeng, perhiasan dan lain-lain.

Tempe yang menjadi makanan asli Indonesia pun tak terlewatkan menjadi bahan pertanyaan oleh RRI, “Di sini untuk tempe susah, adanya ibu-ibu Indonesia yang membuat nasi kuning, sate, risol, dll. Kawan-kawan Permika juga turut memasak,” jawab Amelia soal tempe tadi. Menurut Amelia, ia mengharapkan  kegiatan ini dapat menunjukkan eksistensi masyarakat Indonesia, terutama para pelajarnya yang sedang menuntut ilmu di Kanada; bahwa ia dan kawan-kawannya tidak lupa terhadap tanah air dan budaya bangsa ibunya.

Selain itu mereka berharap agar masyarakat asing dapat mengenal lebih dekat tentang Indonesia, tidak hanya melihat keindahan pariwisatanya, tetapi juga mencicipi langsung kuliner khasnya dan merasakan interaksi langsung dengan masyarakat Indonesia di Kanada. (ADB/AA)

 img-20161002-wa0007
Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Anugrah Abiyyu

Buat sejarah atau jadi sejarah! LC2019

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: