Hutan untuk Kehidupan

Hutan merupakan salah satu bagian paling penting dalam kehidupan manusia. Namun, pemanfaatan dan pelestariannya sering kali tidak seimbang. Dalam kesempatan ini, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) menghadirkan, Ida Bagus Mandhara Brasika (Nara) (Environment Resource Management di Imperial College London) dan Puspita Ayuningtyas Prawesti (Economic, Planning, and Public Policy di The National Graduate Institute for Policy Studies Japan), masing-masing dalam program RRI Voice of Indonesia Youth Forum dan Kami Yang Muda pada tanggal 20 Maret 2017 masing-masing pada pukul 10.30 WIB dan 11.30 WIB.

Dalam program Youth Forum, Nara mengatakan, “sangat kompleks untuk mendefinisikan kata ‘hutan’. Secara sederhana, hutan adalah paru-paru dunia. Pada skala global, hutan membantu menjaga keseimbangan ekosistem bumi, baik menyimpan dan melepaskan elemen karbon.” Nara melanjutkan, kurangnya kepedulian terhadap hutan disebabkan karena jauhnya hutan dari pemukiman masyarakat, seperti di kota besar. Padahal, pengelolaan hutan perlu korporasi antara masyarakat lokal dan para cendekiawan yang memahami ilmu lingkungan.”

“Pemanfaatan hutan sering sekali menimbulkan konflik antara pelaku industri dan lingkungan. Namun, sebenarnya hal ini dapat ditanggulangi. Contohnya pemanfaatan kelapa sawit hendaknya diambil alih pemerintah agar hutan dapat dimanfaatkan secara lebih efisien,” lanjut mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan doktor di Britania Raya tersebut.

Dalam program Kami Yang Muda, Puspita berkata, “bila ditinjau dari kalangan pemuda, sudah ada sedikit peningkatan kepedulian pemuda mengenai hutan dengan promosi pelestarian hutan misalnya dengan repost posting di vlog atau instagram. Walaupun begitu, praktiknya belum terlalu diperhatikan karena semakin maraknya kasus penebangan liar.”

“Manajemen hutan berkelanjutan menjadi poin penting dalam pelestarian hutan dengan menerapkan sistem tebang pilih, tebang tanam, mencegah penebangan liar disertai dengan sanksi, dan penghijauan kembali. Pembentukan komunitas pelestarian hutan dan promosi melalui media sosial dapat mendukung suksesnya upaya pelestarian hutan,” ujar mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan magister di Jepang tersebut.

Menurut Nara dan Puspita, harapan ke depan adalah adanya efisiensi penggunaan hasil kekayaan hutan dan peran serta pemerintah dalam pelestarian hutan. Bagi para masyarakat, beli dan hanya pakailah barang yang benar-benar yang dibutuhkan. Hal ini akan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya energi di dunia yang kian menipis. Begitu juga, diharapkan pemerintah lebih tegas dalam memberikan sanksi dalam kasus perusakan hutan atau sebaliknya penghargaan dalam kasus pelestarian hutan.

(Red CA, Ed F)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: