ICE 2016: Memperkenalkan Indonesia Lewat Budaya

Liputan Kuala Lumpur, 10 Oktober 2016, Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia (PPIM) kembali mengibarkan bendera merah putih, di tengah sendu suasana harmoni sekian banyak mahasiswa Indonesia yang berada di Malaysia melalui ICE (Indonesian Culture Expo) 2016. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan ragam budaya Indonesia kepada dunia sesuai dengan slogan PPIM yaitu “Mengindonesiakan jiwa, menduniakan Indonesia.”

ICE adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh PPIM dan telah berjalan selama 2 tahun. Setiap tahunnya ICE selalu menyajikan banyak ragam budaya Indonesia yang berbeda dan unik. Mulai dari tarian daerah, seni musik, pakaian adat dan seni rupa. Tidak tanggung-tanggung, ICE ini selalu menuai perhatian dari masyarakat luar Indonesia yang memang ingin mengetahui keanekaragaman budaya Indonesia, walaupun acara ini diselenggarakan justru bukan di negara Indonesia sendiri.

Salah satu pertunjukan yang ditampilkan saat ICE 2016 di Malaysia.
Salah satu pertunjukan yang ditampilkan saat ICE 2016 di Malaysia.

ICE 2016 diselenggarakan pada 8 oktober 2016 bertempat di kampus Management and Science University (MSU) Shah Alam, Selangor Darul Ehsan. Dengan mengambil tema “From Indonesia to The World” kepanitiaan ini sendiri dibentuk dan dipersiapkan sejak empat bulan sebelum acara dilaksanakan. Dengan semangat dan kerja keras para panitia yang memang berbeda latar belakang namun tetap satu nasionalisme ini, juga dibantu oleh beberapa pihak BPH (Badan Pengurus Harian) dari PPIM dan juga staff SCD MSU, program tahunan PPIM ini bisa terlaksana dengan baik.

Pemotongan tumpeng, saat ICE 2016 di Management and Science University (MSU) Shah Alam, Selangor Darul Ehsan, Malaysia.
Pemotongan tumpeng, saat ICE 2016 di Management and Science University (MSU) Shah Alam, Selangor Darul Ehsan, Malaysia.

Acara ICE tahun ini juga mendapat respon yang sangat luar biasa dari berbagai pihak yang memang memiliki kewenangan besar, baik dari KBRI ataupun pihak MSU sendiri. Meskipun sangat disayangkan karena Marsekal (Purn TNI) Herman Prayitno selaku Duta Besar  Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur tidak bisa hadir, acara ini tetap berjalan meriah dengan dukungan penuh dari pihak KBRI sendiri.

Sebagaimana pesan Herman Prayitno yang disampaikan oleh Trigustono Supriyanto (Minister Counselor Pensosbud KBRI), “Kedutaan Besar Republik Indonesia akan selalu mendukung penuh pelaksanaan acara Indonesian Culture Expo di setiap tahunnya.”

Selain dihadiri oleh Trigustono , acara ICE 2016 ini juga  dihadiri oleh beberapa tokoh dari pihak MSU diantaranya Dato Rosli Yusof (Vice President Corporate International and Communication), Prof Dr eddy Yusof (Director International Centre for Halal Study), Associate Prof dr Syed Helmy Syed Abu Bakar (Director Student and Career Development) dan juga Dra. Effiati (Dosen SPA Indonesia).

Dalam sambutannya Dato Rosli Yusof juga memberikan respon yang sangat baik atas terlaksananya acara ICE 2016 di MSU ini. Beliau menyebutkan bahwa di MSU sendiri banyak sekali mahasiswa internasional yang memang memiliki keanekaragaman budaya masing-masing seperti Vietnam, Filipina, Thailand, dan masih banyak yang lainnya akan tetapi yang paling beraneka ragam adalah Indonesia, “but the most diverse are Indonesia,” kata Rosli dalam sambutannya yang kemudian disambut dengan tepuk tangan bangga oleh semua audien yang hadir dihadapannya saat itu.

Peragaan busana yang dirancang oleh desainer asal Indonesia, Dra. Effiati.
Peragaan busana yang dirancang oleh desainer asal Indonesia, Dra. Effiati.

Beberapa ragam budaya yang ditampilkan dalam acara ICE 2016, diantaranya adalah Tarian Nusantara, Pementasan Busana yang didesain oleh desainer asal Indonesia Dra. Effiati, beberapa penampilan band, seperti Riverside Band (UIA), Mukalangka Band (Jakarta), dan Bhinneka Band (Sunway University).

Yang tak kalah meriahnya acara ICE 2016 ini juga dihibur oleh dua guest star, yaitu Natasha Sass dan Calvin Jeremy. Sontak kegembiraan para audien pun tidak dapat terbendung hingga ketika kedua bintang tamu tersebut tampil di atas panggung. Sampai-sampai audien yang tadinya duduk manis di tempat yang telah disediakan oleh panitia akhirnya maju ke depan dan berebut demi mendapatkan salam tangan dan foto selfie dengan Natasha Sass dan Calvin Jeremy.

Tidak dapat dipungkiri lagi, melalui acara ICE 2016, selain memang bertujuan menyebarluaskan budaya Indonesia sebagaimana tema “From Indonesia to The World”, PPIM juga kembali membangkitkan jiwa nasionalisme para Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya di kalangan mahasiswa Indonesia sendiri, yang memang sedang terpisah jauh dari keluarga demi menggali ilmu di luar negeri untuk kemudian diterapkan segala apa yang telah digalinya di tanah air tercinta.

(MT,B/F)

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: