Institut Darul Ghuraba Tarim Wisuda Puluhan Pelajar Asal Indonesia

  
TARIM, 4 November 2017 – Lembaga pendidikan Ilmu Hadits Institut Darul Ghuraba mewisuda lebih dari 20 pelajar asal Indonesia pada Sabtu malam (4/11). Acara prosesi wisuda itu dipimpin langsung oleh pimpinan tertinggi (Mudir Aam) lembaga Dr. Habib Abu Bakar Al-Adeni bin Ali Al-Masyhur beserta pimpinan institut (Amid Ma’had) Sayyid Dr. Mohammad bin Abdul Qader Alaydrus.
Acara itu dihadiri juga oleh para tamu kehormatan seperti: Sayyid Abdullah Awadh bin Sumaith, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Ahgaff; Habib Thohir Al-Haddar, guru senior Darul Musthofa; serta tokoh pakar hadits Sayyid Dr. Alawi Syihab dan ulama lain.
Kurikulum Institut Darul Ghuraba lebih memfokuskan pada kajian Ilmu Hadits, baik secara dirayah maupun riwayah, juga kajian Shahih Muslim maupun Shahih Bukhari dengan sanad guru yang menyambung sampai Rasulullah Saw. Ilmu-ilmu hadits itu disinergikan pula dengan mata kuliah Fiqih Transformasi (kitab Nubdzah Sughra) agar pelajar mampu menghadapi problematika kontemporer umat Islam zaman sekarang.
Di lembaga itu, mayoritas para peserta didik yang mendominasi adalah mahasiswa Universitas Al-Ahgaff Tarim. Memang salah satu keistimewaan Al-Ahgaff Tarim adalah memberi kesempatan dan kebebasan mahasiswanya untuk kuliah atau belajar tambahan di lembaga lain. Maka tak heran, banyak dari mahasiswa Al-Ahgaff yang tidak hanya kuliah di Al-Ahgaff saja, tetapi juga kuliah dan belajar di lembaga lain seperti Institut Darul Ghuraba dalam ilmu Hadits, Institut Al-Aydrus dalam Qiraat Sab’ah, dan Ribat Tarim dalam Fiqih.
Nasihat Ulama
Habib Abubakar Al-Adeni dalam sambutannya menegaskan bahwa sungguh beruntung para pelajar yang ada di lembaga itu. Mereka dididik langsung oleh guru pengajar yang tidak hanya memiliki gelar akademik saja, tapi juga memiliki sirr nubuwah (berkah kenabian) dengan sanad yang menyambung langsung sampai Rasulullah Saw.
“Pencuri (atau pencopet) itu para pelajar yang mengambil ilmu hanya secara zahirnya saja, tanpa menggubris ruhnya. Padahal Islam datang membawa ruh ilmu itu. Kalau hanya ilmu secara zahirnya saja orang munafiq juga punya,” ujar Habib Abubakar dengan bahasa Arab di sela-sela sambutannya.
Beliau merupakan pimpinan dari 9 lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai kota di provinsi Hadhramaut, seperti Universitas Al-Wasathiyah, Institut Darul Ghuraba dan Ribat Imam Al-Muhajir Husaisah. Beliau juga merupakan peletak pertama ilmu Fiqih Transformasi yang dikenal dengan Fiqih Tahawwulat. Selain sosok seorang pemikir Islam, beliau juga merupakan penulis produktif sekaligus penyair handal. Hampir setiap hari beliau mencipta beberapa bait syair yang setiap bulan dikumpulkan menjadi satu buku Diwan (kitab kumpulan syair).
Usai berjalannya rangkaian acara dan prosesi wisuda, para hadirin beserta tamu kehormatan dihidangkan menu ramah tamah, lalu didendangkan beberapa qasidah syair khas Hadhramaut. Acara yang dimulai pukul 19.00 KSA hingga pukul 22.30 KSA itu berjalan lancar dan ditutup dengan doa akhir majelis di penghujung acara.**
Penulis: Azro
Editor: Kartika Restu Susilo
Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: