International Day of Disaster Reduction: Komunikasi dan Edukasi sebagai Dua Kunci Utama dalam Penanggulangan Bencana

“Komunikasi dan edukasi adalah dua kunci utama dari upaya penanggulangan bencana,” pandangan yang sama dari dua mahasiswa Indonesia dalam tema diskusi International Day of Disaster Reduction dengan RRI Voice of Indonesia pada Senin (10/10/16) pukul 10.30 dan 11.30 WIB.

Hari International Day of Disaster Reduction ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1989 untuk diperingati setiap tanggal 13 Oktober sebagai suatu simbolis untuk meningkatkan kesadaran terhadap resiko dan bahaya dari bencana.

Dalam Youth Forum, Giri Fidelis Salim berkata, “komunikasi adalah aspek terpenting dalam penanggulangan bencana. Komunikasi adalah kunci dari bagaimana peringatan bencana disampaikan dan bagaimana penanggulangan bencana dapat tersalurkan dengan baik. Seperti kesuksesan upaya penanganan terhadap kecelakaan yang terjadi di Christmas Island Australia tidak luput dari lancarnya komunikasi.”

“Edukasi kesiapsiagaan bencana dengan basis role play adalah salah satu cara yang dapat dilakukan, sebagai suatu cara yang efektif dan menarik dalam menurunkan fatalitas dari suatu bencana kelak. Baik organisasi maupun pemerintah dapat memfasilitasi suatu simulasi seperti gempa bumi dan mengajarkan solusi bagaimana atau tindakan apa yang harus dilakukan saat itu, misal keluar dari gedung segera atau dengan bersembunyi di bawah meja,” ujar mahasiswa yang berkuliah di University of Melbourne tersebut.

“Generasi muda adalah sasaran utama dalam program kesiapsiagaan bencana ini. Mereka akan menjadi bibit baru dalam internalisasi dan eksternalisasi dalam aplikasi pengetahuan ini,” lanjut mahasiswa yang menggeluti bidang Bachelor of Science.

Dalam sesi Kami Yang Muda (KaMu), dari Fathan Asadudin Sembiring, Sekretaris Jendral PPI Tiongkok Tahun 2013-2014, berkata,”International Day of Disaster Reduction penting untuk diperingati sebagai satu memorial kewaspadaan bencana alam. Di Tiongkok, hari ini diperingati setiap tanggal 12 Mei mengikuti bencana besar di Sze Chuan pada tanggal tersebut sebelumnya.”

“Seperti kita ketahui bahwa Indonesia dan Tiongkok cukup rawan dengan bencana, sistem penanggulangan bencana harus dikelola dengan baik. Tiongkok yang cukup baik dalam kewaspadaan dan penanggulangan bencana dapat dijadikan contoh oleh Indonesia, terutama di bidang informasi dan komunikasi. Sumber detektor bencana seperti BMKG harus sedemikian rupa memastikan agar pesan waspada terhadap bencana diketahui oleh masyarakat,” ujar Fathan yang sekarang sedang meniti karir di Beijing.

“Mitigasi bencana di Indonesia masih kurang terutama dalam segi struktural dibandingkan dengan Tiongkok. Koordinasi harus ditingkatkan karena seperti yang kita lihat pada bencana di Garut, seharusnya dapat ditanggulangi lebih baik bila ada tatanan rapi dalam sistem struktural,” lanjutnya.

“Di Tiongkok, edukasi kesiapsiagaan bencana bahkan telah dimulai sejak sekolah dasar. Mereka menerapkan semacam standar operasional atau silabus yang terstruktur. Untuk pemuda, seharusnya mereka sudah mendapat edukasi yang cukup, sehingga harus siap dalam porsi sebagai sukarelawan,” ujar alumni Master Bisnis Internasional di University of International Business and Economics di Beijing, Tiongkok.

Menurut Fathan dan Giri, Indonesia telah cukup baik dalam upaya penanggulangan bencana setelah tsunami besar yang terjadi di Sumatera lebih dari satu dekade yang lalu.

Menurut kedua mahasiswa tersebut, ada beberapa aspek pengembangan penanggulangan bencana di Indonesia yang masih perlu ditingkatkan, seperti edukasi emergency preparedness sejak dini, pembangunan infrastruktur yang lebih baik lagi dalam menanggulangi bencana dalam membuat warning system, dan sistem informasi yang lebih baik lagi mengenai peringatan bencana melalui media massa seperti website dan sosial media. Terlepas dari hal tersebut, mereka tetap menekankan pada upaya promotif dan pencegahan bencana yang dapat dicegah seperti banjir. Mulailah dari diri sendiri seperti janganlah membuang sampah sembarangan dan mengotori gunung.

(Red, CA/Ed, F)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: