Hasil Siaran RRI Hari Diabetes Dunia – Cegah Dibetes: Makan, Beraktivitas, dan Istirahat dengan Tepat

WHO menyatakan bahwa sekitar 422 juta orang di dunia menderita diabetes. Di Indonesia sendiri prevalensi diabetes mellitus setiap tahunnya terus meningkat, bahkan mencapai lebih dari 10 juta penderita pada tahun ini.

“Diabetes seperti fenomena gunung es. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dia sebenarnya telah mengidap diabetes. Banyak orang gemuk yang merasa bahwa tiba-tiba menjadi kurus itu hal yang positif, padahal, itu dapat menjadi pertanda bahwa dia sedang mengidap diabetes,” jelas Adryan dalam Program Kami Yang Muda RRI Voice of Indonesia pada hari Senin (14/10/16).

Dalam Program Youth Forum, Citra Aryanti mengungapkan bahwa“Saat ini, toko makanan cepat saji dan vending machine minuman berkaleng sangat menjamur. Wangi makanan yang ditawarkan sangat menggugah selera dan menarik orang untuk mencoba makanan tersebut, tanpa mengetahui atau tidak peduli akan berapa banyak kalori yang telah dikonsumsi pada hari itu. Ini dapat menjadi risiko yang penting dalam peningkatkan prevalensi diabetes.”

Menurut Citra, diet yang sehat bukan hanya mengonsumsi makanan sehat, tetapi juga bagaimana cara kita menjaga masukan dan keluaran kalori tersebut agar tetap seimbang. Untuk menjaga keseimbangan tersebut, penting untuk mempelajari bagaimana cara menghitung kalori. “Di Amerika Serikat, semua makanan diberi label dengan fakta nutrisi yang lengkap. Indonesia sudah mulai melakukannya sekarang, walaupun masih belum sempurna. Terlepas dari itu, setiap orang harus sadar akan hal ini dan memperhatikan asupan makanan mereka.”

“Penting untuk mengelola stres. Ketika seseorang mengalami stres dan ansietas, mereka dapat melakukan banyak hal yang tidak sehat dan secara tidak langsung gagal untuk mencapai gaya hidup yang diinginkan,” ungkap Citra dalam Youth Forum.

“Hentikan rokok. Kandungan nikotin dalam rokok menjadi risiko yang sangat tinggi dalam diabetes,”ungkap Adryan yang sedang menempuh S3 Farmasi dan Klinik di Universitas Vienna, Austria. “Poin penting yang harus diperhatikan penduduk Indonesia adalah terlalu terpaku terhadap nasi sebagai makanan pokok dengan indeks glikemik tinggi, yang harusnya bisa diganti dengan sumber karbohidrat lain dengan indeks glikemik rendah. Selain itu, mereka juga harus sadar bagaimana melakukan aktivitas aktif dalam kehidupan sehari-hari,“ tambahnya lagi.

“Tentu saja mencegah lebih baik daripada mengobati, sesuai dengan tema diabetes tahun ini yaitu eyes on diabetes,” jelas Adryan. “Perlu program yang lebih baik dari pemerintah untuk program skrining dari diabetes mellitus, yang tidak hanya diselenggarakan pada peringatan Hari Diabetes saja, tetapi juga harus berkesinambungan.”

“Bersama kita bisa dalam mencegah diabetes dan komplikasinya. Tetaplah sadar diri dalam skrining gula darah secara berkala. Secara sederhana, upayakan untuk tetap hidup sehat. Walaupun membuat perubahan untuk gaya hidup sehat membutuhkan waktu dan komitmen, tetaplah berpikir positif, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Bila anda mengonsumsi terlalu banyak kalori atau melewatkan olahraga, itu adalah normal dan baik-baik saja. Cepatlah tanggap dan kembali pada jalur,” jelas kedua narasumber.

(CA/Ed )

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: