Hasil Siaran Hari Lingkungan Hidup bersama RRI Voice of Indonesia

Hari Sejuta Pohon: Teknologi Eco-friendly dan pengelolaan sampah

Pada hari Senin (9/1/17), PPI Dunia menghadirkan dua mahasiswa Indonesia masing-masing dalam diskusi dua siaran RRI Voice of Indonesia mengenai Hari Lingkungan Hidup atau juga dikenal sebagai Hari Sejuta Pohon. Dalam program Youth Forum telah hadir Umar Miftah Fauzi,yang sedang menempuh pendidikan Teknik Industri di Middle East Technical University,Turki. Sedangkan dalam program KAMU (KAmi yang MUda), narasumber kita adalah Yusrifar Tirta, Mahasiswa Biological Science di Osaka University-Jepang.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk kebutuhan sehari-hari, terutama bidang industri, lingkungan akan dirusak. Pabrik-pabrik perlu mengelola limbah agar lebih ramah lingkungan. Berbagai teknologi eco-friendly harus dimanfaatkan untuk meminimalisir kerusakan lingkungan dari proses industri,” ujar Umar dalam siaran Youth Forum.

“Edukasi mengenai pentingnya pelestarian lingkungan hidup adalah lini pertama yang membangun kesadaran setiap orang untuk tetap mempertahankan sumber daya yang ada. Mulailah dari diri sendiri, matikan listrik atau air bila tidak diperlukan. Sentuhan politik akan lebih menguatkan aspek ini. Peningkatan sosio-ekonomi juga sangat mempengaruhi kesadaran mengenai pelestarian lingkungan,” terang mahasiswa yang juga tergabung dalam PPI Turki tersebut.

Kemudian di program KAMU,Yusrifar menjelaskan “Penetapan tanggal 10 Januari 2017 sebagai Hari Sejuta Pohon merupakan langkah yang positif dalam hal mengatasi global warming. Hal ini akan lebih lagi menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk menurunkan ranking Indonesia yang sekarang masuk tiga besar penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Promosi kesadaran lingkungan dapat dilakukan sesederhana melalui media sosial seperti pada kasus Gajah Yongki dan Gorila Harambe.”

“Keberlangsungan pepohonan dapat ditingkatkan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sampah akan mematikan ekosistem bagi pohon tersebut untuk tumbuh,” ungkap Yusrifar. “Sumber daya di Jepang memang tidak sebanyak yang terdapat di  Indonesia. Walaupun begitu, mereka memiliki program yang sangat mengharhagi lingkungan, seperti adanya hari libur untuk menghormati laut, dan sebagainya,” lanjut mahasiswa yang juga tergabung dalam PPI Jepang tersebut.

Baik Umar dan Yusrifar menyatakan bahwa pemuda Indonesia diharapkan memiliki inisiatif dalam mengubah dunia dengan berinovasi dalam pengembangan teknologi eco-friendly. Harapan kedepannya agar Indonesia lebih memperhatikan mengenai pelestarian lingkungan agar generasi mendatang masih dapat menikmati hijaunya lingkungan dan sumber daya yang tersedia.

 

(CA/AASN)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: